RANTEPAO, BKM — Sebanyak 700 perawat dan bidan se Kabupaten Toraja Utara, Selasa (6/2) menggelar unjuk rasa di DPRD Toraja Utara. Demo digelar terkait honor mereka selama tiga bulan sebesar Rp 600 ribu belum dibayarkan.
Sementara nasib para honorer daerah terancam sebab harus menjalani tes CPNS.
”700 perawat dan bidan tersebar di 26 Puskesmas Toraja Utara. Sedangkan jatah yang akan diterima hanya 230 orang,” ujar Kabid Kesmas Ika Wahyuni kepada BKM kemarin.
Menurut Ika, bidan dan perawat sudah over target di Toraja Utara, utamanya di Puskesmas sehingga perlu dilakukan rasionalisasi melalui tes.
Bahkan kerjanya di Puskesmas hanya duduk dan facebook karena tidak memiliki keterampilan operasikan komputer (Gaptek).
Terpisah Kadis DPPKAD Firdaus Rimbata dikonfirmasi menjelaskan, tuntutan perawat dan bidan segera dibayar honornya tergantung usulan dan pertanggungjawaban dari OPD-nya.
Di Torut, lanjut Firdaus jumlah PHT sebanyak 4.800 lebih, dan PNS 3.700, tersebar di 52 OPD, terdiri dari 31 Badan dan Dinas, serta 21 kecamatan. Tahun anggaran 2018 total APBD Toraja Utara 1.1 triliun lebih. (gus/C).
Bidan-Perawat Demo di DPRD
×

