pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Orang Tua Dapat Rumah, Anak Diberi Beasiswa

JALAN hidup seseorang tidak ada yang bisa memastikan. Itu adalah rahasia Tuhan. Demikian pula dengan Abdul Gaffar. Dia tak pernah membayangkan nasibnya akan seperti sekarang ini.

LAPORAN: ANDI RUSTAN

ABDUL GAFFAR adalah warga Dusun Samaelo, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Pria kelahiran tahun 1968 ini punya istri bernama Sanawiah. Pasangan suami istri ini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Ahmad Gaffar, yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMP Bungoro.
Sebagai kepala rumah tangga, Abdul Gaffar menghidupi keluarganya dari pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh pabrik gabah. Gajinya tidak seberapa. Sementara sang istri, sekali-kali menjadi juru masak jika ada warga yang menggelar resepsi.
Sadar akan kondisi seperti ini, Gaffar dan Sanawiah tidak pernah bermimpi dan muluk-muluk bisa memiliki rumah yang layak huni. Dari pekerjaannya selama ini, mereka hanya bisa membangun gubuk di atas lahan miliknya yang tidak seberapa luasnya. Jika musim hujan tiba, gubuk yang mereka tinggali terendam banjir. Maklum saja, lokasinya terletak tidak jauh dari bantaran sungai yang mengalir di belakang rumah mereka.
Namun semua itu berubah drastis. Pada bulan November 2014 lalu, gubuk milik Gaffar menjadi sasaran bedah rumah melalui program Corporate Social Rensponsibility (CSR) PT Semen Tonasa. Gubuk mereka dibongkar rata dengan tanah, lalu kemudian didirikanlah sebuah rumah kayu layak huni. Ukurannya kira-kira 5×7 meter. Belakangan sudah ditambah pada bagian dapur, sehingga panjangnya sudah mencapai sekitar 1 meter.
Gaffar tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya ketika ditemui di rumahnya. Ia beberapa kali mengucap rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diterimanya saat ini.
”Alhamdulillah, kami sekarang tidak lagi tinggal di gubuk. Tidak lagi kebanjiran kalau hujan. Kami bersyukur sekali ada program bedah rumah dari Semen Tonasa,” ujarnya di atas sebuah dipan bambu yang disimpan di kolong rumah.
Tidak lama kemudian datanglah sang istri, Sanawiah yang baru pulang dari pasar dengan menumpang sebuah petepete angkutan pedesaan. Setelah menaikkan belanjaannya di atas rumah, dia kemudian turun dan bergabung bersama suaminya.
Dengan wajah sumringah, Sanawiah menuturkan bagaimana menderitanya mereka dulu ketika tempat tinggalnya masih berupa gubuk. Tak henti-hentinya ia berharap suatu saat nanti keluarganya bisa memiliki rumah yang layak huni, meskipun sangat sederhana.
”Berkat bantuan Pak Kepala Lingkungan (Ketua RW), kami dimasukkan dalam program bedah rumah yang dilaksanakan Semen Tonasa. Beginilah rumah kami sekarang. Tidak lagi seperti dulu,” tuturnya sambil tersenyum.
Tempat tinggal baru mereka berupa rumah panggung. Dindingnya dikelilingi dengan seng. Demikian pula atapnya. Dinding dan atap dicat berwarna hijau muda. Semua masih tampak baru.
Sanawiah kemudian menunjuk putranya Ahmad Gaffar yang berdiri di depannya. ”Anak saya ini, Pak sudah dapat beasiswa dari Semen Tonasa,” ujarnya.
Ahmad Gaffar mendapatkan beasiswa untuk kategori siswa tidak mampu. Jumlahnya Rp900 ribu yang diterima satu kali. Uang itu kemudian dipakai untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti beli baju seragam dan sepatu.
Ketua RW 3 Ciddokang yang juga Ketua Forum Pengembangan Kesejahteran Bontoa Muh Ilyas, mengakui program CSR PT Semen Tonasa telah banyak menyasar warganya. Salah satunya bedah rumah milik keluarga Abdul Gaffar. Termasuk pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu. Seperti yang diperoleh Ahmad Gaffar, putra pasangan suami istri Abdul Gaffar dan Sanawiah.
Khusus untuk program bedah rumah keluarga Abdul Gaffar, Ilyas menyebutkan bahwa anggaran yang dilokasikan sebesar Rp40 juta.
”Setiap tahun warga Bontoa menjadi sasaran program CSR. Mulai daripemberian beasiswa, bedah rumah dan bantuan sumur bor. Penyaluran bantuan dilakukan secara bergilir, dengan tujuan terjadi pemerataan. Jadi sasarannya lebih banyak pada warga kurang mampu dan betul-betul membutuhkan bantuan. Tapi kalau beasiswa, ada juga yang diperuntukkan bagi anak berprestasi,” terang Muh Ilyas, yang ikut mendampingi menemui penerima bantuan CSR di wilayahnya.
Forum Pengembangan Kesejahteraan Bontoa merupakan lembaga yang memfasilitasi pemberian bantuan melalui program CRS Semen Tonasa. Forum ini memiliki kelompok kerja (pokja) yang dibentuk untuk mengakomodir warga kurang mampu dan layak mendapatkan bantuan. Karenanya, mereka aktif turun ke lapangan menginventarisir warga yang nantinya bisa diusulkan menjadi sasaran program CSR. (*)



×


Orang Tua Dapat Rumah, Anak Diberi Beasiswa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar