MAKASSAR, BKM–Empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur baru saja menjalani tes kesehatan dihadir kedua di Private Care Center (PCC) RS Wahidin, Jumat (12/1).
Semua calon mengaku optimis lolos dan tidak menemui kendala sama sekali.
Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), yang datang sejak pagi terlihat mengumbar senyum sesaat sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baik saat masuk ke ruangan maupun setelah mengganti pakaian yang disediakan pihak PCC, IYL dan Cakka terus memancarkan senyum. Termasuk saat berjalan menuju salah satu ruangan, mereka melakukan Salam Punggawa sambil diabadikan oleh fotografer.
IYL dan Cakka yang tiba sekitar Pukul 07.00 pagi, mengaku sangat optimistis bisa melalui tahapan ini dan lolos di pemeriksaan kesehatan. Maklum, keduanya memang selama ini tidak memiliki riwayat penyakit atau rekam medik yang membahayakan. “Alhamdulillah, kami berdua tidak punya rekam medik yang bisa menghambat, sehingga kami sangat yakin bisa menjalani pemeriksaan kesehatan ini dengan baik,” kata IYL sebelum masuk ke PCC.
Sekadar diketahui, selama dua hari berturut-turut, tim dokter dari IDI akan melakukan pemeriksaan kesehatan, baik jasmani maupun psikologi kandidat gubernur dan wakil gubernur.
Tahapan ini tergolong penting, karena pihak IDI akan memberikan rekomendasi kepada KPU apakah para bakal calon mampu atau tidak mampu dari segi kesehatan jika diberi amanah memimpin Sulsel.
Khusus di pemeriksaan kesehatan, pihak IDI juga akan memeriksa riwayat penyakit kandidat, termasuk jika ada yang mengidap kanker atau penyakit yang membahayakan.
Pasangan IYL-Cakka keluar dari PCC mengaku bisa melalui tes kesehatan dan tes psikologi nyaris tanpa ada kendala. “Alhamdulillah, semua pertanyaan (tes psikolog) bisa kami jawab,” kata IYL saat ditanya tentang jumlah pertanyaan di tes psikolog, Jumat (12/1) siang.
Mengenai hasil tes kesehatan, IYL mengaku sangat yakin bisa lolos. Apalagi saat pemeriksaan, nyaris tidak ada keluhan atau saran tim dokter mengenai riwayat penyakit.
Selain itu, IYL-Cakka juga menunjukkan amplop berwarna coklat yang berisi surat sudah menjalani tes kesehatan dan psikologi.
Menurut IYL, tes kesehatan yang diikutinya kali ini merupakan yang keenam kalinya. Begitu pun Cakka juga sudah berulangkali, terutama saat keduanya ingin maju sebagai kandidat bupati.
Usai menjalani tes kesehatan, keduanya naik di mobil yang sama untuk selanjutnya bergerak ke posko pemenangannya di Jalan Hertasning, Makassar.
Pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) juga hadir menjalani pemeriksaan kesehatan.
Mengenakan kemeja putih, NH tiba lebih dahulu dari Aziz dan mengaku siap dan yakin akan lolos pada tahapan ini. Sebab, dirinya selalu menjaga pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. “Alhamdulillah saya tidak ada persiapan khusus. Semua rutinitas berjalan dengan baik. Hal ini adalah hal yang biasa, alhamdulillah rutin minimal check-up sekali setahun,” bebernya.
Lebih lanjut, NH juga menuturkan, pemeriksaan kesehatan ini bukanlah untuk sekadar “menghakimi” penyakit kandidat. Namun, setelah dilakukan sosialisasi oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, jelas NH, pemeriksaan ini sebagai indikator yang menentukan kemampuan secara fisik dan kejiwaan kandidat ketika diamanahkan menjadi gubernur. “Jadi apakah calon mampu memenuhi syarat untuk bisa bekerja, tidak ada gangguaan fisik yang bisa menganggu. Ini soal kemampuan dari sisi kesehatan, fisik dan kejiwaan mampu memimpin lima tahun ke depan,” urainya.
Keyakinan lolos pada tes kesehatan dan narkoba juga disampaikan pasangan Agus Arifin Nu’mang-Taribali Lamo (Agus-TBL). Keduanya yang mengenakan songkok hitam dan kemeja putih lengan pendek juga keluar dari ruang PCC dengan tersenyum sambil meyapa para pendukungnya. “Insya Allah semuanya berjalan dengan aman dan lancar, kita yakin tahapan ini juga lolos,”ujar Agus yang diamini oleh TBL.
Untuk pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudriman Sulaiman (NA-ASS) juga yakin lolos pada tes kesehatan yang diikuti. NA yang mengenakan kemeja batik serta ASS yang mengenakan kemeja putih kebiru biruan mengaku siap lahir batin ikut Pilgub. “Kami sangat siap ikut kontestasi Pilgub,”ujar ASS sambil melempar senyum kepada yang hadir.
Baik IYL-Cakka, NH-Aziz, Agus-TBL maupun NA-ASS pulang dengan mebawa sebuah amplop berwarna coklat. (rhm-jun/rif/c)
MAKASSAR, BKM–Pemprov Sulsel akhirnya menyerahkan dana pengamanan ke Polda Sulsel yang ditandai dengan penandatanganan Nota Pemberian Hibah Daerah (NPHD) di ruang kerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Jumat (12/1).
Anggaran pengamanan yang dialokasi sebesar Rp128 miliar. Angka itu lebih kecil dibanding usulan sebelumnya yakni sebesar Rp220 miliar.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono mengatakan, jika bicara ideal, angka tersebut masih jauh dari jumlah yang diusulkan. “Mungkin karena kemampuan dan hasil evaluasi pemerintah daerah hanya bisa memberikan Rp128 miliar,”kata Umar.
Meski demikian, pihaknya akan menggunakan dana tersebut semaksimal mungkin. Untuk pembagiannya sendiri, Polda Sulsel telah membuat indeksnya.
Anggaran ini sendiri masih harus dibagi ke TNI sebesar Rp6,5 miliar. “Untuk makan dan uang saku lebih banyak ke situ,” jelasnya.
Kepolisian telah membentuk dua satuan tugas (satgas) yaitu Satgas Anti Money Politics (Politik Uang) dan Siber. Keduanya lebih pada pengawasan pelaksanaan Pilkada.
Untuk Satgas Anti Money Politik ini merupakan hal yang baru dibentuk dengan tugas mengawasi praktek curang dalam kampanye terutama yang mengarah pada tindakan KKN.
Sementara Satgas Siber lebih kepada pengawasan media sosial. Terutama penyebaran kampanye hitam dan ujarnya kebencian saat pelaksanaan tahapan Pilkada.
Polda telah menyiagakan 17.600 personil. Setelah pendaftaran, Umar menyebutkan kondisi Sulsel masih kondusif. Ini berkat kerjasama penyelenggara, pendukung bakal calon dan masyarakat. “Masih kondusif saat pendaftaran kemarin, termasuk dari penyelenggara dan masyarakat. Kemarin agak panas di Luwu dan Palopo setelah mediasi sudah kondusif,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur SYL mengakui anggaran tersebut memang belum cukup. “Pasti saja tidak mencukupi kalau dilihat dari kebutuhan yang ada. Tapi paling tidak ini fasilitasi awal agar semua pengamanan sudah jelas,”jelas SYL. Pada sore hari, Kapolda Irjen Pol Umar Septono lalu melakukan kunjungan ke Kantor DPW Partai Nasdem Sulsel yang teletak di Jalan Botolempangan, Jumat kemarin.
Kedatangan Irjen Umar Septono disambut Ketua DPW Nasdem Sulsel Hm Rusdi Masse, sekretaris Syaharuddin Alrif serta belasan pengurus DPW lainnya. Kapolda juga menyinggung soal Sulsel yang sering disebut masuk dalam zona merah. “Kita berharap Pilgub Sulsel tetap aman,”ujar Irjen Pol Umar Septono. Rusdi Masse juga mengapresiasi kunjungan Kapolda kekantor Nasdem Sulsel. “Kami di Nasdem juga lebih berharap agar Pilgub Sulsel tetap aman,”pinta Rusdi Masse yang tak lain adalah Bupati Sidrap dua periode ini. (rhm/rif/c)

