pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAROS, BKM–Meski pendaftaran bakal calon ketua Golkar Maros secara resmi belum dibuka, namun beberapa nama disebut-sebut akan ikut bertarung dalam perebutan kursi 01 Golkar Maros mendatang.
Beberapa nama yang disebut-sebut akan bertarung yakni tiga kader partai berlambang pohon beringin rindang yang saat ini duduk dikursi DPRD Maros. Ketiganya yakni, Wakil Ketua DPRD Maros H Rusdi Rasyid, anggota Komisi II HA Patarai Amir dan anggota Komisi I Mansyur Djanong.
Ketiganya disebut-sebut akan bertarung memperebutkan kursi ketua Golkar. Mansyur Djanong saat ditemui usai rapat konsolidasi menyatakan kesiapannya bertarung dalam Musda mendatang. Dia menuturkan, sebagai kader Partai Golkar, semuanya punya peluang untuk maju. Karenanya dia tidak ingin membuang kesempatan yang dilaksanakan lima tahun sekali itu.
“Insya Allah saya siap memimpin Partai Golkar dalam lima tahun mendatang. Kita bertarung secara sehat, dan siapapun yang terpilih pasti kita dukung,” beber pimpinan kecamatan Mandai ini.
Hal senada dikemukakan HA Patarai Amir yang tak lain adalah Bendahara Golkar Maros. Kader Golkar yang sudah dua periode di DPRD Maros ini juga menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Musda mendatang. Menurutnya, posisinya sebagai bendahara saat ini cukup mumpuni untuk maju dan memimpin Golkar Maros.
Bakal calon lain yakni Rusdi Rasyid saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPD II Golkar Maros. Calon lain yang dipastikan akan maju dalam Musda mendatang yakni mantan ketua DPD II Golkar Maros HA Husain Rasul. Kesiapan Husain Rasul untuk maju bahkan usai dirinya digantikan oleh Plt Ketua Golkar Ambas Syam.
Untuk memuluskan pertarungan perebutan kursi ketua DPD II Partai Golkar tersebut, Rabu (11/1) kemarin, pengurus DPD II Partai Golkar Maros menggelar rapat konsolidasi dengan jajaran pengurus Golkar tingkat kecamatan, kelurahan dan desa. Rapat yang diikuti ratusan kader partai Golkar Maros ini digelar di Gedung Golkar Jalan Andi Nurdin Sanrima Rabu (11/1) ini mengagendakan pembahasan agenda Musda.
Rapat dipimpin langsung oleh Plt ketua DPD II Golkar Maros H Ambas Syam dengan membahas pembentukan kepanitiaan Musda Golkar. “Yang kita bahas hanya persiapan Musda Golkar dengan membentuk Steering Commite dan Organizing Commite. Mengenai kapan waktu Musda paling cepat akhir Januari atau awal Februari mendatang,”ujar Ambas.
Selanjutnya panitia akan merumuskan tahapan Musda dari penjaringan calon melalui pendaftaran sampai pelaksanaan Musda. “Kita berharap panitia menjaring calon sebanyak-banyaknya, beberapa orang tidak masalah, termasuk ketua DPD lama pak Husain Rasul, anggota DPRD dari Golkar, sekretaris semua memiliki peluang yang sama,” bebernya.
Ketua panitia Musda Amirullah Karim menambahkan bila salah satu persyaratan calon ketua Golkar adalah menjabat minimal lima tahun sebagai pengurus Golkar, baik itu tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan maupun desa. “Besok kami baru akan melakukan rapat untuk menentukan tahapan pendaftaran. Untuk biaya tidak ada setoran dari calon, tapi kita mengutamakan biaya Musda ini dari calon-calon serta sumbangan dari luar,” paparnya. (ari/rif/c)

MAKASSAR, BKM–Rapat Konsolidasi pengurus yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel di Four Poin Sheraton Hotel, Senin (9/1) kemarin salah satu pokok pembahasannya yakni menepis masuknya ekternal untuk memimpin Partai Gerindra Sulsel. Eksternal yang dimaksud yakni Agus Arifin Nu’mang yang santer diisukan menggantikan La Tinro La Tunrung sebagai Ketua DPD. Wakil ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani yakni bila DPP akan menunjuk kader untuk menahkodai partai bentukan Prabowo Subianto. Tak hanya itu, Idris juga sudah siap jika DPP menunjuknya sebagai ketua. “Tentu kami siap, jika DPP memberi amanah,”ujar Idris yang mengaku sedang mempersiapkan diri jika dirinya yang ditunjuk.
Meski begitu, kegiatan rapat kosolidasi di hotel milik Idris menyisakan kekecewaan dari sejumlah pengurus. Pasalnya masih ada sejumlah Ketua, sekretaris dan bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kota enggan hadir dengan sejumlah alasan. Pantauan koran ini, DPC yang hadir hanya separuh atau belasan saja.
Tak hanya itu, Pengurus DPD Gerindra Sulsel yang terlihat hadir juga hanya belasan.
Informasi yang diterima dari grup WhatsApp, Ketua DPC Parai Gerindra Bulukumba Isradi Zainal mengaku tidak hadir dengan alasan karena La Tinro sudah mengajukan surat pengunduran diri dari Gerindra. “Kami tidak hadir karena setahu kami La Tinro sudah lama mundur. Dan kami tidak ingin La Tinro memanfaatkan forum tersebut untuk mendapatkan dukungan agar Idris Manggabarani menjadi ketua DPD,”ujar Isradi Zaenal di grup WA tersebut, Senin kemarin.
Tak hanya itu, grup WA juga juga menyebut bila Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Apianti Amin Syam juga tidak terlihat hadir, karena kecewa. Selain itu, Apiati dikabarkan mengancam akan mundur jika Idris menjadi ketua DPD. Alasan Apiati karena Idris tidak memiliki prestasi apapun di Gerindra dan tidak loyal terhadap partai yaitu Pilpres 2009 dan 2014.
Ketua DPC Gerindra Pangkep Kamrussamad yang ingin dikonfirmasi soal ketidakhadirannya dikegiatan Rapat Konsolidasi mengaku telah mengutus wakil ketua dan sekretaris DPC. “Saya diwakili Wakil ketua dan sekretaris DPC,”tulis Kamrussamad kemarin. (rif)