GOWA, BKM — Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Rafika Hasanuddin (22), Senin (30/1). Berlangsung di kompleks perumahan Yusuf Bauty Garden, Jalan Manggarupi, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa,
Pilihan petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi. Tersangka Saleh (35), petugas keamanan perumahan yang jadi tersangka dalam kasus ini memeragakan sedikitnya 52 adegan.
Rekonstruksi ini mendapat perhatian khusus dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono. Ia hadir langsung di lokasi dan memberikan keterangan kepada wartawan. Ikut mendampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondany, Ditreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Zadma dan Kapolres Gowa AKBP Ivan Setiadi.
Saleh semula diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan. Junto pasal 338, junto pasal 365 atas kasus pembunuhan. Ia terancam hukuman seumur hidupnya atas perbuatannya melenyapkan nyawa alumni Fakultas Farmasi Univesitas Indonesia Timur (UIT) itu.
”Tersangka dijerat pasal 339 KUHP, junto pasal 338, junto 365. Ancaman hukumannya seumur hidup,” tegas Muktiono.
Pasal 339 KUHP, menegaskan bahwa pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh kejahatan dan yang dilakukan dengan maksud untuk memudahkan perbuatan itu, jika tertangkap tangan, untuk melepas diri sendiri atau pesertanya daripada hukuman, atau supaya barang yang didapatkannya dengan melawan hukum tetap ada dalam tangannya, dihukum dengan hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.
Saleh nekat mengakhiri hidup Rafika Hasanuddin karena berniat ingin memiliki HP milik korban. Saat hendak mengambil HP tersebut di dalam rumah korban, Saleh tepergok. Diapun kapal dan menghabisi nyawa korban dengan cara menusuk dan menggorok leher korban hingga meninggal dunia.
Dari 52 adegan, tersangka Saleh hanya memerankan 39 adegan penting. Rekonstruksi menghadirkan satu orang saksi yakni Musmuliadi, keponakan tersangka Saleh. Sementara korban diperankan salah seorang anggota kepolisian.
Adegan bermula ketika korban Rafika melintas di depan pos Satpam. Ia terlihat mengutak atik handphone miliknya. HP tersebut merek Himax Y 13 jenis Adroid.
Saat itu tersangka Saleh tengah duduk di pos pengamanan. Melihat korban memegang HP, timbullah niatnya untuk memiliki alat komunikasi itu.
Diam-diam ia membuntuti Rafika yang masuk ke dalam kamar. Seketika itu juga Saleh berhasil menyelinap masuk lalu bersembunyi di dalam kamar.
Tanpa rasa curiga, korban meletakkan HP miliknya di lantai. Selanjutnya mengganti pakaian di dalam kamar.
Kesempatan ini dimanfaatkan Saleh. Ia langsung menyambar HP korban. Namun aksinya tepergok Rafika. Keduanyapun terlibat aksi saling tarik menarik handphone.
Tak ingin perbuatannya ketahuan, Saleh gelap mata. Ia menarik tubuh Rafika dan selanjutnya membenturkannya ke tembok. Korban pun terjatuh dalam kondisi oleng.
Meski korban sudah tak berdaya, Saleh kembali melanjutkan aksinya. Lagi-lagi ia memukul Rafika.
Pada saat bersamaan ia melihat pisau dapur yang terselip di jendela rumah. Benda tajam itu kemudian diambilnya lalu dipakai menggorok leher korban. Akibatnya, terjadi luka robek sepanjang 15 cm di leher.
Dari 52 adegan yang diperagakan, ada 39 adegan yang penting. Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, pada adegan 17, disitulah Rafika meninggal.
”Usai membunuh korban, tersangka Saleh kemudian keluar rumah dan mematikan saklar listrik,” ujar Dicky.
Kabid Humas menyebut, dua adegan terpenting saat menghabisi Rafika, yakni pada adegan 16 dan 17. Pada adegan 16 Saleh menambil pisau dapur yang ia lihat dan langsung menggorok leher Rafika. Kemudian pada adegan 17, Saleh menggorok leher Rafika hingga meregang nyawa.
Hujan lebat yang mengguyur, tak menyurutkan antusias warga untuk datang ke lokasi. Ratusan orang berbondong-bondong menyaksikan jalannya rekonstruksi. Saat rekonstruksi berlangsung , pintu masuk perumahan dijaga ketat anggota Brimob. Mereka berdiri tegak di samping kiri kanan pintu masuk. Tidak ada orang yang diperbolehkan masuk. Termasuk wartawan. Kecuali anggota kepolisian.
Berbagai cara dilakukan untuk bisa melihat langsung rangkaian Saleh melakukan aksinya. Salah satunya memanjat tembok lalu berdiri di atasnya. Hujan tak menjadi halangan bagi mereka.
”Rekonstruksi seperti ini kan hanya sekali-kali bisa dilihat. Saya cuma mau tahu bagaimana tersangka membunuh korban. Tapi tidak diperbolehkanki masuk. Polisi banyak yang jaga,” cetus Sherly, salah seorang pengendara yang kebetulan lewat dan memilih singgah saat melihat orang ramai berkumpul. (sar-ish/rus)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
MAKASSAR, BKM — Enam orang pelaku begal berhasil digulung tim khusus Polsek Rappocini. Dua diantaranya mahasiswa. Tiga lainnya adalah pelajar. Mereka merupakan komplotan aksi kriminal yang kerap beraksi di sejumlah tempat.
Pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi mendapat laporan adanya aksi begal di Jalan Tala’ Salapang 1, Makassar. Handphone milik korban dibawa kabur oleh pelaku.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti tim Resmob. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Rappocini AKP Roby Andi Mannaungi, dilakukan pengejaran. Ikut mendampingi Panit 2 Ipda Nurtjahyana serta Dantim Aiptu Aifuddin.
Perburuan pelaku memanfaatkan kecanggihan teknologi. Titik merah tempat berkumpul ini terlacak. Mereka diketahui sedang berada di BTN Kalegowa, Kabupaten Gowa.
Tim bergegas ke lokasi, sebelum kawanan ini bergeser. Pengepungan dilakukan. Sasaran digerebek. Pelaku pun tak berkutik. Enam orang diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Mereka kemudian digelandang ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Jumat (27/1) pukul 23.30 Wita.
Identitas tersangka masing-masing Muh Yusuf alias Yusuf alias Yudi (20), warga BTN Kalegowa, Kabupaten Gowa. Ia merupakan mahasiswa UIN Alauddin.
AF alias Oc (16), pelajar warga BTN Sukma jalan poros Malino. Muh Rezky Aswar alias Rezky (20), juga tinggal di kompleks perumahan yang sama. Statusnya pekerja bangunan.
Muh Syahrian Wijaya alias Ryan (18), warga Manggarupi Permai, Kabupaten Gowa. Berstatus sebagai mahasiswa Unismuh.
MY alias Us (16), seorang pelajar berlamat di Perumahan Green Cakra Taeng, Kabupaten Gowa. Ard alias Ar (16), juga pelajar, tinggal di Jalan Gusung, Desa Taeng, Kabupaten Gowa.
Dihadapan petugas, tersangka MY mengakui perbuatannya. ”Betul, Pak. Saya yang melakukannya di Jalan Tala’ Salapang. Saya mengambil HP korban setelah mengancamnya menggunakan parang,” ujar MY.
Di bawah ancaman, korban terpaksa menyerahkan dua unit handphone miliknya. Masing-masing Blackberry Tourch warna hitam dan Iphone 5C warna putih.
”Saya tidak sendiri, Pak. Saya ditemani rekan saya bernama Hendra. Dia yang membonceng saya menggunakan motor,” ujar MY.
Usai melakukan aksinya, MY kemudian menghubungi rekannya Ard. MY diminta datang ke rumah Ard untk mengantarkan barang hasil curiannya. Namun, setibanya di rumah Ard, MY terlebih dahulu menyembunyikan Iphone 5 curiannya di sebuah pot bunga.
Polisi kemudian melakukan pengembangan terhadap pengakuan tersangka. MY diminta menunjuk barang bukti yang disembunyikannya di pot bunga. Polisi berhasil menemukan barang bukti tersebut. Proses interogasi kemudian dilanjutkan lagi.
Pengakuan tersangka, ia sudah melakukan aksi begal di empat titik. Masing-masing di Jalan Tala’ Salapang pada bulan Oktober. MY mengaku ditemani rekannya bernama Kollang. Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat itu pelaku berhasil mengambil barang milik korban berupa HP Samsung Grand Duos warna biru.
Di lokasi yang sama, pada bulan Desember 2016 lalu MY juga melakukan aksi serupa. Lagi-lagi ditemani oleh Kollang. Pelaku membawa kabur HP merek Xiomi Redmi warna hitam.
Aksi selanjutnya di Jalan Gunung Sari pada bulan November. MY kembali ditemani Kollang berhasil menggasak barang korban berupa HP Samsung Galaxy Fee warna hitam.
Di bulan November 2016, tersangka beraksi di belakang sekolah Gunung Sari. Yang diambil dari korban berupa HP Samsung J1. Selain Kollang, MY juga ditemani rekannya bernama Rezky. Juga masuk DPO ketika itu.
Belakangan, bukan lagi HP yang mereka sasar. Tapi motor korban juga dibawa kabur. Terakhir, Rezky yang berboncengan Kollang merampas motor korban berupa Honda Beat.
Kapolsek Rappocini Kompol Roy Agung membenarkan penangkapan enam orang tersangka begal ini. Yusuf, Ahmad dan Muh Syahrian mengaku hanya menikmati hasil dari jarahan rekannya yang merupakan eksekutor di lapangan. ”Kami masih terus mendalami kasusnya,” kata Roy, kemarin.
Dari tangan tersangka, polisi telah menyita beberapa barang bukti. Masing-masing dua unit motor dan dua bilah parang. (ish/rus)
TAKALAR, BKM — Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Takalar (Lembara) bekerja sama dengan FIK Ornop Sulsel-Hivos MAVC dan Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar diskusi publik tentang pelayanan pendidikan dan kesehatan di aula Kantor PNPM Sanrobone, Kabupaten Takalar, Rabu (25/1) lalu.
Diskusi tersebut dilakukan di dua desa dampingan Lembara. Kedua desa itu adalah Desa Ujung Baji dan Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone.
Sebanyak 25 orang peserta diundang dalam diskusi ini. Ke-25 peserta berasal dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, kader Kesehatan, kepala sekolah/guru dan masyarakat.
Diskusi ini adalah bagian dari lanjutan diskusi sebelumnya yang membahas tentang pelayanan Adminduk dan mekanisme pengurusannya.
Rudi Amir yang memandu jalannya diskusi mengatakan, ternyata masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. Seperti masih banyaknya anak putus sekolah, orang tua belum peduli akan pentingnya pendidikan bagi anak dan Perda tentang pendidikan gratis belum tersosialisasi sehingga masih ada pungutan liar di sekolah.
“Selain itu masih banyak masyarakat miskin yang belum memeroleh kartu KIS atau BPJS. Ada yang sudah memeroleh kartu KIS dan BPJS tapi pelayanannya yang lamban bagi pasien,” kata Rudi yang juga dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.
Sementara itu, Direktur Lembara, Faisal Amir yang juga hadir dalam diskusi ini mengatakan, tujuan diskusi tersebut untuk memperoleh data kualitatif dan kuantitatif tentang pelayanan pendidikan dan kesehatan di kedua desa tersebut.
“Temuan data tentang berbagai masalah yang dihadapi masyarakat terkait pelayanan pendidikan dan kesehatan akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk ditindaklajuti,” kata Faisal. (rls)
EMANSIPASI wanita yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini telah merasuk hampir di seluruh sendi kehidupan. Telah banyak perempuan berkarir, bahkan menjadi pucuk pimpinan di sebuah institusi. Salah satunya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anita Taherong.
Laporan: H Purmady
SELAMA ini, jika menyebut posisi kepala satuan reserse dan kriminal (satreskrim) di kepolisian resort (polres), maka yang terlintas di benak kita adalah seorang pria. Berwibawa dalam pembawaan. Tegas pada tutur kata dan bertindak.
Tapi tidak demikian di Polres Sidrap. Seorang perempuan menjadi kasat reskrim. AKP Anita Taherong,ST.SH namanya. Ia merupakan polisi wanita (polwan) pertama yang menduduki jabatan strategis di institusi Polres Sidrap .
Anita mampu mengubah paradigma bahwa tidak selamanya jabatan kasat reskrim hanya bisa diemban polisi pria. Padahal, dunia reskrim selama ini identik dengan laki-laki.
Anita lahir 20 Juli 1982 di Kabupaten Bulukumba. Ia memiliki dua orang anak. Masing-masing Widya Sri Wulandari A Taherong dan Wira Adiwidya Putra Wicaksono A Taherong.
Sederet prestasi membanggakan telah mengantarkan alumni Sekolah Bintara (Seba) PK Polwan Ciputat ini dipercaya menjabat Kasat Reskrim Polres Sidrap.
Sebut saja penutupan tambang galian C yang terdapat di Kecamatan Ujung Loe. Pengungkapan sejumlah kasus pencurian ternak. Termasuk pengunkapan kasus judi sabung ayam di wilayah Tanete. Keberhasilan itu ditorehkan Anita ketika menjabat sebagai Kapolsek Bulukumpa.
Lainnya, mengungkap kepemilikan 5600 detonator di dermaga sewaktu menjabat Kapolsek Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Terakhir, membongkar jaringan peredaran narkoba internasional di pelabuhan Soetta pada 8 Desember 2016. Sabu-sabu seberat 900 gram berhasil diamankan ketika itu.
Anita menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tahun 2005. Ia memulai karirnya sebagai Bintara Polri di BA Bidang Binkum Polda Sulsel.
Lulus dari sekolah perwira Seleksi Pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Anita kemudian dipercaya menjabat kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak (kanit PPA) Satreskrim Polres Bulukumba di tahun 2009.
Selanjutnya, masih di Polres Bulukumba, Anita kemudian dipercaya menjabat kanit I dan II Satreskrim. Hingga akhirnya diamanahkan menduduki posisi sebagai Kaur Bin Ops Sat Reskrim dan Kaur Bin Ops Satnarkoba pada tahun 2012.
Wanita yang hobi makan mie dan olahraga ini pertama kalinya menjabat kapolsek di Ujung Loe, Bulukumba dan Kapolsek Bulukumpa di tahun 2014-2015. Kemudian ditarik ke Makassar dengan jabatan sebagai kapolsek Pelabuhan Soekarno-Hatta. Selanjutnya dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Sidrap.
Selama mengemban amanah sebagai anggota polri, wanita 34 tahun ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk melaksanakan tugas. Bagi anak kedua dari enam bersaudara ini, ada banyak hal yang mesti dilakukan guna meraih kesuksesan. Salah satunya, membagi waktu antara belajar, latihan dan tugas.
Karena tuntutan tugas, Anita terbiasa jarang pulang ke rumah. Ia kerap harus tidur di kantor, ketimbang berkumpul bersama anak dan suaminya.
”Memang agak sulit membagi waktu. Terkadang saya sedih harus meninggalkan keluarga di kampung. Khususnya anak dan suami selama berbulan-bulan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan berbincang dengan BKM.
Dalam kurun waktu lebih kurang dua minggu memimpin Satreskim Polres Sidrap, sudah ada beberapa kasus yang berhasil diungkap. Diantaranya sindikat pencurian kendaraan bermotor (curnamor) lintas daerah. Pelaku dan penadahnya berhasil diringkus. Selain itu, juga memberantas penjualan minuman keras dengan menyita ribuan botol berbagai merek.
Ditanya soal tugas barunya selaku kasat reskrim di Polres Sidrap, Anita mengaku tidak canggung. Begitupun soal karakter dan kehidupan masyarakat Sidrap pada umumnya.
AKP Anita banyak mengetahuinya dari adiknya, AKP Fantry Taherong yang pernah menjabat kasat Intelkam di Mapolres Sidrap.
Baginya, dimanapun bertugas, ia selalu berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan. Sebab, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan seluruh elemen masyarakat. (*/rus/b)
MAKASSAR, BKM — Sabtu (28/1) besok, warga Tionghoa bersuka cita merayakan tahun baru Imlek 2568. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap perayaan Imlek menjadi ajang lebih mempererat toleransi antarumat beragama. Dia mengimbau masyarakat untuk saling menghargai dan memberi ruang untuk masyarakat merayakan hari besar agamanya.
Namun, ia juga menekakan agar perayaan keagamaan tidak dilaksanakan secara berlebihan.
“Rayakan dengan cara yang baik-baik. Kita gembira bersama-sama. Tapi hati-hati kalau main kembang api, jangan sampai mengganggu,” tandasnya.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta kepada seluruh masyarakat di kota ini untuk senantiasa menjaga toleransi diantara sesama umat beragama. Diapun meyakini warga Makassar saling menghargai, menghormati dan menjaga kerukunan umat beragama dengan baik.
Danny berharap masyarakat kota senantiasa menjaga hal baik itu untuk menjadikan Makassar lebih baik. Tidak terjadi tindakan-tindakan yang tak diinginkan, khususnya yang terkait persoalan ras dan agama.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai kegiatan digelar untuk mewarnai dan menyemarakkan Imlek yang tahun ini disebut Tahun Ayam Emas.
Ketua panitia perayaan Imlek tingkat Kota Makassar, dr Ferdy Sutono menjelaskan, ada beberapa rangkaian acara yang akan dan telah dilakukan.
Berdasarkan agenda yang telah disusun, pada 29 Januari mendatang, akan digelar open house di Restoran Bambuden III mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai. Kegiatan ini merupakan pertemuan antara masyarakat Tionghoa, organisasi massa di Sulawesi, pejabat pemerintah baik provinsi maupun kota, tokoh masyarakat dan warga Makassar.
Dalam kegiatan itu, akan digelar doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sulsel khususnya, dan Indonesia umumnya. Doa bersama akan dipimpin enam tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
Agenda lain yang digelar adalah Dialog Kebangsaan pada 5 Februari di Makassar Golden Hotel. Kegiatan itu, menurut rencana, akan dihadiri oleh Yenny Wahid, anak dari mantan Presiden KH Abdurahman Wahid alias Gusdur.
Masih rangkaian perayaan Imlek, juga akan dilaksanakan malam Satu Hati pada 9 Februari. Berbagai pertunjukan kesenian akan ditampilkan pada hari itu.
Puncaknya pada 11 Februari mendatang. Ada event Jappa Jokka yang dipusatkan di Jalan Sulawesi. Akan ada karnaval budaya, bazaar hingga pertunjukan seni, seperti barongsai. Jappa Jokka ini sudah 15 tahun dilaksanakan.
Sebelumnya, sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Imlek. Khususnya yang berhubungan dengan bakti sosial.
“Beberapa ormas melakukan kunjungan ke rumah masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, juga sudah dilakukan bedah rumah bagi yang memiliki tempat tinggal tidak layak, ” jelas Ferdy.
Dia melanjutkan, tahun ini, perayaan Imlek mengusung tema; Dengan Semangat Imlek Kita Merawat Kebersamaan Antarsemua Komponen.
Simbol Ayam Emas di tahun ini diharapkan menjadi semangat untuk lebih berguna dan rajin. Bukan hanya dalam mencari rezeki, namun juga dalam menjalin pertemanan.
“Ayam itu sebagai hewan yang rajin bangun pagi, paling bersemangat membangunkan orang. Filosofinya, kita manusia hendaknya jadi orang berguna. Lebih rajin, bukan hanya cari rezeki, tapi memperluas persahabatan,” jelas Ferdy.
Semangat Imlek juga diharapkan bisa menjadi momen instropeksi diri agar ke depan bisa lebih baik. Kebersamaan dan semangat kekeluargaan antarkomponen bangsa semakin terjalin tanpa memandang suku, ras, maupun agama. (rhm-rif/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

