pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

OLAHRAGA yang satu ini memang mirip dengan skateboard yang biasa dikenal. Perbedaannya terletak pada sistem papan luncur yang digunakan selama bermain.

Laporan: Arif Alqadry

JIKA biasanya menggunakan papan luncur beroda ketika bermain skateboard dan menggerakannya secara manual dengan kaki, lain halnya dengan hoverboard. Alat ini dikembangkan dengan tenaga listrik sehingga bisa bergerak sendiri.
Empat mesin yang berbentuk cakram dalam hoverboard menghasilkan medan magnet yang membuat papan hoverboard melayang. Bagi yang ingin memainkannya, yang perlu dilakukan hanyalah menyeimbangkan tubuh di atas papan hoverboard yang bergerak.
Beragam gaya asyik dan seru bisa diperagakan di atas papan luncur canggih ini. Mulai dari gaya berdiri, jongkok hingga mencoba berbaring.
Salah satu pengunjung sebuah mal di Makassar, Rio tertarik untuk mencoba alat ini. Meski usianya sudah 28 tahun, namun ia mengaku penasaran ingin memainkannya.
“Baru pertama kali saya coba permainan ini. Ternyata tidak susahji dipakai dan asyik. Biasa saya cuma lihat ini permainan di televisi, sekarang saya sudah bisa rasakan langsung bermain,” ujarnya.
Selain hoverboard, Rio juga mengaku sering mencoba permainan yang ada di mal jika dia berkunjung. Apalagi dia mengaku rutin berkunjung ke mal untuk mengisi waktu lowongnya.
“Kalau saya ke mal terus ada uang, biasa saya coba permainan seperti ice skating dan beberapa permainan lainnya,” katanya.
Lain lagi dengan Putri. Cewek yang masih duduk di bangku SMA ini mengaku sudah sering bermain hoverboard. Bahkan ia sudah punya sendiri alatnya.
”Suka saja mainnya. Apalagi ada sensasi lain kalua kita memakainya. Apalagi kalau di lapangan terbuka, bisa berlari kencang,” ujarnya. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Beberapa program unggulan Berita Kota Makassar mendapat sambutan baik dari peserta Media Forum dalam rangka Hari Komunikasi Nasional (Harkomnas) yang digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Selasa (11/10). Program tersebut dianggap mampu mencerdaskan masyarakat.
Saat Media Forum dihelat, dua moderator memaparkan tentang bagaimana media menampilkan berita, tidak hanya dari sisi informasi saja, tetapi juga berita-berita tersebut diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat.
Moderator menyebut, Berita Kota Makassar sebagai salah satu media lokal di Makassar dinilai memiliki beberapa program yang ikut mencerdaskan masyarakat.
“Di sini hadir dari Berita Kota Makassar yakni Bapak Mustawa Nur. Sebenarnya bagaimana peran dari jurnalis untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar moderator kepada Mustawa Nur.
Direktur Berita Kota Makassar, Mustawa Nur sebagai satu-satunya media cetak yang diberi kesempatan berbicara di acara ini mengatakan, saat ini media cetak mendapat tantangan yang berat di tengah gempuran media online.
“Tapi bagi kami di Berita Kota ini adalah tantangan. Untuk itu kami harus melakukan inovasi. Inovasi yang kami buat harus berorientasi mencerdaskan bangsa,” kata Mustawa.
Media cetak, lanjut Mustawa, tidak lagi harus mencari berita, tetapi menciptakan berita atau informasi. “Sudah banyak informasi yang kami ciptakan dan ternyata mampu mendorong kemajuan di beberapa aspek kemasyarakatan,” kata Mustawa lagi.
Beberapa program yang dilakukan Berita Kota Makassar dalam rangka mencerdaskan masyarakat seperti Gerakan Makassar Bebas Sampah (Mabasa), Makassar Bersihkan Lorong-lorong (Mabello), dan Makassar Majukan Lorong (Majurong).
Program ini, kata Mustawa, mampu mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari penyakit dan banjir.
Saat ini juga, lanjutnya, Berita Kota Makassar akan segera menggelar Jaksa Samborita yang mengedukasi pengguna anggaran di SKPD agar mengelola anggaran secara bersih dan transparan. Dengan demikian, tingkat korupsi bisa berkurang.
“Itulah edukasi yang kami lakukan sehingga mendapat sambutan baik. Kami ini media cetak ingin maju. Dan tidak ada media yang maju jika daerahnya tidak maju. Kami media cetak masih ingin hidup 1.000 tahun lagi,” ujar Mustawa yang disambut aplaus para peserta Media Forum.
Sekadar diketahui, agenda Media Forum ini adalah salah satu rangkaian kegiatan Harkomnas yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 11 hingga 13 Oktober di Hotel Gammara Makassar.
Selain Media Forum juga digelar Konferensi Nasional Komunikasi (KNK), workshop penulisan buku dan HKI, ISKI Award 2016 dan kegiatan lain yang melibatkan unsur akademisi, mahasiswa dan praktisi komunikasi tanah air. (jun/rus)