<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Danau Tempe Arsip - Berita Kota Makassar</title>
	<atom:link href="https://beritakotamakassar.com/Topik/danau-tempe/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritakotamakassar.com/Topik/danau-tempe/</link>
	<description>Satu Informasi Empat Media</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 23:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://beritakotamakassar.com/wp-content/uploads/2021/03/favicon-1-80x80.png</url>
	<title>Danau Tempe Arsip - Berita Kota Makassar</title>
	<link>https://beritakotamakassar.com/Topik/danau-tempe/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikan Sapu-sapu Ancaman Bagi Nelayan di Danau Tempe</title>
		<link>https://beritakotamakassar.com/2026/05/11/ikan-sapu-sapu-ancaman-bagi-nelayan-di-danau-tempe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ronalyw]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 23:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem perairan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan sapu-sapu]]></category>
		<category><![CDATA[spesies invasif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritakotamakassar.com/?p=430011</guid>

					<description><![CDATA[<p>SOPPENG BKM –Keberadaan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) bukan hanya menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan lokal di sejumlah wilayah seperti di Jakarta, populasinya juga dikeluhkan nelayan di Danau Tempe yang sebagian wilayahnya masuk ke Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Saat ini ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) telah berkembang biak. Keberadaan spesies invasif ini makin mendominasi perairan, membuat ... <a title="Ikan Sapu-sapu Ancaman Bagi Nelayan di Danau Tempe" class="read-more" href="https://beritakotamakassar.com/2026/05/11/ikan-sapu-sapu-ancaman-bagi-nelayan-di-danau-tempe/" aria-label="Selengkapnya tentang Ikan Sapu-sapu Ancaman Bagi Nelayan di Danau Tempe">Baca Selengkapnya</a></p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/05/11/ikan-sapu-sapu-ancaman-bagi-nelayan-di-danau-tempe/">Ikan Sapu-sapu Ancaman Bagi Nelayan di Danau Tempe</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SOPPENG BKM –Keberadaan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) bukan hanya menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan lokal di  sejumlah wilayah seperti di Jakarta, populasinya juga dikeluhkan nelayan di Danau Tempe yang sebagian wilayahnya masuk ke Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.</p>
<p>Saat ini ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) telah berkembang biak. Keberadaan spesies invasif ini makin mendominasi perairan, membuat para nelayan setempat semakin kesulitan, merugi, dan hasil tangkapan ikan bernilai ekonomi makin menurun drastis. </p>
<p>Di Kelurahan Limpomajang, Kelurahan Kaca, pinggir danau dan sekitarnya, Kecamatan Marioriawa, keluhan nelayan sama semua, setiap kali jaring ditarik, isinya lebih banyak ikan sapu-sapu dibanding ikan mas, mujair, gabus, atau ikan khas Danau Tempe lainnya. </p>
<blockquote><p>Keluhan Utama dan Dampak Ikan Sapu-Sapu:</p>
<p>Ledakan populasi ikan sapu-sapu mengancam keberadaan ikan asli sungai karena sifatnya yang agresif dalam berebut makanan dan ruang habitat. </p>
<p>Perilaku menggali (burrowing behavior) ikan sapu-sapu untuk sarang dapat menyebabkan erosi tebing sungai dan merusak tanggul. </p>
<p>Pakar memperingatkan untuk tidak mengonsumsi ikan ini karena hidup di perairan tercemar, berpotensi kontaminasi logam berat, dan parasit berbahaya. </p>
<p>Ledakan populasi di sungai-sungai meresahkan pemancing karena ikan asli menjadi sulit didapat. </p></blockquote>
<p>&#8220;Ikan ini kulitnya keras, berduri tajam, daging sedikit, dan hampir tak ada nilai jual paling banyak dipakai pakan ternak atau malah dibuang begitu saja.ujar Ismail (53) Nelayan Mate,e Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa,saat dihubungi BKM, Minggu (10/5)<br />
“Sudah dua tahun terakhir makin parah. Dulu sekali tarik jaring dapat puluhan ikan, sekarang malah dapat sapu-sapu sampai berkarung-karung, tak ada yang mau beli. Tenaga habis, bensin habis, tapi pulang tak dapat untung,” keluh Ismail. </p>
<p>Masalahnya bukan cuma tak laku dijual. Ikan sapu-sapu sangat merugikan ekosistem: memakan makanan dasar, memakan telur ikan lokal, mengaduk dasar lumpur bikin air keruh, merusak tanaman air, bahkan sering merobek jaring dan alat tangkap nelayan. Mereka berkembang biak sangat cepat, tahan air kotor, dan tak ada musuh alami di sini, makanya jumlahnya meledak tak terkendali jelas Ismail.</p>
<p>Lanjut Ismail menambahkan bahwa, jika terus begini Nelayan di sini akan habis.Menurutnya dulu sebelum ikan Sapu-sapu berkembang biak di Danau ada sekitar 100 Nelayan sekarang bisa dihitung jari karena yang punya Sawah kebun mereka lebih memilih berkebun dan berawah dan banyak juga yang pergi merantau jelasnya.<br />
&#8220;Dulu pak Rumah terapung di Danau ada 50 rumah sekarang rumah terapung tinggal 5 unit saja, itu pun hanya dijadikan tempat alat nelayan saja tidak ada lagi nelayan yang tinggal apalagi bermalam,&#8221;kata Ismail.</p>
<p>Seandainya pemerintah menganggarkan untuk pemusnahan massal ikan sapu-sapu,apalagi Danau Tempe berada di tiga kabupaten yakni Soppeng Wajo dan Sidrap, maka nelayan akan turun membasminya,harapnya.</p>
<p>Hal senada yang disampaikan oleh salah seorang nelayan bernama Manang.Ia mengungkapkan bahwa sekitar tujuh tahun lalu Danau Tempe masih menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat nelayan. Namun kondisi itu kini tinggal kenangan.<br />
“Beberapa tahun terakhir saya sudah jarang turun ke danau mencari ikan, karena hasil tangkapan sudah sangat berkurang,” ujar Manang.<br />
Menurutnya, jenis ikan bernilai ekonomis seperti nila, gabus, bungo, emas, dan sepat semakin sulit ditemukan. Sebaliknya, ikan sapu-sapu justru mendominasi perairan Danau Tempe dan dinilai merugikan nelayan.</p>
<p>“Sekarang lebih banyak ikan sapu-sapu daripada ikan yang bisa dijual. Itu yang membuat kami nelayan susah,” jelasnya.<br />
Hal senada dikatakan Lasse, bahwa penurunan hasil tangkapan ini berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan. Tidak sedikit warga yang memilih merantau ke daerah lain, sementara sebagian lainnya beralih menjadi petani atau mencari pekerjaan alternatif demi memenuhi kebutuhan keluarga.</p>
<p>Belum lagi kerugian tambahan jaring dan alat tangkap sering robek atau rusak tersangkut duri ikan ini. Biaya perbaikan dan penggantian alat semakin membebani, sementara pendapatan justru makin menipis. </p>
<p>&#8220;Banyak nelayan tua yang bingung dan pasrah, anak-anak muda mulai pergi merantau karena tidak ada lagi harapan hidup dari danau ini.&#8221; tutup Lasse.<br />
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng, Erman Asnawi  yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa,ikan sapu-sapu sudah ada pabriknya di UPTD Penrikanan di Salo mate Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa dengan kapasitas 500 kg. Itu untuk digunakan masyarakat untuk menghancurkan ikan sapu-sapu untuk makanan itik, ayam dan sebagainya. </p>
<p>Untuk penganggaran pemerintah beli ikan sapu-sapu kepada masyarakat belum ada.<br />
Bukan hanya nelayan Kabupaten Soppeng mengeluh tapi semua nelayan seperti Kabupaten Wajo dan Sidrap yang memiliki wilayah danau semua mengeluh.&#8221;Pesan saya kepada nelayan supaya jika ada ikan sapu-sapu ditangkap  jangan dilepas kembali ke danau,&#8221; pinta Ermam.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah pakar kesehatan memperingatkan untuk tidak mengonsumsi ikan ini karena hidup di perairan tercemar, berpotensi kontaminasi logam berat, dan parasit berbahaya.(ono)</p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/05/11/ikan-sapu-sapu-ancaman-bagi-nelayan-di-danau-tempe/">Ikan Sapu-sapu Ancaman Bagi Nelayan di Danau Tempe</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CSIRO Gelar Workshop Bahas Proyek AquaWatch</title>
		<link>https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/csiro-gelar-workshop-bahas-proyek-aquawatch/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ronalyw]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 23:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sulselbar]]></category>
		<category><![CDATA[aquawatch australia]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan kualitas air]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi sensor satelit]]></category>
		<category><![CDATA[workshop csiro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritakotamakassar.com/?p=428369</guid>

					<description><![CDATA[<p>SENGKANG, BKM &#8212; Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Australia menggelar Workshop bersama Pemerintah Kabupaten Wajo di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo baru-baru ini. Pertemuan tersebut membahas proyek demonstrasi teknologi di Danau Tempe menggunakan sistem pemantauan terintegrasi demi wawasan kualitas air yang lebih baik. Proyek ini didanai oleh Departemen ... <a title="CSIRO Gelar Workshop Bahas Proyek AquaWatch" class="read-more" href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/csiro-gelar-workshop-bahas-proyek-aquawatch/" aria-label="Selengkapnya tentang CSIRO Gelar Workshop Bahas Proyek AquaWatch">Baca Selengkapnya</a></p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/csiro-gelar-workshop-bahas-proyek-aquawatch/">CSIRO Gelar Workshop Bahas Proyek AquaWatch</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SENGKANG, BKM &#8212; Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)  Australia menggelar Workshop bersama Pemerintah Kabupaten Wajo di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo baru-baru ini. </p>
<p>Pertemuan tersebut membahas proyek demonstrasi teknologi di Danau Tempe menggunakan sistem pemantauan terintegrasi demi wawasan kualitas air yang lebih baik.<br />
Proyek ini didanai oleh Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan dan Air, Department of Climate Change, Energy, Environment and water (DCCEEW) Australia bekerja sama dengan BAPPENAS.<br />
Melalui sistem Aqua Watch Data System, CSIRO Australia mengungkap hal ini guna membangun kapasitas peningkatan sistem informasi Danau dalam waktu yang lebih panjang.</p>
<p>Sekkab Wajo Armayani didampingi Kepala Bappelitbangda Wajo, Muhammad Ilyas dan sejumlah perwakilan OPD jajaran Pemkab Wajo. Menanggapi hal itu, Bupati Wajo Andi Rosman menyambut baik apa yang menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, Sangat penting diterapkan pemasangan alat sensor kualitas air berbasis satelit demi kualitas Danau Tempe itu sendiri.<br />
&#8220;Tentu kami Pemerintah Kabupaten Wajo menyambut baik hal ini, apalagi fokus pada kualitas Danau kita. Mengingat, Danau Tempe adalah danau tektonik purba dan danau alami terbesar kedua di Sulawesi Selatan,&#8221; ujar Bupati Andi Rosman </p>
<p>Olehnya itu, ia berharap apa yang menjadi fokus pemerintah betul-betul dapat memberi dampak yang luar biasa kepada masyarakat.<br />
&#8220;Semoga dengan adanya pertemuan pembahasan demonstrasi teknologi di Danau Tempe memberi angin segar bagi masyarakat, khususnya para Nelayan dan warga yang bermukim di sekitar atau di pesisir Danau,&#8221; harapnya. (rls)</p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/csiro-gelar-workshop-bahas-proyek-aquawatch/">CSIRO Gelar Workshop Bahas Proyek AquaWatch</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adaptasi Iklim: 4 Lokasi Prioritas Program Danau Tempe</title>
		<link>https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/adaptasi-iklim-4-lokasi-prioritas-program-danau-tempe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ronalyw]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 23:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sulselbar]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[kehutanan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[konsorsium yayasan]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola lanskap berkelanjutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritakotamakassar.com/?p=428413</guid>

					<description><![CDATA[<p>SENGKANG, BKM &#8212; Bupati Wajo Andi Rosman menerima perwakilan Konsorsium Yayasan Yayasan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat sekaligus menggelar pertemuan membahas pelaksanaan program adaptasi perubahan iklim bertajuk &#8220;Tata Kelola Lanskap Berkelanjutan; Menuju Ketahanan Iklim Masyarakat di Ekosistem Danau Tempe&#8221; di Rumah Jabatan Bupati Wajo baru-baru ini. Program pelestarian dan adaptasi lingkungan dilaksanakan atas kerjasama Konsorsium dengan ... <a title="Adaptasi Iklim: 4 Lokasi Prioritas Program Danau Tempe" class="read-more" href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/adaptasi-iklim-4-lokasi-prioritas-program-danau-tempe/" aria-label="Selengkapnya tentang Adaptasi Iklim: 4 Lokasi Prioritas Program Danau Tempe">Baca Selengkapnya</a></p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/adaptasi-iklim-4-lokasi-prioritas-program-danau-tempe/">Adaptasi Iklim: 4 Lokasi Prioritas Program Danau Tempe</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SENGKANG, BKM &#8212; Bupati Wajo Andi Rosman menerima perwakilan Konsorsium Yayasan Yayasan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat sekaligus menggelar pertemuan membahas pelaksanaan program adaptasi perubahan iklim bertajuk &#8220;Tata Kelola Lanskap Berkelanjutan; Menuju Ketahanan Iklim Masyarakat di Ekosistem Danau Tempe&#8221; di Rumah Jabatan Bupati Wajo baru-baru ini.<br />
Program pelestarian dan adaptasi lingkungan dilaksanakan atas kerjasama Konsorsium dengan Kemitraan (Partnership for Governance Reform).  Andi Rosman menyambut baik apa rencana yang disampaikan Yayasan Tim Layanan Kehutanan itu, bahkan mendukung penuh sebab melalui dukungan pendanaan dari Adaptation Fund. </p>
<p>Pada tahap awal, program ini telah menetapkan empat lokasi intervensi utama, yakni Kelurahan Laelo, Kelurahan Salomenraleng, Desa Benteng Lompoe, dan Desa Ujung Pero.<br />
&#8220;Kami tentu menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya akurasi dalam penentuan wilayah sasaran agar program tepat guna,&#8221; ujar Bupati Andi Rosman.</p>
<p>Dia bahkan memberikan masukan strategis agar tim program melakukan kajian lebih mendalam untuk mengidentifikasi titik-titik yang paling rentan dan benar-benar terdampak oleh perubahan iklim.<br />
&#8220;Kami mengusulkan perluasan kajian ke wilayah Kecamatan Belawa, secara spesifik di Desa Lompo Rilau dan Desa Lautang, untuk dipertimbangkan sebagai area intervensi tambahan,&#8221; katanya.<br />
&#8220;Pengelolaan Danau Tempe yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara parsial. Saya menginstruksikan agar program ini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari masyarakat hingga jajaran pemerintahan,&#8221; sambungnya</p>
<p>Tak sampai disitu, ia juga mengusulkan pembuatan surat disposisi resmi dari Kepala Daerah yang akan ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.<br />
&#8220;Langkah ini dinilai esensial agar seluruh elemen birokrasi dapat bergerak sejalan dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program,&#8221; paparnya.<br />
Olehnya itu, pihaknya menyatakan bersedia untuk menghadiri Workshop sekaligus Kick Off program yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 April 2026 di Kota Makassar.<br />
Dalam agenda penting tersebut, ia juga tengah mempertimbangkan untuk hadir memberikan sambutan sekaligus bertindak sebagai narasumber.</p>
<p>&#8220;Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan lembaga donor ini, diharapkan ekosistem Danau Tempe dapat terkelola secara lebih berkelanjutan, serta masyarakat di sekitarnya memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan,&#8221; tandasnya. (rls)</p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2026/04/22/adaptasi-iklim-4-lokasi-prioritas-program-danau-tempe/">Adaptasi Iklim: 4 Lokasi Prioritas Program Danau Tempe</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Wajo Kunjungi BBWS Pompengan-Jeneberang</title>
		<link>https://beritakotamakassar.com/2025/12/30/bupati-wajo-kunjungi-bbws-pompengan-jeneberang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ronalyw]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 23:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sulselbar]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Rosman]]></category>
		<category><![CDATA[BBWS Pompengan-Jeneberang]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritakotamakassar.com/?p=418839</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAJO, BKM &#8212; Bupati Wajo, Andi Rosman melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS) di Makassar baru-baru ini. Kunjungan tersebut dalam rangka Koordinasi dan Konsultasi terkait rencana pengembangan Desa Wisata di sekitar Danau Tempe. &#8220;Danau Tempe adalah sebuah kebanggaan masyarakat Wajo dan ini menjadi perhatian penting bagi kami agar memberi perhatian ... <a title="Bupati Wajo Kunjungi BBWS Pompengan-Jeneberang" class="read-more" href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/30/bupati-wajo-kunjungi-bbws-pompengan-jeneberang/" aria-label="Selengkapnya tentang Bupati Wajo Kunjungi BBWS Pompengan-Jeneberang">Baca Selengkapnya</a></p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/30/bupati-wajo-kunjungi-bbws-pompengan-jeneberang/">Bupati Wajo Kunjungi BBWS Pompengan-Jeneberang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>WAJO, BKM &#8212; Bupati Wajo, Andi Rosman melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS) di Makassar baru-baru ini. Kunjungan tersebut dalam rangka Koordinasi dan Konsultasi terkait rencana pengembangan Desa Wisata di sekitar Danau Tempe.<br />
&#8220;Danau Tempe adalah sebuah kebanggaan masyarakat Wajo dan ini menjadi perhatian penting bagi kami agar memberi perhatian bagaimana Danau ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,&#8221; ujar Andi Rosman.</p>
<p>Dia menambahkan kini pihaknya pun mengajukan permohonan pemanfaatan lahan untuk tanggul Radi A Gani. &#8220;Pertimbangannya kami ingin memanfaatkan para pelaku UMKM yang ada di pesisir Danau. Kalau ini terealisasi maka yakin dan percaya akan ada wisata yang berkembang di sana,&#8221; paparnya.<br />
Di samping itu, Andi Rosman menekankan dengan adanya pemanfaatan tanggul Radi A Gani, bakal memberikan kesadaran bagi masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajukan permohonan soal Rumah Apung di Danau Tempe.</p>
<p>&#8220;Kami juga sudah melihat ada tiga Desa yang punya potensi besar dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Seperti Desa Nepo, Pakkanna dan Pajalele. Begitupun rumah terapung, memang sudah ada sejumlah objek rumah terapung tapi kami mencoba dengan adanya tanggul Radi A Gani maka pengunjung dapat menikmati akses tanpa ragu,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap permohonan ini dapat ditindaklanjuti agar mampu memberi serta meningkatkan kesejahteraan khususnya perekonomian masyarakat Wajo.<br />
&#8220;Kemungkinan besar akan muncul pusat kuliner terpanjang. Dan ini menjadi perhatian kami semoga dapat dukungan dari Pemerintah Provinsi dan pusat,&#8221; tandasnya. (rls)</p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/30/bupati-wajo-kunjungi-bbws-pompengan-jeneberang/">Bupati Wajo Kunjungi BBWS Pompengan-Jeneberang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
