<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mekanisme PAW Arsip - Berita Kota Makassar</title>
	<atom:link href="https://beritakotamakassar.com/Topik/mekanisme-paw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritakotamakassar.com/Topik/mekanisme-paw/</link>
	<description>Satu Informasi Empat Media</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2025 23:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://beritakotamakassar.com/wp-content/uploads/2021/03/favicon-1-80x80.png</url>
	<title>Mekanisme PAW Arsip - Berita Kota Makassar</title>
	<link>https://beritakotamakassar.com/Topik/mekanisme-paw/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPU Tak Lagi Ajukan Nama PAW Selama Sengketa</title>
		<link>https://beritakotamakassar.com/2025/12/16/kpu-tak-lagi-ajukan-nama-paw-selama-sengketa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ronalyw]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 23:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Adiwijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Kehormatan DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[KPU Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Mekanisme PAW]]></category>
		<category><![CDATA[PAW Anggota DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[PKPU 3/2025]]></category>
		<category><![CDATA[Putusan Inkrah]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Partai]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Pemilu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritakotamakassar.com/?p=417849</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, BKM&#8211;Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak masuk dalam mekanisme pemberhentian atau penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRD karena hal tersebut memiliki prosedur tersendiri di lembaga DPRD. &#8220;Kami tidak mengetahui mekanisme di sana, karena pemberhentian anggota DPRD berlangsung melalui Badan Kehormatan dan dilanjutkan ke rapat paripurna,&#8221;ujar Ahmad Adiwijaya saat sosialisasi PAW anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota di Aula ... <a title="KPU Tak Lagi Ajukan Nama PAW Selama Sengketa" class="read-more" href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/16/kpu-tak-lagi-ajukan-nama-paw-selama-sengketa/" aria-label="Selengkapnya tentang KPU Tak Lagi Ajukan Nama PAW Selama Sengketa">Baca Selengkapnya</a></p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/16/kpu-tak-lagi-ajukan-nama-paw-selama-sengketa/">KPU Tak Lagi Ajukan Nama PAW Selama Sengketa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, BKM&#8211;Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak masuk dalam mekanisme pemberhentian atau penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRD karena hal tersebut memiliki prosedur tersendiri di lembaga DPRD.<br />
&#8220;Kami tidak mengetahui mekanisme di sana, karena pemberhentian anggota DPRD berlangsung melalui Badan Kehormatan dan dilanjutkan ke rapat paripurna,&#8221;ujar Ahmad Adiwijaya saat sosialisasi PAW anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota di Aula Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (15/12).</p>
<p>KPU Sulsel menegaskan hal ini setelah adanya perubahan mendasar dalam mekanisme PAW anggota DPRD seiring berlakunya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2025.<br />
Menurut Adiwijaya, perubahan paling prinsip dibandingkan aturan sebelumnya terdapat pada Pasal 7 PKPU Nomor 3 Tahun 2025. Aturan ini berbeda dengan PKPU Nomor 6 Tahun 2017 sebagaimana diubah dengan PKPU Nomor 6 Tahun 2019.</p>
<p>Ia menjelaskan, apabila terdapat upaya hukum terhadap anggota partai politik atau anggota DPRD yang diberhentikan, KPU provinsi baru dapat menyampaikan nama calon PAW setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.<br />
&#8220;Apabila ada upaya hukum terhadap anggota partai politik atau anggota DPRD yang diberhentikan, maka KPU provinsi baru akan menyampaikan nama setelah ada keputusan inkrah dari upaya hukum tersebut,” ujar Adiwijaya.</p>
<p>Pada aturan sebelumnya, KPU tetap menyampaikan nama calon PAW meskipun yang bersangkutan masih menempuh upaya hukum.<br />
Namun, mekanisme tersebut tidak lagi berlaku dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2025.<br />
&#8220;Sekarang kami tidak menyampaikan nama. KPU hanya menjawab surat pimpinan DPRD dalam waktu lima hari, bahwa kami belum bisa menyampaikan nama karena yang bersangkutan sedang melakukan upaya hukum,” jelasnya.</p>
<p>Dengan ketentuan tersebut, status anggota DPRD yang bersangkutan masih tetap berjalan dan berada dalam kewenangan internal DPRD.<br />
Terkait putusan inkrah, Adiwijaya menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi ketika yang bersangkutan tidak lagi menempuh upaya hukum. Putusan inkrah dapat berada di Mahkamah Partai, pengadilan perdata, maupun Mahkamah Agung.<br />
&#8220;Mekanisme banding tidak diatur secara rinci dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Artinya, putusan inkrah bisa saja terjadi di Mahkamah Partai,&#8221;jelasnya.<br />
Selama proses upaya hukum masih berlangsung, KPU belum dapat memproses PAW anggota DPRD yang bersangkutan.(rif)</p>
<p>Artikel <a href="https://beritakotamakassar.com/2025/12/16/kpu-tak-lagi-ajukan-nama-paw-selama-sengketa/">KPU Tak Lagi Ajukan Nama PAW Selama Sengketa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beritakotamakassar.com">Berita Kota Makassar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
