MAKASSAR, BKM–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali menekankan jika tak ada yang perlu diwaspadai dari angin monsun asia, yang akan melintasi sejumlah wilayah di Sulsel mulai 10-12 Januari ini.
menurut Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, kepada BKM, (Kamis (9/1), angin monsun asia hanyalah istilah angin saat musim hujan terjadi. Bukan semacam badai.
Bahkan saat ini wilayah di Sulsel memang telah dilewati angin monsun asia, bahkan sejak musim hujan terjadi.
Ia menambahkan, jika angin monsun atau angin baratan hanyalah istilah angin. Cirinya terjadi saat musim hujan.
Tandanya musim hujan dimulai memang karena adanya angin yang berasal dari arah barat, atau angin baratan, atau angin monsun asia. Berbeda dengan musim kemarau, angin yang melewati disebut monsun australia atau angin dari timur.
Angin monsun asia membawa massa uap air yang banyak, sedangkan angin monsun australia saat musim kemarau uap airnya sedikit bahkan kering.
“Kita sekarang kan memang sudah masuk monsun asia. Jadi yang berbahaya itu bukan angin monsun asianya, tapi kecepatan angin. Kecepatan angin itu yang mempengaruhi adalah awan atau angin yang ada di atmosfer,” jelas Asriani.
Angin kencang di Sulsel sendiri memang patut diwaspadai di cuaca ekstrim kali ini. Namun untuk bulan Januari ini, Asriani memperkirakan tidak akan terjadi lagi seperti angin kemcang pada 6 Januari lalu.
Bahkan angin kencang yang terjadi lalu bukan berasal dari angin monsun. Dijelaskan Asriani, kebetulan di Australia sedang low preasure atau bertekanan rendah.
“Biasanya angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Angin baratan ini kan bergerak dari wilayah barat ke timur, menuju ke selatan. Kita itu dilalui, makamya angin kencang,” paparnya.
Kecepatan angin tertinggi di puncak musim hujan ini terjadi hingha 42 knots. Namun ini telah terjadi di 6 Januari lalu. Sehingga diprediksi saat puncak hujan ini, kecepatan angin setinggi itu tidak terjadi lagi.
“Standarnya ekstrim itu di 25 knots. Kita tetap mewaspadai sampai tanggal 12 nanti. Paling kita prediksi paling kencang 25 knot atau 48 sampai 50 meter/jam. Kalau secencang yang kemarin, kami prediksi tidak lagi,” ungkapnya.
Waspada angin kencang diperkirakan terjadi di daerah pesisir barat Sulsel. Mulai dari garis pantai Pinrang terus keselatan hingga Takalar.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, kembali mengimbau untuk tetap waspada. Namun dikatakannya jangan terlalu terbawa ketakutan akan bencana.
Nurdin hanya meminta supaya masyarakat berdoa saja supaya dihindarkan dari bencana.
“Kita berdoa mudah-mudahan kita terhindar karena memang ini musimnya termasuk soal banjir kalau banjir jika menurunkan hujannya secara teratur insya Allah bisa terhindar termasuk angin bisa saja seperti itu,” katanya.
Sementara itu, sejumlah kepala daerah mulai mengantisipasi tingginya curah hujan dan akan terjadinya mosun asia. Seperti halnya Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengimbau agar warganya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak angin mounson asia.
“Saya menyikapi hal ini sebagai suatu fenomena alam. Tidak boleh kita main main harus siaga yang maksimal. Olehnya itu, saya mengajak warga saya untuk waspada agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” kata Taufan, kemarin.
Selain menyiapkan posko evakuasi sebagai bentuk kesiapsiagaan antisipasi, Taufan juga menginstruksikan kepada 22 lurah untuk melakukan zikir dan doa bersama warga.
“Saya perintahkan 22 kelurahan untuk zikir bersama dengan warganya. Saya juga akan ikut. Semoga dengan kekuatan doa dari masyarakat dan pemimpinnya bisa menghalau lintasan angin Mounson asia itu”. Kata Taufan.
Menjawab keresahan orangtua siswa terhadap anaknya yang bersekolah pada jadwal lintasan Angin Mounson, wali kota akan memanggil dinas pendidikan untuk rapat bersama perihal kebijakan yang akan ditempuh.
Selain Taufan Pawe, Bupati Pinrang, HA Irwan Hamid, juga tak henti hentinya mengingatkan warganya dan seluruh OPD mulai dinas, camat hingga kades dan lurah untuk selalu mengimbau masyarakat, terutama di daerah pesisir untuk lebih berhati-hati terhadap anomali cuaca yang mulai ekstrem ini.
Pasalnya, kata Bupati, wilayah Pinrang masuk zona yangakan dilintasi angin Munson sesuai data BMKG.
“Untuk itu mari mengajak semua warga agar senantiasa meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Memanjatkan doa agar daerah di Pinrang aman dari bencana. Kita harus tetap waspada hadapi cuaca ekstrem ini. Setidaknya bisa mengantisipasi, seperti menghindari pohon besar,”lontar Andi Irwan Hamid, kemarin.
Saat ini di Kabupaten Pinrang, sudah mendirikan posko siaga bencana sudah disiapkan di sejumlah titik.
Tujuannya untuk menginformasikan kondisi di lapangan selama musim hujan, dan jika terjadi bencana seperti angin kencang atau puting beliung.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang merilis data terbaru akibat terjangan angin kencang, Minggu (5/1) lalu sudah mencapai 888 Unit Rumah rusak ringan, sedang maupun rusak berat di sembilan kecamatan di wilayah Pinrang.
Hal senada dilakukan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan persiapan. Diantaranya mengecek kesiapan penggunaan pintu air dan pompa air. Begitu juga dengan saluran
sekunder agar berfungsi dengan baik, sehingga jika hujan deras terjadi, maka bisa dilakukan rekayasa aliran air.
Meskipun pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi bencana banjir, namun pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama saat
malam hari. Ia menyarakan agar barang – barang berharga disimpan di posisi yang lebih tinggi dan aman. Selain itu, aparat terkait juga sudah siap siaga untuk
melaksanakan tugas masing-masing jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Dinas Kesehatan sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh layanan kesehatan di Kota Makassar.
Ia mengatakan, Tim Gerak Cepat (TGC) sudah siap juga di bawah untuk bergerak ke wilayah potensi banjir. Sebanyak 200 orang TGC akan bergerak ke wilayah Makassar.
“Ada Tim Gerak Cepat, rumah sakit rujukan RSUD kota Makassar menjadi rujukan jika ada korban jiwa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, Taufiek Rahman mengatakan, pemadam menyiapkan 50 orang untuk masuk tim terpadu.
“Pemadam siap, ada 50 orang masuk tim terpadu, 20 orang cadangan,” katanya.
Tim ini akan bergerak ke titik bencana di Makassar. Dia mengatakan daerah sering kena bencana ada di lima kecamatan dan 12 Kelurahan seperti
Peccerakkang, Manggala, dan lainnya.(muh-ady-rhm-nug)
Taufan Pawe
MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menyerahkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota dan instansi vertikal yang ada di Sulsel, Senin (18/11) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.
Penyerahannya disaksikan langsung seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.
Digabung dengan alokasi dana vertikal seperti TNI, Polri, dan instansi kementerian lainnya, totalnya Rp52,79 triliun. Jumlah itu naik Rp860 miliar atau 1,65 persen persen, jika dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp51,93 triliun
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel Sudarmanto, mengatakan rincian belanja negara tersebut akan disalurkan melalui sembilan KPPN di wilayah Sulawesi Selatan. Terdiri dari belanja pemerintah pusat yang dikelola 802 satuan kerja (satker) kementerian/lembaga sebesar Rp20,4 triliun. Lebih rendah sekitar Rp1,56 triliun (7,1 persen) dibandingkan tahun berjalan sebesar Rp21,96 triliun.
Untuk DAK fisik dan dana desa sebesar Rp5,93 triliun, naik sekitar Rp140 miliar atau 2,42 persen dibandingkan dengan tahun berjalan sebesar Rp5,79 triliun.
APBN tahun 2020 mengambil tema; APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Inovasi dan penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam menegakkan kerangka pembangunan yang kuat dan kredibel, memacu perekonomian tumbuh lebih tinggi, menggairahkan investasi dan ekspor, serta mendorong daya saing nasional.
“Langkah tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang adil dan makmur, serta merata,” ujarnya.
“Belanja negara akan difokuskan untuk pelaksanaan dan penguatan berbagai program pembangunan seperti peningkatan sumber daya manusia, dan perlindungan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.
Antara lain, melalui bantuan operasional sekolah (BOS), kartu Indonesia pintar-kuliah (KIP-Kuliah), bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) bagi masyarakat miskin, kartu sembako, subsidi, program keluarga harapan (PKH), dan kartu prakerja. Pemerataan pembangunan ke daerah juga ditingkatkan. Antara lain melalui dana alokasi umum (DAU), dana transfer khusus, dan dana desa.
Gubernur HM Nurdin Abdullah meminta, baik satuan kerja lembaga negara maupun pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel untuk mempercepat penyerapan anggaran. ”Agar realisasinya bisa secepatnya dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan agar pemanfaatan pagu anggaran bagi 24 kabupaten/kota dapat bersinergi dengan program prioritas pemerintah pusat dan provinsi. “Mari kita lanjutkan sinergitas yang sudah berjalan baik ini,” kata Nurdin Abdullah.
Laporkan Jaksa
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar, menekanan kepada seluruh pengguna anggaran untuk melaksanakan kegiatan yang telah dirancang menggunakan dana sebagaimana mestinya, baik APBD maupun APBN. Pihaknya sebagai bagian dari TP4D akan melakukan pengawasan secara melekat dalam penggunaan anggaran yang ada.
Namun dia menekankan, pihaknya akan lebih mengedepankan sisi pencegahan dibanding penindakan.
“Jajaran kejaksaan akan bekerja sama dengan aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dalam menganalisa setiap laporan yang terindikasi korupsi,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan pesan dari jaksa agung, bahwa jajaran kejaksaan dilarang untuk bermain proyek. Jika ada yang didapat mengabaikan instruksi tersebut, dia meminta masyarakat untuk melaporkan ke pihaknya atau ke hotline yang telah disiapkan.
“Pesan jaksa agung minta jajaran kejaksaan untuk tidak bermain proyek. Kalau seandainya kedapatan ikut menghambat dan bermain, tolong disampaikan langsung ke kita. Ada hotline khusus disiapkan untuk terima masukan,” bebernya.
Pihaknya menjamin kerahasiaan warga yang melapor jika ada aparat kejaksaan yang bermain proyek. “Kalau ada yang terbukti, kami akan buka secara jelas dan transparan terhadap penanganan perkara khusus terkait tipikor ini,” tegasnya.
Tak Terima DID
Dari kabupaten/kota yang menerima DIPA, Kota Parepare merupakan daerah di Sulsel yang menerima dana transfer paling kecil, yakni sebesar Rp623 miliar. Selain itu, Parepare juga tidak menerima dana insentif daerah (DID) tahun depan.
Dikonfirmasi soal itu, Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengemukakan jika hampir seluruh daerah memang berkurang dana transfer yang diberikan dari pusat.
“Memang ada penurunan sedikit. Namun anggaran tersebut tetap akan kita optimalkan,” ungkap Taufan.
Dia menambahkan, sesuai arahan presiden, anggaran tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan yang menyentuh pelayanan atau hak-hak dasar.
“Yang jelas harus pro kepada rakyat. Kami mau melihat bahwa bukan banyaknya, tetapi bagaimana efisiensi penggunaannya tepat sasaran. Dananya akan digunakan dengan baik,” ujarnya.
Soal Parepare tidak keciprat DID tahun depan, Taufan mengaku belum dalami informasinya sejauh ini.
Berbeda dengan Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, yang mengaku daerahnya tidak menerima DID tahun depan karena salah satu syarat untuk memperoleh dana tersebut adalah daerah harus meraih opini WTP dari BPK.
“Jeneponto predikatnya masih WDP. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dapat raih WTP, sehingga bisa dapat DID tahun selanjutnya,” ujar Ikhsan. (rhm/rus)

