×
Connect with us

Sulselbar

Kepala UPTD Dikpora Meneror

-

PINRANG, BKM — Perbuatan tidak bertanggung jawab dan tidak mencerminkan seorang pemimpin dipertontonkan Ridwan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang .
Senin (13/7) sekitar pukul 11.30 Wita, ratusan massa di bawah komando Ridwan mendatangi rumah Direktur Pinrang Corruption Watch (PCW) Nukman di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Mereka melakukan aksi teror terkait pemberitaan pemotongan gaji 13 di UPTD Dikpora Duampanua.
Kepada BKM, Selasa (14/7), Nukman menjelaskan, rombongan yang datang ke rumahnya berjumlah ratusan orang. Ada yang mengenakan seragam PNS, ada juga preman.
”Karena banyaknya, sampai-sampai mereka memenuhi jalan di depan rumah saya. Ada yang membawa kayu balok dan langsung masuk ke dalam rumah dan hendak melakukan pemukulan. Mereka juga mengancam saya,” jelas Nukman.
Kepala UPTD Dikpora Duampanua meminta kepada Nukman untuk segera mencabut laporannya terkait pemotongan gaji 13 PNS guru dan kepala sekolah, yang saat ini sementara berproses di Polres Pinrang.
Aksi massa yang dibawa Ridwan tidak berhenti sampai disitu. Mereka kemudian mendatangi rumah wartawan Berita Kota Makassar Gunawan di BTN Cahaya Tiga Berlian.
Namun, massa tidak mendapati wartawan BKM di rumahnya. Tapi mereka sempat melakukan teror kepada keluarga.
Salah seorang wanita yang datang ini menggertak anak wartawan BKM. ”Mana bapakmu, suruh keluar,” cetusnya.
Anak yang tidak tahu apa-apa itupun langsung kaget bukan kepalang, dan lari ke rumah tetangga mencari ibunya. Karena kagetnya, sang anak kini trauma dan sakit.
Aksi teror dan gaya preman ini sangat disayangkan Gunawan. Apalagi sampai mengerahkan massa dalam jumlah banyak. Bahkan sebagian diantaranya adalah PNS.
”Ini harus disikapi oleh pimpinan PNS tersebut, karena sudah mencoreng institusi,” cetus Gunawan.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Yoyok Dwi Purnomo yang dikonfirmasi terkait laporan Direktur PCW terkait kasus pemotongan gaji 13 PNS guru di UPTD Duampanua yang masuk, Senin (13/7), berjanji akan menindaklanjuti secepatnya. ”Laporannya sudah kami terima dan segara akan kita proses,” tandas Yoyok.
Sementara Bupati Pinrang Aslam Patonangi yang dihubungi, mengaku baru mengetahui kasus ini Selasa pagi. Diapun berjanji akan membahas khusus masalah ini. ”Kami segera rapatkan kasus ini,” ujarnya. (gun/rus/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini