Connect with us

Metro

Hari Pertama Kerja, 252 Pegawai Pemkot Bolos

-

MAKASSAR, BKM– Hari pertama kerja pascaliburan Lebaran Idul Fitri ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Makassar bolos kerja, Rabu (22/7).
Hal itu diketahui setelah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh dan Badan Kepegawaian Daerah menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah ruangan kerja di Kantor Balai Kota, usai menggelar apel pagi.
Bahkan sidak yang digelar pukul 08.00 Wita, Danny sapaan akrab wali kota meminta daftar hadir pegawai untuk dicek dengan pegawai yang hadir.
Dari sidak tersebut, hasilnya, sebanyak 252 PNS dan tenaga honorer yang tidak masuk kantor atau bolos. Pegawai yang terbanyak bolos berada dilingkup sekretariat pemkot sebanyak 163 orang, pegawai dari gabungan dinas (Gadis) sebanyak 72 orang dan kompleks teduh bersinar sebanyak 17 orang.
Adapun pegawai lingkup sekretariat pemkot yang dimaksud antara lain Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebanyak delapan orang, Badan Arsip Perpustakaan sebanyak 11 orang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebanyak lima orang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebanyak enam orang, Badan Keluarga Berencana sebanyak satu orang, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebanyak empat orang, Bagian Pertanahan sebanyak tiga orang, Baian Hukum sebanyak empat orang, Bagian Keuangan sebanyak delapan orang, Bagian Protokol, Bagian Kerjasama sebanyak dua orang, Bagian Umum sebanyak 15 orang, Bagian Hubungan Masyarakat sebanyak lima orang, Bagian Perlengkapan serbanyak 24 orang, Bagian Kesejahterean Rakyat sebanyak tujuh orang.
Termasuk didalamnya pegawai dari Badan Narkotika sebanyak 16 orang, Sekretariat Korpri sebanyak dua orang, Kantor Ketahanan Pangan sebanyak 10 orang, Dinas Pemuda dan Olahraga sebanyak 23 orang dan Dinas Koperasi sebanyak 11 orang.
Sementara di gabungan dinas, pegawai yang bolos berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebanyak 47 orang, Dinas Perumahan sebanyak satu orang, Badan Perizinan perizinan sebanyak empat orang, dan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) sebanyak dua orang, Dinas Tata Ruang dan Bangunan sebanyak 11 orang, Dinas Pendapatan Daerah sebanyak tujuh orang.
Untuk kompleks teduh bersinar, pegawai yang bolos bekerja di Badan Pendidikan dan Pelatihan sebanyak 10 orang, Dinas kesehatan sebanyak tiga orang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebanyak satu orang dan Dinas Perhubungan sebanyak tiga orang.
Pegawai yang tidak hadir tersebut diambil sesuai data dari absensi scan.
Sekkot Makassar, Ibrahim Saleh menyesalkan atas ketidakhadiran ratusan pegawai tersebut. Sebab, waktu liburan lebaran yang diberikan pemerintah sudah cukup.
Ibrahim Saleh yang sering disapa Ibe ini akan segera mengeluarkan sikap tegas terhadap pegawai yang tidak masuk kerja dihari pertama pascalibur bersama. Bila perlu, kata dia, sesuai dengan peraturan, para PNS akan diberikan sanksi tegas sesuai PP 53 tentang disiplin PNS baik sanksi teguran sampai sanksi keras.
Tindakan tegas tersebut kata dia, akan segera dilakukan agar tingkat kesadaran PNS di Kota Makassar bisa lebih meningkat.
“Besok (hari ini) kita akan panggil menghadap untuk mendengar alasan mereka tidak hadir. Apakah alasannya rasional atau tidak, kalau tidak rasional kita akan berikan teguran tertulis,” ucap Ibe.
Sementara itu, Kepala bidang Kinerja di BKD Kota Makassar, Munandar mengatakan bahwa pegawai yang tidak hadir pada hari pertama masuk kerja akandipanggil untuk mengklarifikasi ketidakhadiran mereka.
Menurut Munandar, sebagian pegawai yang tidak hadir telah memberikan laporan atau konfirmasi terkait ketidakhadiran mereka melalui short message service (SMS).
“Ada meninggal orang tuanya, ada yang sakit, tidak dapat mobil, ada yang tidak ada berita, ada yang kemalaman dan kena macet di jalan,” beber Munandar.
Ia juga mengaku, kalau BKD terus melakukan pendataan pegawai yang tidak masuk kerja untuk pegawai di Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD) yang belum menerapkan absensi scan secara online.
Berbeda dengan PNS lingkup Pemkot makassar, kesadaran PNS Pemprov Sulsel untuk masuk kerja sesuai jadwal yang telah ditentukan semakin menggembirakan.
Hari pertama masuk kerja di lingkup Pemprov Sulsel, tingkat kehadiran PNS nyaris sempurna. Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, PNS lingkup Sekretariat Provinsi Sulsel yang berkantor di hari pertama kerja pasca libur lebaran mencapai 99,3 persen.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Mustari Soba mengatakan, berasarkan data absensi (finger print), PNS yang tidak masuk kemarin.
“Hanya delapan pegawai yang tidak masuk. Itu pun karena ada yang masih cuti, dan sakit. Sementara tanpa keterangan hanya satu dua orang saja,” jelas Mustari usai mengikuti apel pagi dirangkaikan halal bi halal dipimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Mustari menambahkan, bagi para pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan atau alasan yang jelas, pihaknya melalui masing-masing SKPD sudah menyiapkan sanksi bagi mereka. Sanksi yang diberikan tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan. Mulai teguran secara lisan hingga tulisan. Selain itu, akan ada pemotongan pakasi atau tunjangan kinerja.
Sementara itu, pada apel perdana yang dipimpin Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di lapangan upacara kantor Gubernur, para pegawai terlihat sangat antusias kembali bekerja.
Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, para pejabat di lingkup Pemprov, para pegawai dan awak media tampak membaur untuk saling bersalaman dan bermaafan.
Setelah pelaksanaan apel perdana dan halal bi halal, aktivitas di beberapa ruangan kantor terlihat sudah berjalan normal seperti biasa. Sejumlah kursi pegawai di berbagai ruangan tampak terisi oleh para pegawai yang mulai beraktfitas.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan sangat bersyukur karena tingkat kesadaran aparat pemerintah dan pegawai lingkup Pemprov Sulsel cukup tinggi. Indikatornya terlihat dari banyaknya pegawai yang ikut apel pagi di hari pertama masuk kerja.
Ia berharap dengan momen Idul fitri tahun ini, para aparat pemerintah bisa memiliki semangat baru untuk meningkatkan etos kerja.
“Saya melihat tingkat kehadiran pegawai di hari pertama ini nyaris sempurna. Kalaupun ada yang tidak hadir, saya yakin karena yang bersangkutan sakit, izin, atau cuti,” jelasnya.(rhm-man/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini