Gojentakmapan

Oknum Jaksa Diduga Terima Suap


TAKALAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar diterpa isu tak sedap. Beredar kabar sejumlah oknum jaksa menerima suap terkait penanganan kasus pungutan liar (pungli) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kategori dua (K2) oleh Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Takalar.
Kabar ini dibenarkan mantan Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKDD Takalar Arman yang dikonfirmasi, Kamis (23/7). Arman mengatakan bahwa otoritas BKDD Takalar tempatnya dulu bertugas pernah menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada salah seorang oknum jaksa, dengan maksud menghentikan kasus dugaan pungli CPNS K-2 yang sedang berproses di Kejari Takalar.
“Saya ini hanya bawahan. Kemungkinan uang tesebut dibawa oleh pemegang kebijakan di BKDD pada aparat hukum di kejaksaan,” beber Arman.
Arman mengaku bahwa permintaan sejumlah uang itu sebuah pemberian yang tulus dari CPNS yang akan menerima SK, tidak dapat dianggap sebagai gratifikasi.
“Rencananya uang yang terkumpul dari CPNS K2 akan dibelikan dua pasang kostum dan beberapa keperluan CPNS. Uang tersebut ikhlas mereka berikan yang ditandatangani di atas kertas materei,” beber Arman.
Terpisah, Kepala Kejari Takalar Ferry Tas yang dimintai konfirmasi via telepon selularnya, membantah keras tudingan Arman. Menurutnya, kasus pungli CPNS K2 masih dalam proses pendalaman dan tengah dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata dan pulbaket).
Ferry menjelaskan, uang yang diberikan Kepala BKDD Takalar kepada pihaknya adalah uang yang sebelumnya dipungut dari CPNS K2. Penyerahan uang tersebut adalah bagian dari tahap puldata dan pulbaket oleh tim investigasi Kejari Takalar.
“Jadi yang dimaksud itu bukan uang suap, melainkan dana yang ditemukan oleh tim investigasi puldata dan pulbaket yang tidak jelas peruntukannya. Jadi secara hukum uang tersebut bukan diserahkan untuk menghentikan proses hukum. Ngawur saja kalau tim pemeriksa masih berani main-main suap,” tegas Ferry. (ari-ril/c)

Komentar Anda





To Top
.