Sulselbar

Suhardi: Pengganti Saya Jauh Lebih Baik


MAMUJU, BKM — Idul Fitri adalah dua kata yang bermakna kembali kepada asal muasalnya mulai kejadian, yaitu fitrah atau kesucian. ”Bulan Ramadan telah pergi menghadap Sang Khalik. Sejumlah amalan setiap hamba selama bulan Ramadan telah dicatat para malaikat. Puasa telah mengajarkan tentang pengendalian dan kepedulian. Salah satu wujud kepedulian adalah dengan menunaikan ibadah zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta,” ungkap Bupati Mamuju, H Suhardi Duka saat berpidato di hadapan jamaah shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Kota Mamuju, Jumat pekan lalu.
Suhardi Duka mengatakan, dalam momen merayakan Idul Fitri seiring dengan berjalannya waktu, tak terasa sudah memasuki tahun terakhir dari 10 tahun kontrak sebagai pemimpin daerah di Kabupaten Mamuju sejak tahun 2005 dan akan berakhir pada 8 Oktober 2015. ”Masih banyak hal yang belum terlaksana terkait keinginan rakyat, kebutuhan dan kemajuan. Tapi sudah banyak prestasi yang diraih dari hasil kerja keras seluruh rakyat serta pemerintah daerah dalam mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Diakhir pidatonya, Suhardi menghaturkan permohonan maaf. ”Jika sekiranya ada khilaf, salah, dan masih ada aspirasi maupun harapan rakyat yang belum sempat saya tunaikan sampai akhir masa jabatan saya, itu karena keterbatasan yang membuat kita selaku manusia biasa yang punya dua tangan dan 10 jari. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan Insya Allah ke depan pemimpin daerah yang baru akan melanjutkan dan menyempurnakannya. Pengganti saya nanti akan jauh lebih baik dari saya. Akhirnya, saya selaku Bupati Mamuju baik atas nama pribadi maupun keluarga mengucapkan Selama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H,” katanya. (ala/mir/c)

Komentar Anda





To Top
.