Gojentakmapan

Tiga Tersangka Kasus Pengadaan Alper Pendidikan


PANGKEP, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkajene Kepulauan (Pangkep) menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengadaan alat peraga (alper) pendidikan di Dinas Pendidikan (Disdik) Pangkep.
Proyek pengadaan alper yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014 sebesar Rp1,27 miliar untuk 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut terindikasi tindak pidana korupsi.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pangkep, Herzen Suryo Pramudityo yang ditemui wartawan dikantornya, Rabu (22/7) membenarkan penetapan ketiga tersangka dalam kasus ini. Hanya saja, pihaknya belum dapat memublikasikan identitas ketiga tersangka, dengan alasan masih dalam tahap penyidikan.
“Sementara ada tiga yang kami tetapkan sebagai tersangka. Inisialnya kami belum berani sampaikan. Yang jelas ketiga tersangka ini adalah pihak yang terlibat dalam proses pengadaan itu,” beber Herzen usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55.
Mengenai dugaan keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pangkep M Ridwan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek pengadaan alper tersebut, Herzen mengaku, masih melakukan penyidikan lebih lanjut.
“Siapa-siapa yang ada dalam sistem pengadaan itu, salah satunya dari tiga tersangka itu,” katanya.
Kasi Pidana Khusus (Fidsus) Kejari Pangkep M. Ilham menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel. Kemungkinan, lanjut dia, akan ada tersangka baru dalam kasus ini.
“Kalau kepala sekolah yang menerima, sepertinya tidak terlibat. Karena pengakuannya, mereka hanya menerima dan tidak tahu apa itu yang diterima,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, tak satupun otoritas Disdik Pengkep yang bersedia memberi komentar terkait penetapan tiga tersangka oleh pihak Kejari Pangkep. (leo/ril/c)

Komentar Anda





To Top
.