Sulselbar

15 Desa Masuk Area Pembebasan Lahan Jalur KA


BARRU, BKM — Pembangunan jalur kereta api yang menempatkan Kabupaten Barru sebagai titik awal atau titik nol, bakal menyasar 15 desa sebagai wilayah yang akan dibebaskan lahannya. Untuk tahap awal, pembebasan lahan dari 15 desa itu berada di wilayah Kecamatan Barru dan Tanete Rilau.
Rencana ini diakui Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Pemkab Barru Fadly Parewe ketika dihubungi via handphone, Kamis (23/7). Hanya saja, ia tidak bisa menjelaskan secara rinci besaran nilai untuk lahan yang dibebaskan.
”Untuk anggaran pembebasan ditangani BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pemkab dalam hal ini Bagian Pertanahan hanya sebatas memfasilitasi wilayah desa yang masuk untuk dibebaskan. Silahkan hubungi Pak Hamzah di kantor BPN,” kata Fadly.
Mantan Camat Tanete Rilau ini hanya sebatas mengetahui jumlah desa yang akan dibebaskan lahannya. Wewenang pemkab hanya sebagai fasilitator dalam pembebasan lahan untuk jalur rel kereta api.
“Keterangan rinci terkait berapa desa yang telah dibebaskan lahannya dan berapa besar nilai ganti rugi dari areal yang akan dilalui rel kereta, bisa diperoleh melalui Pak Hamzah di Badan Pertanahan,” ujarnya lagi.
Sementara Hamzah yang berusaha dihubungi, tidak berhasil.
Kepala Seksi HTPT BPN Ida Kurniaty melalui handphone, mengatakan Hamzah sedang ada urusan diluar kantor. ”Sekarang sedang ada urusan diluar,” kata Ida. (udi/rus/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.