Sulselbar

Pelaku Curnak di Tongke-tongke Dibekuk


SINJAI, BKM — Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sinjai berhasil membekuk spesialis pencuri ternak (curnak) di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, pada Rabu (22/7) malam. Pelaku diketahui bernama Sahrin (40), warga Desa Tongke-tongke.
Penangkapan ini bermula ketika Marsuki, salah seorang warga Sinjai Timur melaporkan telah kehilangan ternak sapinya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap terduga pelaku. Setelah polisi yakin bahwa Sahrin berada di kediamannya, iapun langsung dibekuk.
Pelaku tidak bisa mengelak setelah polisi mendapati barang bukti berupa satu ekor sapi di sekitar kediamannya. Diapun kemudian digelandang ke Mapolres Sinjai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Andi Rahmat yang dikonfirmasi, mengatakan kasus ini sementara dalam pengembangan. “Siapa tahu dari hasil pengembangan masih ada pelaku lain,” ujarnya
Sahrin sendiri, kata Andi Rahmat, saat ini sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.
Tertangkapnya Sahrin, sedikit melegakan warga Sinjai yang belakangan ini resah resah dengan maraknya kasus pencurian ternak. Warga berharap polisi segera menangkap pelaku curnak lainnya dan mengambil tindakan tegas.
Terkait maraknya curnak, sejumlah warga dari Kecamatan Sinjai Selatan didampingi beberapa mahasiswa, Kamis (23/7) mendatangi Mapolres Sinjai. Salah satu aspirasi mereka, yakni mendesak pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku curnak yang selama ini terkesan licin.
“Kami mendesak polisi agar segera menangkap para pelaku pencurian ternak, agar masyarakat merasa aman,” ujar Iwan, salah seorang mahasiswa yang juga warga Sinjai Selatan.
Menurutnya, ada beberapa kasus pencurian ternak yang terjadi di beberapa kecamatan, namun pelakunya belum ada yang tertangkap. Karenanya, mahasiswa mengancam akan memberlakukan hukum adat jika pelaku curnak tidak segera ditangkap.
“Ingat, jika polisi tidak mampu menangani persoalan ini, kami akan memberlakukan hukum adat terhadap pelaku,” tegasnya.
Wakapolres Sinjai Kompol Ade Noho yang dikonfirmasi terkait aspirasi mahasiswa, tidak menampik masih adanya pelaku curnak yang belum tertangkap hingga saat ini.
“Memang masih ada yang belum terungkap, saya tidak pungkiri itu. Namun kita tetap berusaha untuk menciptakan rasa aman di masyarakat,” ujarnya. (din/rus/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.