Kriminal

Tiga Terangka Pemerkosa Mahasiswi Framasi Segera Diadili


MAKASSAR, BKM — Jaksa Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, secara resmi melimpahkan berkas perkara kasus pemerkosaan terhadap mahasiswi farmasi, HT (21) ke Pengadilan Negeri Makassar. Peristiwa pemerkosaan dilakukan tiga remaja tanggung di jembatan Sungai Pampang, Selasa (7/7) sekitar pukul 00.20 Wita dini hari lalu.
Dalam kasus ini pihak penyidik kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka, Rifal (15), Fadli (15) dan Reski (15). Ketiganya berprofesi sebagai tukang parkir toko. ” Berkasnya sudah resmi kita limpahkan hari ini ke Pengadilan Negeri Makassar, ” Kata Kepala Kejari melalui Kasi Pidum, Zulkarnaen A Lopa di ruang kerjanya, Jumat (24/7).
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka, Zulkarnaen menyatakan bahwa berkas dakwaan perkara sudah rampung dan sudah dilimpahkan Jumat kemarin.
“Termasuk barang bukti dan tersangkanya ke Pengadilan, ketiganya dijerat dengan pasal 285 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara,” terangnya.
Berdasarkan hasil visum et repertum kata Zulkarnain, kemaluan korban terdapat luka lecet, selaput darah korban ditemukan luka robek pada arah jam 3, jam 6, dan jam 11 sampai dasar dan tidak berdarah akibat penetrasi benda tumpul. “Selaput darah korban darah korban ditemukan sudah tidak utuh,” beber Zulkarnaen.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui aksi pemerkosaan pertama dilakukan oleh tersangka Rifal. Aksi bejat ini dilakukan para tersangka dengan menyumpal mulut korban dengan menggunakan baju milik tersangka Fadli.
“Reski dan Fadli yang menyumpal dan menyekap korban hingga korban tak berdaya, bahkan korban sempat diancam akan dibuang ke dalam sungai jika tak ingin melayani hasrat birahi mereka,” bebernya lagi.
Setelah melihat kondisi korban tak berdaya, tersangka Rifal dan Fadli secara bergantian ikut memperkosa korban sebanyak tiga kali. Sedangkan Reski memperkosa korban sebanyak dua kali. Tanpa rasa takut dan menyesal ketiga tersangka dihadapan jaksa mengaku sempat mengeluarkan kalimat usai memperkosa korban, ” enakji kau rasa.”
Zulkarnaen mengaku dari keterangan tersebut diduga kuat aksi pemerkosaan sudah direncanakan dengan mencari korban yang bisa diajak berhubungan badan. Namun nasib sial yang menimpa HT, dirinya yang kebetulan lewat dijalan itu tiba-tiba langsung dihadang oleh ke tiga tersangka. Tersangka merampas Handphone korban dan menggiring korban kebawah jembatan sungai Pampang untuk dijadikan sasaran birahi mereka.
“Korban saat itu diancam pakai busur agar bisa disetubuhi,” tukas Zulkarnaen.
Zulkarnaen mengungkapkan, bahwa ketiga tersangka pelaku masih terbilang masih muda, sehingga ketiganya akan didampingi oleh LBH APIK Makassar. Sementara Direktur Lembaga Bantuan Hukum, Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), Rosmiati Sain saat dikonfirmasi melalui via telepon, enggan memberikan komentarnya. Nanti saja kita hubungi, karena saya lagi ada tamu, ” tutupnya. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.