Gojentakmapan

300 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen


MAROS, BKM — Sekira 300 hektar sawah irigasi di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros terancam gagal panen. Kondisi ini disebabkan dampak kekeringan akibat kemarau panjang serta tidak maksimalnya sistem irigasi.
Camat Lau, Erhan menyebutkan, kondisi ini mulai dikhawatirkan petani diwilayahnya. Pasalnya, sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari bertani. Sementara tanaman padi mereka yang telah menelan biaya tidak sedikit, kini terancam gagal panen. “Dua tiga hari lagi tidak dapat air bisa-bisa gagal panen,” keluhnya.
Erhan mengatakan, selain kemarau panjang pihaknya juga disulitkan dengan air dari irigasi yang tidak masuk ke areal persawahan diwilayahnya. Jalur irigasi banyak yang bocor dan berbelok ke daerah lain. “Akibatnya air tidak pernah sampai kesini. Petani jadi bingung dapat air dari mana,” kata Erhan.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Bonto Tallasa. Salah seorang petani, Ulla mengatakan, kekeringan di Bonto Tallasa sudah dimulai sejak dua bulan terakhir. “Kami berharap pemerintah atau dinas terkait bisa memperhatikan hal ini, mau makan apa kita kalau padi gagal panen,” keluh Ulla.
Terpisah, kepala Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa mengaku, dari 75 persen areal persawahan didaerahnya,15 persen diantaranya adalah tambak. Namun dengan kemarau yang melanda sebagian besar wilayah di Maros, dipastikan ikut berdampak terhadap hasil panen petani. Meski tidak terancam gagal panen, namun dengan kondisi ini bisa jadi hasil panen ikut anjlok.
Para petani di wilayah kami sudah mulai gelisa mengenai ancaman kemarau yang dapat mempengaruhi hasil panennya tahun ini,” jelas Nasir. (ari-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.