Kriminal

80 Persen Berkas Abraham Rampung, Jaksa Belum Bersikap


MAKASSAR, BKM — Tim Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar hingga kini belum mengambil sikap atas berkas kasus dugaan pemalsuan dokumen administrasi kependudukan, tersangka Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad dan Feriyani Lim.
“Berkas AS dan FL masih sementara kita pelajari dan kita teliti, kata Koordinator bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Christian C Ratuanik, Minggu (26/7).
Sebelumnya, pihak Kejati menargetkan berkas kasus tersebut di ekspose pada Jumat pekan lalu. Namun belum ada sikap jelas kapan jadwal ekspose kasus ini. Christian mengatakan, tim Jasa yang meneliti berkas perkara kasus tersebut masih membutuhkan waktu dan sangat berhati-hati melakukan penelitian agar hasilnya maksimal.
“Tim Jaksa juga masih memiliki waktu 14 hari dalam mengkaji kasus ini, sehingga masih ada waktu bagi jaksa untuk obyektif dalam meneliti kasus ini. Kita tidak mau ceroboh dalam menangani kasus ini, makanya kami harus teliti betul, ” ujar Christian.
Christian juga belum bisa memastikan apakah berkas kasus tersebut sudah bisa dinyatakan lengkap (p-21) atau tidak, karena menurut dia, tim masih mempelajari berkas untuk mengetahui, apakah permintaan jaksa kepada penyidik telah terpenuhi.
“Kalau permintaan kami belum dipenuhi penyidik, tentulah berkasnya kita kembalikan lagi ke penyidik, ” tukasnya.
Diketahui, kasus ini berawal pada bulan Februari 2007 yang lalu. Saat itu, Feriyani Lim mengajukan permohonan pembuatan passport di kantor Imigrasi Kelas I Makassar dengan menggunakan lampiran dokumen berupa KTP atas tersangka yang beralamat di Jalan Boulevard Ruby II RT 003/ RW 005 Kelurahan Masale Kecamatan Panakukang Makassar.
Dalam dokumen juga disertakan Ijasah SLTP atas nama Feriyani Lim. Kemudian didalam Kartu Keluarga terdapat Kepala Keluarga Inisial AS. Bahwa pada kartu keluarga yang beralamat di Jalan Boulevard Ruby II No 48 RT 003/ RW 005 Kelurahan Masale Kecamatan Panakukang Makassar tersebut tertera tersangka lahir di Pontianak, 5 Februari 1986.
Adapun atas nama ayah tersangka bernama Ngadiyanto dan Ibu tersangka bernama Hariyanti. Bahwa ijasah SLTP atas nama Feriyani Lim tertera nama ibu bernama Mariyanti. Terkait dengan dokumen tersebut, terdapat kartu keluarga Feriyani Lim yang beralamat di apartemen kusuma Chandra Tower III/22- K Dusun RT 4 RW 1 Kelurahan Senayan.
Yang mana didokumen lain berstatus Kepala Keluarga atas nama ayah Ng Chiu Bwe, Ibu atas Lim Miaw Tian. Sehingga terlihat terjadi perbedaan identitas orang tua tersangka. Langkah yang telah dilakukan, penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi antara lain pelapor.
Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, antara lain saksi dari Imigrasi, Ketua RT, Kelurahan, Kecamatan, Pihak kantor dinas kependudukan dan catatan sipil kota Makassar. Penyidik juga telah mengamankan dokumen terkait kasus tersebut.
Adapun perkaranya yakni tentang perkara tindak pidana pemalsuan surat dan atau tindak pidana administrasi kependudukan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 263 ayat (1) (2) subs pasal 264 ayat (1) (2) lebih subs pasal 266 ayat (1) (2) KUHP dan atau psl 93 UU RI no 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan. Dimana undang-undang tersebut yang telah dilakukan perubahan UU no 24 tahun 2013 dengan ancaman hukuman penjara paling lama delapan tahun denda paling banyak Rp50.000.000. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.