Gojentakmapan

Ichsan Finalisasi Penghapusan Calistung


GOWA, BKM — Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo kembali melakukan pertemuan dengan lima profesor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan ini terkait rencana penghapusan mata pelajaran membaca menulis dan menghitung (calistung) yang diwacanakan Ichsan diakhir masa jabatannya sebagai Bupati Gowa dua priode.
Pertemuan ini adalah tahap lanjutan dari pertemuan awal, dimana lima akademisi bertitel profesor itu sepakat dengan usulan bupati, menghapus calistung dari kelas I hingga kelas II SD (khusus kelas II hanya sampai pada semester awal).
Pertemuan lanjutan digelar di rujab Bupati Gowa, Jumat (24/7) kemarin. Adapun lima professor yang memenuhi undangan Ichsan masing-masing Prof Dr Abdul Hamid dan Dr Yuli Ariska dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof Dr Bambang Supeno dari Kementrian Pendidikan Nasional, Prof Dr Dhieni dari Universitas Indonesia (UI) serta Prof Dr Jufri Idrus dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Sementara Ichsan didampingi Wabup Gowa, H Abbas Alauddin, Sekkab Gowa, H Muchlis dan Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda Gowa, H Idris Faisal Kadir.
Prof Dr Abdul Hamid dalam pertemuan itu mengaku, kesepakatan penghapusan Calistung tertuang dalam rumusan yang selanjutnya akan dibawa ke Kementrian Pendidikan Nasional. Usulan ini diharapkan bisa rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 13 Agustus 2015 ini.
“Tahap finalisasi menjadi rumusan untuk mengusulkan penghapusan Calistung ke Menteri Pendidikan,” kata Prof Dr Abdul Hamid.
Penghapusan Calistung juga diakui Ichsan adalah sebagai upaya memberikan kebebasan dan kenyamanan belajar pada anak di masa usia keemasan, yaitu usia 3 hingga 8 tahun. Dia menyebut, penghapusan Calistung sebagai upaya membuka data komputer otak anak, untuk bisa lebih berkreasi secara cerdas. Pertemuan lanjutan ini tambah Ichsan, untuk memantapkan rencana penghapusan Calistung. Penghapusan Calistung ini akan digantikan dengan konsep belajar dengan bermain serta menanamkan pendidikan karakter dan budaya serta adat bangsanya.
“Pertemuan final ini, membahas pengembangan, penyusunan naskah akademik yang memuat metode dan konten. Selanjutnya pengembangan dan membuat perumusan buku pintar terkait mapel yang bisa menggantikan mapel ini dalam konteks permainan yang membentuk karakter,” jelas Ichsan.
Ichsan menilai, program pembenahan pendidikan di Gowa sudah menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan dalam konsep SKTB baru bisa terlihat dalam kurun waktu 10 tahun. Ichsan mengaku, akan merampungkan rencana ini sebelum masa jabatannya berakhir. Sehingga penggantinya nanti tidak lagi bingung untuk mencari bentuk dari programnya ini untuk melanjutkannya. (sar-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.