Kriminal

Saksi Kasus Suap Jaksa Diperiksa Hari Ini


MAKASSAR, BKM — Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi Dana Aspirasi Kabupaten Jeneponto, Andi Mappatunru sebagai saksi dalam kasus dugaan suap jaksa, Senin (27/7) hari ini.
“Pemeriksaan akan dilakukan tanggal 27 Juli, terkait kasus dugaan suap terhadap jakas, ” kata Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Sulselbar, Heri Jerman, Minggu (26/7).
Heri menyebutkan, pemeriksaan tersebut untuk menindaklanjuti laporan dugaan suap yang dialamatkan ke salah satu tim penyidik yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Abdul Rahman Morra. Heri mengatakan, telah melayangkan surat panggilan kepada Mappatunru. Namun, Heri enggan berspekulasi apakah Mappatunru mengetahui persis terjadinya suap dalam kasus ini. Menurut Heri, pihaknya masih mencari data dan fakta atas laporan tersebut. “Belum bisa kita simpulkan sekarang apakah terbukti atau tidak,” ujar Heri.
Heri juga telah menjadwalkan pemeriksaan Rahman Morra, namun setelah pemeriksaan saksi-saksi rampung terlebihdahulu. Dugaan suap tersebut terungkap setelah adanya surat panggilan pemeriksaan terhadap beberapa legislator di Jeneponto oleh Bidang Pengawasan Kejati. Bahkan surat tersebut juga beredar di media sosial.
Dalam surat panggilan itu, legislator DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos, bersama dua legislator DPRD Jeneponto, Burhanuddin dan Andi Tahal Fasni disebut-disebut pernah memberikan sejumlah uang sebesar Rp750 juta kepada Rahman Morra. Uang ini diduga kuat agar ketiga legislator tidak ikut diseret dalam kasus dana aspirasi Jeneponto.
Saat dikonfirmasi, Mappatunru membenarkan adanya surat panggilan pemeriksaan tersebut. Dia mengatakan, dipanggil sekaitan adanya laporan yang diterima kejaksaan. Tapi Mappatunru menolak berkomentar terkait tuduhan itu. “Nanti saja kalau sudah diperiksa,” ujar Mappatunru.
Mappatunru mengaku prihatin adanya laporan tersebut, karena Rahman Morra, kata dia, yang juga berasal dari Jeneponto masih memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.
Rahman Morra juga menyatakan jika dirinya sudah siap untuk diperiksa. Dia juga membantah telah menerima sejumlah uang suap. Rahman bahkan menantang pelapor untuk membuktikan laporannya. “Ini jelas fitnah yang tujuannya ingin menjatuhkan nama baik saya,” kata Rahman.
Rahman mengatakan, tidak mungkin dirinya menerima uang, terlebih lagi dirinya selaku penyidik dalam kasus ini telah menetapkan 5 tersangka. Rahman mengaku, selama menangani kasus itu telah bersikap profesional. “Kalau saya terima uang tidak mungkin saya menetapkan tersangka.”
Sebelumnya, Syamsuddin dan Burhanuddin juga membantah melakukan suap. Syamsuddin mengatakan telah memberikan keterangan kepada bidang pengawasan Kejaksaan Tinggi sekaitan hal tersebut. Menurut dia, pihak yang melaporkan hal ini tidak jelas sumbernya.
Adapun Burhanuddin mengatakan laporan tersebut mengada-ngada. “Saya berani bersumpah demi Tuhan tidak pernah memberi uang sepeserpun,” ujar Burhanuddin.
Dalam kasus dana aspirasi, penyidik menetapkan lima tersangka. Empat lainnya adalah Ketua Badan Legislasi DPRD Jeneponto Andi Mappatunru, legislator DPRD Jeneponto Burhanuddin, eks Ketua Komisi Bidang Keuangan DPRD Jeneponto Alamzah Mahadi Kulle, dan dua orang bekas anggota DPRD Jeneponto, Syahria Lologau, dan Bunsuhari Baso Tika. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.