Kriminal

Adil Patu Terima Rp100 Juta dari Nasruddi


MAKASSAR, BKM — Staf Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Nasruddin menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Sulsel di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Makassar, Senin (27/7).
Dalam kesaksiannya, Nasruddin mengaku memberikan uang sebesar Rp100 juta yang berasal dari dana Bansos kepada terdakwa, Adil Patu, saat terdakwa masih menjabat legislator DPRD Sulsel. “Uang Rp100 juta, saya serahkan langsung kepada terdakwa,” kata Nasruddin.
Nasruddin mengaku, saat itu dirinya diperintahkan terdakwa Adil Patu untuk mengambil cek di kantor Gubernur Sulsel. Setelah cek tersebut diambil, Adil lalu kembali menelpon Nasruddin dan menyuruhnya untuk mencairkan cek tersebut. Setelah cair, kata Nasruddin, uang itu langsung diserahkan ke Adil di ruang komisi E DPRD Sulsel. “Waktu saya berikan uangnya, saya lihat Adil menyerahkan uang itu ke tamunya,” kata Nasruddin.
Jaksa dalam persidangan, juga menghadirkan staf Bidang Keuangan Pemerintah Provinsi Sulsel, Ratno Tajuddin. Dalam kesaksiannya, Ratno mengaku tidak pernah melihat Adil mengurus dana Bansos. Dia juga mengaku tidak mengenal dengan Nasruddin.
Adil yang menanggapi keterangan saksi membantah menerima uang Bansos. Menurutnya, apa yang diutarakan saksi tersebut tidak sesuai dengan dakwaan jaksa dan tidak sesuai dengan fakta.
” Keterangan itu semuanya tidak benar dan berbeda dengan yang ada dalam isi surat dakwaan,” kata Adil dipersidangan.
Pengacara Adil, Yusuf Gunco, menambahkan, keterangan Nasruddin di persidangan terlalu mengada-ngada. Menurutnya, keterangan itu tidak sinkron dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Kami menyerahkan kepada hakim untuk menilai,” ujar Yusuf.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, Abdul Rasyid menilai keterangan saksi semakin memperjelas keterlibatan Adil dalam kasus dana Bansos. “Terdakwa mengarahkan dan menerima uang bansos,” kata Rasyid.
Adil diduga kuat telah menikmati aliran dana bantuan sosial Rp1 miliar dari beberapa lembaga fiktif. Dia juga dinilai telah mengarahkan terdakwa lain dalam kasus ini untuk mengurus dana Bansos. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.