Kriminal

Jaksa Ekspose Kasus Pengadaan Lift Keuangan BPKP


MAKASSAR, BKM — Tim Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar akhirnya menggelar ekspose terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit lift di Gedung Keuangan Negara Kementerian Keuangan Wilayah Susel di kantor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel.
Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulselbar, Noer Adi, mengatakan, ekspose yang dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut. “Kemarin kita baru mulai ekspose,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil ekspose tersebut. “Kemarin baru ekspose, selanjutnya kami masih menunggu hasilnya, apakah memang ada indikasi mark up atau bagaimana. Serta guna mengetahui secara pasti berapa nilai kerugian negara dalam proyek tersebut,” jelas Noer Adi.
Noer Adi menjelaskan, penyidik Kejaksaan sejak beberapa hari sebelumnya telah mengirimkan surat permintaan ke BPKP untuk menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus itu. “Sejak Jumat yang lalu kami kirim suratnya,” jelasnya lagi.
Dalam kasus ini, pihaknya juga akan meminta ahli dari pihak BBKP untuk menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini. “Kalau sudah ada hasilnya kami akan sampaikan ke publik,” janji Noer.
Diketahui, penyidik Kejati saat ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, mereka adalah pejabat pembuat komitmen, Luthfi Akmal Muradief, dan Direktur CV. Nur Abdiah selaku rekanan proyek, Amiruddin Amir.
Kedua tersangka tersebut, diduga telah bekerja sama untuk menyelewengkan uang negara pada proyek senilai Rp2,2 miliar itu. Penyidik memperkirakan potensi kerugian negara pada proyek itu mencapai Rp800 juta.
Kasus ini mulai diusut pertengahan tahun lalu. Penyidik menemukan indikasi telah terjadi penggelembungan harga. Lift yang diadakan adalah merk Schindler bernomor seri 13330309 dengan bobot muat 1.000 kilogram. Namun setelah dicek di lapangan ternyata selisih harganya cukup jauh dengan harga kontrak kerja. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.