Kriminal

Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Jaksa Ditunda


MAKASSAR, BKM — Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menunda pemeriksaan saksi atas laporan kasus dugaan suap jaksa yang menyeret nama Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Rahman Morra terkait penanganan kasus Dana Aspirasi DPRD Jeneponto.
Sedianya, Bidang Pengawasan akan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi masing-masing, Andi Mappatunru dan Irmawati Sila pada Senin (27/7) kemarin. Namun karena kedua saksi berhalangan hadir maka pemeriksaan ditunda hingga, Selasa (28/7) hari ini.
Mappatunru yang dikonfirmasi membenarkan penundaan pemeriksaan dirinya. Legislator Jeneponto yang juga tersangka dalam kasus Dana Aspirasi DPRD Jeneponto tersebut mengu berhalangan hadir lantaran harus mengikuti rapat paripurna. “Besok Insya Allah saya akan hadir,” tukas Mappatunru.
Sebelumnya, Kejati menetapkan Mappatunru sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, yakni legislator DPRD Jeneponto Burhanuddin, mantan Ketua Komisi Bidang Keuangan DPRD Jeneponto Alamzah Mahadi Kulle, dan dua orang mantan anggota DPRD Jeneponto, Syahria Lologau, dan Bunsuhari Baso Tika.
Selain Mappatunru, anggota DPRD Jeneponto, Irmawati Sila, juga akan diperiksa. Tapi dia juga tidak menghadiri panggilan. Irmawati berdalih sedang sakit. Terkait laporan tersebut, Irmawati juga membantah memberikan uang. “Tidak pernah, saya juga baru tahu ada laporan seperti itu,” ujar Irmawati.
Namun begitu, dia mengaku telah mendapat konfirmasi dari pihak Kejaksaan soal jadwal pemeriksaannya besok,”Saya akan menghadiri pemeriksaan itu besok,” tukasnya.
Sementara Koordinator pemeriksa yang menangani kasus tersebut, Andi Arni Wijaya, membenarkan rencana pemeriksaan kedua legislator itu. “Sudah ada koordinasi dari yang bersangkutan akan datang besok,” kata Arni.
Arni mengatakan akan bersikap profesional dalam mengusut laporan tersebut. Dia menjamin tidak segan-segan memberikan rekomendasi sanksi terhadap oknum jaksa yang terbukti.
Hanya hingga kini dia menolak menerangkan temuan sementara karena masih proses pemeriksaan.
Menurutnya, pengusutan laporan ini sudah mendapat dukungan dari Kepala Kejaksaan Tinggi, Suhardi, dan Asisten Bidang Pengawasan, Heri Jerman. “Sepanjang data dan buktinya ada pasti ada sanksinya,” ujar Arni. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.