Kriminal

Rebutan Bensin, Jaksa dan Demonstran Nyaris Bentrok


MAKASSAR, BKM — Puluhan demonstran dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Celebes Law And Transparency (CLT) nyaris terlibat bentrok dengan sejumlah jaksa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar Jalan Urip Soemohajo, Makassar, Senin (27/7).
Bentrokan dipicu rencana aksi membakar ban bekas di depan kantor Kejati. Namun aksi tersebut dihalau oleh sejumlah jaksa dari Bidang Intelijen Kejati Sulselbar. Saling tarik menarik botol aqua yang berisi bensin pun terjadi anatara keda belah pihak.
Koordinator Pidsus dan Kasi Penyidikan Pidsus yang hendak menerima aspirasi para demonstran ditolak. Demontran meminta agar aspirasi yang mereka suarakan dibacakan langsung di depan Kajati, Wakajati dan Aspidsus. Guna menghindari konflik, permintaan demonstran dipenuhi dengan kedatangan Aspidsus.
“Kami mendesak Kejati Sulselbar agar segera kembali mengusut kasus ini, ” tegas Kordinator Lapangan, Muh Irfan, dalam orasinya dihadapan Aspdisus, Senin (27/7).
Selain itu, Irfan mendesak agar pihak Kejaksaan segera menyeret tersangka baru dalam kasus Bansos berdasarkan fakta sidang yang terungkap. Dia juga meminta agar pihak Kejaksaan tidak main-main dalam menangani kasus ini.
“Kami meminta pihak Kejati, agar segera menyeret sejumlah nama yang disebut dalam fakta persidangan, ” tandasnya.
Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar, Gerry Yasid, yang menemui para pendemo mengatakan, ” Kita tidak pernah menutup-nutupi kasus ini, penanganannya masih terus berjalan,” kata Aspidsus
Gerry menegaskan, siapa saja nama-nama yang terungkap dalam fakta persidangan dipastikan akan diseret jadi tersangka. “Nanti kita akan lihat fakta sidang yang terungkap, siapa saja nama-nama yang terlibat dalam kasus ini akan kita jadikan tersangka, ” tegas Gerry.
Gerry pun tak menampik, jika pihaknya akan kembali mengusut kasus tersebut. Hanya saja pihaknya masih menunggu proses hukum yang tengah bergulir dalam kasus ini. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.