Sulselbar

SPPD Wawali Bernilai Ratusan Juta Diduga Fiktif


PAREPARE, BKM — Wakil Wali Kota Parepare Achmad Faisal Andi Sapada tersandung masalah. Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) selama tahun tahun 2014 yang bernilai ratusan juta atas namanya diduga fiktif.
Selain tidak melalui mekanisme aturan yang berlaku, ada sebagian SPPD wawali tersebut yang ditandatanganinya sendiri, padahal semestinya ditandatangani wali kota selaku kepala daerah.
Indikasi penyimpangan ini ditemukan Inspektorat Provinsi Sulsel bekerja sama Inspektorat Kota arepare.
Inspektur Inspektorat Sulsel Yusuf Sommeng yang dihubungi melalui telepon selular, kemarin membenarkan adanya temuan tersebut. Namun dia belum mengetahui secara pasti berapa besarannya.
”Saya tidak banyak tahu soal itu. Lebih baik konfirmasi langsung ke Inspektorat Parepare,” ujarnya singkat.
Inspektur Inspektorat Kota Parepare Muh Husny Syam yang dikonfirmasi, juga membenarkan adanya temuan laporan hasil pemeriksaan (LHP) itu. Namun sudah diperbaiki regulasinya.
regulasinya, Masalah ini telah diserahkan ke tim tindak lanjut yang ditangani Bagian Hukum Pemkot.
”Memang ada pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat, namun sudah diselesaikan karena hanya kesalahan prosedur sehingga regulasinya diperbaiki,” terangnya.
Husny tidak mau banyak berkomentar lebih jauh tentang hasil temuan Inspekorat tersebut. Dia meneyrahkan sepenuhnya kepada tim tindak lanjut.
Wawali Achmad Faisal Andi Sapada yang dikonfirmasi, mengatakan LHP tersebut hanya ditujukan kepada Gubernur Sulsel, bukan ke wali kota.
”Surat dari Inspektorat Sulsel itu ditujukan ke gubernur. Nantinya gubernur yang menindaklanjuti hasil temuan tersebut. Mestinya ke gubernur itu surat. Bukan ke wali kota. Ini sangat menyalahi permendagri,” jelas Faisal, tanpa menjelaskan permendagri tersebut.
Faisal menilai, persoalan ini sengaja mengerdilkan posisinya sebagai wawali. Termasuk meniadakan sopir untuk wawali. (smr/rus/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.