Sulselbar

Victor : Jangan Lagi Berdebat Soal Liturgi


MAMASA, BKM — Wakil Bupati Mamasa, Victor Paotonan memberikan pesan-pesan kepada para peserta Sidang Majelis Sinode Tahunan Gereja Toraja Mamasa (GTM) tahun 2015 di Klasis Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa pada Kamis malam (23/7). Victor menekankan agar dalam melaksanakan sidang tidak perlu mempersoalkan siapa yang akan memimpin GTM dimasa mendatang.
Tapi mestinya membicarakan apa dan bagaimana masa depan gereja. Victor menambahkan, supaya gereja dapat mencari solusi yang tepat untuk dapat mengatasi persoalan-persoalan yang langsung menyentuh warga gereja secara umum. Ia membeberkan, jika warga kristen dapat bertumbuh dengan baik dibidang ekonomi, maka otomatis akan mendukung pertumbuhan dan kemandirian sinode secara umum.
”Peserta sidang seharusnya bukan lagi membicarakan bagaimana menciptakan liturgi-liturgi baru dalam tata ibadah, tetapi harus mampu memikirkan pemerataan pelayanan dan bagaimana menyejahterakan warganya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua BPS GTM, Pdt Yusuf Arta menekankan, isu sentral yang akan dibicarakan dalam sidang Majelis Sinode Tahunan GTM tahun 2015 di Klasis Salumokanan, Kecamatan Rantim Kabupaten Mamasa kali ini adalah bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan sosial yang dialami warga gereja, secara khusus masyarakat pinggiran yang tidak tersentuh pembangunan ekonomi dan pembangunan fisik lainnya.
Yusuf Arta menambahkan, pelayanan gereja harus dapat menjangkau warganya dalam pelayanan secara merata dibawa sorotan tema sidang pada saat itu yakni Tuhan itu baik kepada setiap orang. Yusuf Arta juga menekankan, implementasi moral perlu digalakkan mengingat moral bangsa saat ini semakin menurun tanpa memandang apapun agama seseorang.
Dan agama kristen adalah salah satu wadah pembinaan moral generasi muda demi meningkatkan kualitas iman yang lebih baik dimasa akan datang. Denominasi gereja di Sulawesi Barat dipandang semakain baik dan menunjukkan kerjasama yang semakin erat. Sehingga kerukunan oikomenis telah tercipta. Jika ada persoalan perpecahan di tubuh gereja, sebaiknya dibicarakan secara kekeluargaan. Sidang majelis tahunan tersebut dihadiri para pengurus pusat GTM serta berbagai utusan dari klasis se-GTM setiap daerah yang wilayahnya sampai ke Jakarta. (*mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.