Bisnis

PLN Target Tambahan Pendapatan Rp80 M


MAKASSAR, BKM — Selama periode Januari hingga Juni tahun 2015, PT PLN (persero) Area Makassar berhasil melakukan penambahan pendapatan sebesar Rp23 miliar. Tambahan pendapatan ini bersumber dari pembayaran denda dari pelanggan industri, bisnis, dan rumahtangga yang terbukti melakukan pencurian daya listrik.
”Dari operasil penertiban aliran listrik (OPAL) yang dilakukan petugas P2TL PLN selama tahun 2015, baik di perusahaan atau industri maupun perumahan, banyak ditemukan penyalahgunaan penggunaan kwh meteran. Ada yang mengutak atik meteran untuk memperlambat putarannya, dan ada pula yang putaran meteran normal tapi tidak sebanding jumlah pemakaian yang seharusnya dengan yang tercantum di meteran. Mereka inilah yang kita tertibkan dan mendapat sanksi denda,” jelas Manajer PT PLN (persero) Area Makassar, Ir H Syaifuddin didampingi Ketua Umum BP Rumah Pelayanan Listrik Terpadu, Ir Arsyad Dg Talle, sesaat setelah melepas secara simbolis 60 tim petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di halaman kantor PLN Area Makassar, Jalan Monginsidi Makassar, Rabu (29/7) kemarin.
Syaifuddin mengatakan, dari segi nilai denda kebanyakan berasal dari industri dan bisnis. Tapi dari sisi jumlah pelanggan yang terjaring penertiban, kebanyakan adalah kategori pelanggan rumahtangga. Pada operasi penertiban kali ini, PLN Area Makassar menurunkan sebanyak 60 tim. Satu tim terdiri dari 3 orang ditambah satu orang personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulselbar untuk melakukan pendampingan. Tim ini akan menyebar di empat kantor rayon PLN di Makassar ditambah ranting Maros, Gowa, dan Malino.
Ditegaskan, sepanjang tahun 2015 ini pihaknya akan mengintensifkan pelaksanaan operasi P2TL. Karena ini merupakan bagian dari upaya menekan potensi kerugian akibat pencurian daya listrik tersebut. ”Pada tahun 2015 ini, kami menggencarkan pelaksanaan operasi P2TL ini. Keberhasilan mengembalikan potensi kerugian sebesar Rp23 miliar, setidaknya menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan penertiban. Apalagi area yang kami operasi beberapa waktu lalu, masih dalam cakupan terbatas. Jadi sekarang kami melakukan perluasan area operasi penertiban,” jelas Syaifuddin.
Dengan perluasan area operasi ini, lanjut Syaifuddin, pihaknya menargetkan hingga akhir tahun 2015 jumlah tambahan pendapatan dari denda bisa mencapai Rp80 miliar. Target ini mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat dari realisasi pendapatan denda tahun 2014 yang hanya dikisaran Rp10 miliar.
”Kami optimis target Rp80 miliar ini dapat tercapai. Makanya, kami sekarang gencar melakukan operasi penertiban. Tahun lalu, kami bisa menurunkan potensi kerugian dari 17 persen menjadi 13 persen atau turun 4 persen dengan nilai Rp10 miliar,” akunya.
Selain gencar melakukan penertiban, tambahnya, pihaknya juga mengintensifkan sosialisasi edukasi lepada para pelanggan agar memperhatikan tagihan listriknya sebelum jatuh tempo. Karena banyak pelanggan tidak menjadikan penyelesaian tagihannya sebagai prioritas. Tapi ketika terjadi pemadaman, pelanggan langsung mencaci maki PLN.
”Untuk meminimalisir terjadinya tunggakan, manajemen PLN pusat masih memberlakukan untuk pelanggan baru harus menggunakan kwh meter digital. Hingga saat ini, total pelanggan kami di PLN Area Makassar mencapai kisaran 670 ribu sudah termasuk pelanggan digital (pelanggan voucher, red) sebanyak 164 ribu. Dari jumlah ini, sekitar 80 persen adalah pelanggan rumah tangga,” jelas Syaifuddin. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.