Connect with us

Kriminal

Penyidik “Ompong” Tangani Kasus Pualam

-

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kembali menuai sorotan. Mereka dinilai lamban menangani sejumlah kasus termasuk kasus dugaan jual beli lahan negara di atas aeral Hotel Pualam, Jalan Penghibur, Makassar.
“Kelihatannya pihak Kejati tidak bersikap proaktif dalam menuntaskan kasus ini,” kata peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi saat dikonfirmasi, Minggu (2/8).
Lebih jauh Wiwin menyoroti, pihak Kejati belum berani menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Bahkan hingga kini belum ada upaya serius dari pihak kejaksaan dalam menuntaskan kasus tersebut.
“Kasus ini sepertinya sengaja ditutup-tutupi oleh pihak kejaksaan karena sampai sekarang kasus ini semakin tidak jelas dan terkesan mandek,” tegasnya.
Menurut Wiwin, lahan yang kini tengah dibangun Hotel Pualam berstatus fasilitas umum (fasum), yang diduga telah dikomersialisasikan menjadi lahan hotel melalui transaksi antara oknum pejabat dan pihak pengusaha.
“Dalam kasus ini sangat jelas unsur melawan hukumnya. Lahan di Hotel Pualam itu jelas-jelas fasum, kenapa bisa dikomersilkan dan dijual,” tegasnya.
Pihaknya pun meminta pihak kejaksaan untuk proaktif menangani kasus ini serta menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam penjualan fasum Pualam.
“Lahan Pualam itu jelas-jelas lahan milik Pemkot Makassar, hanya pihak Pemkot saja yang tidak bersikap tegas dalam menyatakan jika lahan itu adalah Fasum, ” tukas Wiwin.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator bidang Tindak Pidana Khusus, Noer Adi mengatakan, jika proses kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Kasus ini tidak mandek hanya saja kita masih sementara tengah dalam proses Puldata dan Pulbaket,” jelas Noer Adi. (mat-ril/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini