Connect with us

Headline

Alwi Uddin Menguat

-

MAKASSAR, BKM–13 nama calon formatur mulai beredar di Muktamar Muhammadiyah yang dihelat Kampus Unismuh di Jalan Sultan Alauddin. Ke 13 nama calon formatur itu mulai ‘dikampanyekan’ melalui sejumlah poster, Senin (3/8) sore. Salah satu calon formatur asal Sulsel yang juga menguat adalah Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Dr KH M Alwi Uddin MAg. Nama Alwi mulai digadang-gadang bisa memimpin Ketua Umum PP Muhammadiyah periode lima tahun mendatang.
13 nama calon Formatur Muhammadiyah itu adalah, Dr H Abdul Mu’ti MEd (pakar pendidikan), Drs H Dahlan Rais MHum (pakar pendidikan), Prof Dr Suyatno MPd (pakar pendidikan), dr Agus Taufiqurrohman SpS MKes (pakar kesehatan), DR Haedar Nashir MSi (pakar sosiologi), Prof Syafiq A Mughni (pakar sejarah peradaban Islam), Dr Anwar Abbas MM MAg (pakar ekonomi Islam), Drs Hajriyanto Y Thohari MA, Prof Dr Yunahar Ilyas, Dr Busyro Muqoddas SH MHum (pakar hukum), Dr KH M Alwi Uddin MAg (Ketua PW Muhammadiyah Sulsel), Prof H Dadan Kahmad MSi dan Rizal Sukma PhD.
Dalam poster tersebut juga dijabarkan 6 kriteria ideal PP Muhammdiyah. Jika 6 kriteria ini dipenuhi oleh anggota PP Muhammdiyah, diyakini ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan bisa menjawab tantangan kekinian.
Setelah 13 calon formatur itu ditentukan, maka selanjutnya mereka akan menentukan calon Ketua PP Muhammadiyah.
Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Dr KH M Alwi Uddin yang dikonfirmasi wartawan mengaku menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme Muktamar. Apapun keputusannya akan dia terima dan dukung.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat membuka Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (3/8) mengaskan, Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang kaya gagasan, berperan aktif dalam mencerdaskan umat serta meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui usaha perserikatan. Perserikatan telah membawa semangat pembaharuan, kemajuan dan telah menjadi kekuatan transparmatur menuju terbangunnya tatanan kehidupan umat yang baik.
“Muhammdiyah sudah cukup lama dikenal sebagai organisasi Islam yang kaya gagasan dan kreatifi. Kontribusi Muhammdiyah kepada negara sangat besar. Berapa juta anak-anak yang menyelesaikan pendidikan di Muhammadiyah. Kita merasa terhormat atas kontribusi Muhammadiyah kepada pemerintah,” tegas Jokowi di depan sekitar 300 ribu peserta Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisiyah.
Jokowi sangat mendukung Muktamar untuk menuju masyarakat berkemajuan. ”Suatu tema yg sangat relevan untuk saat ini. Tema ini dapat menjadikan Muhammdiyah sebagai kekuatan transformatif untuk kemajuan bangsa. Insya Allah dengan pandangan Islam berkemajuan,Muhammdiyah dan Aisyiyah mampu mengokohkan peran utamanya sebagai motor kemajuan bangsa dan negara,” tambahnya.
Lebih jauh pasangan Jusuf Kalla ini mengatakan, perjalanan masyarakat masih panjang dan pasti akan menghadapi tantangan-tantangan baru. Itu artinya peran penting Muhammdyah untuk menjawab tantangan dan ancaman perlu dikembangkan.
“Tantangan kemiskinan, ketidakadilan, korupsi dan narkoba masih sangat merajalela. Kita harus berani menjawab tantanga-tantangan tersebut, mari kita ciptakan tatanam ekonomi yang berpihak pada kaum lemah sebagai dasar untuk mewujudkan tatanam negara lebih baik,” ucapnya.
Hadir dalam pembukaan ini sejumlah menteri kabinet antara lain Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin, Menko Polhukam Tedjo Purdijatno, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Perindustrian Saleh Husein.
Hadir juga Ketua MPR RI Zulkifli Hasan serta Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua DPD RI Irman Gusman dan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, serta mantan Ketua DPR RI Agung Laksono.
Muktamar juga dihadiri duta besar negara sahabat antara lain, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Mauritis, Timor Leste dan Singapura. Dalam acara pembukaan juga dihibur oleh 700 penari dari mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) membawakan tari kreasi.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, Muktamar ke 47 merupakan suatu rahmat, inayah untuk suatu daerah, khususnya Sulsel yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
“Suatu kebahagian bagi masyarakat Sulsel sebagai tuan rumah dan dengan hadirnya presiden, ini menandakan bahwa daerah ini mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
SYL sapaan akrab Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, Muktamar yang digelar saat ini merupakan yang ketiga di Sulsel, sebelumnya pada tahun 1971 Muktamar ditempat ini mengembalikan Khittah Muhammadiyah untuk membangun negara dan bangsa
“Kami berharap di Muktamar 47 ini dan satu abat Aisyiyah mengakomodasi nilai-nilai kearifan budaya dan leluhur serta kekuatan bangsa. Dengan ini Sulsel menjadi pilar kekuatan bangsa. Semangat “siri na pacce yaitu menjunjung tinggi kehormatan dan harga diri adalah bagian dari kehidupan,” jelasnya.
Syahrul juga berharap di Muktamar 47 ini dan satu abat aisyiyah mengakomodasi nilai-nilai abbulosibatang, sipakatau, sipaklebbei karena semua itu adalah bagian-bagian filosofi masyarakat Sulsel.
Lebih jauh gubernur dua periode tersebut mengatakan, sebanyak 300 ribu peserta pada Muktamar kali ini menggerakkan ekonomi masyarakat Sulsel. “Tidak ada hotel yang tersisa, 13 ribu kamar hotel terpakai semua, ini menambahkan ekonomi masyarakat Sulsel lebih baik,” ungkap SYL.
Diakhir sambutannya, SYL menegaskan akan menjaga pelaksanaan Muktamar selama 24 jam sampai para peserta kembali ke tempat. “Punna bokomo lampata, teaki rampea kodi rampea golla, kalau bapak-apak sudah pergi jangan cerita jelek, cerita baik-baik saja,” harapnya.
Ketua Umum Pusat Aisyiyah Muhammdiyah, Noordjanah Djohantini dalam memberikan sambutan mengatakan, organisasi Aisyiyah Muhammdiyah merupakan organisasi perempuan islam yang modern, terbesar yang mampu bertahan selama 100 tahun dalam rangka keselamatan bangsa. Dalam orientasi perjalan Aisyiyah, kata dia, organisasi ini sudah berkiprah membangun bangsa melalui dakwah serta mencerdaskan bangsa, baik dibidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
“Melalui Aisyiyah, perempuan muslim dan perempuan Indonesia, di dorong menjadi pelaku perubahan yang mencerahkan kehidupan , inilah spirit islam yg berkemajuan untuk kemajuan kaum perempuan sebagai pilar peradaban bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Din Syamsuddin, mengatakan, Muktamar adalah ajang silaturahim bagi masyarakat Muhammadiyah dan simpatisannya yang datang dari berbagai pelosok daerah, latar belakang, suku, dan ras.
“Kita semua memilih berjuang bersama di Muhammadiyah , tiada lain semata-mata untuk mencari Ridho Allah. Maka saya berpesan agar Muktamar 47 di Makassar ini dan muktamar satu abad Aisyiyah, kita jadikan sebagai Muktamar yang lancar berkualitas, elegan dan bermartabat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak kepada peserta agar Muktamar ini diisi dengan penuh tenggang rasa, bertukar pikiran, pandangan berdasarkan ukhuwah islamiyah, sehingga Muktamar ini bisa menjadi teladan bagi umat islam, terlebih bangsa dan dunia.
Menurutnya, dengan ini maka Muhamadiyah ingin mengukuhkan pandangan, komitmen terhadap Indonesia tercinta. Negara yang ikut didirikan Muhammadiyah ini telah melahirkan tokoh-tokoh nasional. “Muhammadiyah memiliki komitmen terhadap negara pancasila dalam mewujudkan cita-cita nasional. Muhammadiyah memiliki prinsip untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur, berdaulat dan bermartabat,” jelasnya.
Din Syamsuddin menambahkan, Muhammadiyah mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berjuang bahu membahu dalam rangka menjadikan Indonesia berkemajuan
Din Syamsuddin menambahkan, Muhammadiyah mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berjuang bahu membahu dalam rangka menjadikan Indonesia berkemajuan dan oleh karena itu Muhammdiyah mengajukan satu visi keislaman yaitu islam berkemajuan.
“Dengan Islam berkemajuan maka kita bisa membangkitkan umat islam sebagai umat berkemajuan,” terangnya.
Selain itu kata dia, organisasi ini akan menunjukkan sikap bathin Muhammadiyah kepada negara yang tidak perlu diragukan lagi karena Muhammdiyah ikut terlibat bersama elemn-elemen bangsa lain dalam menegakkan bangsa.
“Tema ini menunjukkan sikap batin komitmen Muhammadiyah kepada pemerintah yang sah di republik ini. Bahwa pemerintah itu mitra strategis bagi Muhammadiyah. Dan Muhammadiyah sangat komitmen membantuh pemerintah. Muhammdiyah akan berada digaris terdepan untuk mendukung program-program pemerintah yang pro rakyat demi kesejahteraan, keselamatan dan kemamuran masyarakat indonesia,” tegasnya. (mat-arr/cha/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini