Metro

Danny Pastikan Ganti SKPD


MAKASSAR, BKM– Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memastikan akan melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat Pemkot Makassar dalam waktu dekat. Rencananya mutasi tersebut akan digelar September mendatang.
“Saya pastikan akan ada mutasi dalam waktu dekat. Bilangko lagi kapan tanggal pastinya? Janganmako dulu itu, tapi yang jelas September mendatang. Apalagi, sudah tiga bulan mi evaluasi mereka,” ujar Danny kepada wartawan, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur, Senin (3/8).
Danny sapaan akrab wali kota berdalih, mutasi ini memang sudah lama direncanakan karena adanya sejumlah pejabat Pemkot Makassar yang dinilainya masih berkinerja kurang dan sulit berkembang. termasuk kata dia, para camat, lurah.
“Saya sudah beri pengarahan bilang disiniko, eh nabilang ji janganmoko. Pernah saya tanya, na bilang ji begini petunjuknya pak,” ujarnya kesal.
Informasi yang dihimpun, sejumlah pejabat eselon II Pemkot akan diganti. Termasuk didalamnya Kadis Perhubungan, Marimin Tahir serta pejabatnya dan Camat Ujungpandang, termasuk sejumlah nama lainnya yang telah dikantongi Danny.
Danny memang sempat menyinggung kinerja dishub. Dia menegaskan jika dirinya akan menonjobkan pejabat yang berkinerja buruk. Dia menilai kabid dan kadishub tidak memiliki kinerja. ” Mau ku nonjobkan itu semua,”ujar Danny.
Apalagi saat itu, Danny baru saja memberikan pengarahan terkait dengan job personil brigade anti macet tersebut. “Sudah pengarahan bilang disiniko, eh nabilang ji janganmoko,” cetus Danny.
Berbeda denga Camat Ujung pandang. Danny menilai jika Camat Ujung Pandang tidak mampu menyelesaikan persoalan yang di wilayahnya. “Masa huruf T ( Toraja) saja tidak bisa kau ganti,”kata Danny dengan tegas.
Terpisah, anggota DPRD Kota Makassar juga menilai, kinerja camat, lurah dan kepala SKPD Kota Makassar sangat menyedihkan. Dewan memberikan “rapor merah”, karena tidak ada satupun neraca keuangan kecamatan yang dilaporkan dengan cara yang sitematis, akibatnya sejumlah legislator yang masuk dalam badan anggaran sulit memahami laporan pertanggungjawaban keuangan mereka.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengatakan, sejumlah camat dan SKPD berkinerja sangat lamban dan paling banyak dikeluhkan soal pelayanan. Banyak warga mengeluh karena camat lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada pelayanan kepada warga. “Saya terima langsung laporan itu,” ungkap ARA sapaan akranya, kemarin.
ARA mencontohkan, saat Rapat Evaluasi dan Pertanggungjawaban Penggunaan anggaran tahun 2014 yang lalu di ruang Banggar kantor DPRD Kota Makassar, tak satupun camat yang laporan keuangannya melampirkan neraca dan pelayanan, ini menandakan kinerja mereka “tidak becus”.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi B, Hasanuddin Leo. Sejumlah SKPD termasuk camat masih didapati berkinerja lamban, termasuk tak mampu menyusun neraca keuangan mereka. Sebut saja, laporan pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima kecamatan ternyata tidak dilampirkan berapa besaran yang diterima kecamatan, seperti retribusi parkir yang dikelolah beberapa camat, retribusi pengurusan perizinan dan beberapa retribusi yang dipungut kecamatan yang tidak tertuang dalam laporan keuangan.” Kinerja kepala SKPD termasuk camat dan lurah hingga memasuk triwulan ke tiga belum menunjukkan deviden yang maksimal.(man/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.