Connect with us

Headline

Jokowi Puji SYL Atasi Krisis Rupiah

-

MAKASSAR, BKM–Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memuji kinerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang dinilai jeli melihat peluang khususnya pada bidang ekonomi.
Jika saja banyak provinsi seperti Sulsel, kata Jokowi, maka persoalan bangsa seperti pelemahan rupiah sudah jelas tidak terlalu mempengaruhi sendi perekonomian nasional.
“Coba kita lihat ekspor yang dilakukan hari ini di Sulsel. Ini semua karena kejelian Bapak gubernur yang selalu rajin berkomunikasi serta berkoordinasi,” puji Jokowi saat meninjau bongkar muat di pelabuhan Peti Kemas Soekarno Hatta, Senin (3/8) siang. Kunjungan dilakukan sesaat setelah Jokowi membuka Muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktamar Aisiyah Muhammadiyah ke 100 tahun di Lapangan Karebosi Makassar.
Secara jujur, Jokowi mengaku pusing dengan kondisi ekonomi, khususnya pelemahan rupiah yang terjadi saat ini.
Salah satu penyebabnya, kata dia, karena ekonomi Indonesia bertumpuh pada sektor konsumsi, bukan produksi seperti yang terjadi di Sulsel.
Melihat upaya yang dilakukan oleh Sulsel saat ini, Jokowi berniat untuk membalikkan tumpuan perekonomian dari konsumsi menjadi bidang yang produktif.
Jokowi juga berencana mulai mengirim utusan khusus dagang ke negara yang sebelumnya tidak pernah terjamah ekspor dari Indonesia, agar peningkatan ekspor bisa betul-betul memberikan manfaat.
“Eksportir seneng nggak dolar seperti sekarang? Seneng semua, tapi saya yang pusing. Kalau semua Gubernur bisa memanfaatkan justru sangat bagus,” tukasnya.
Sulsel juga disebut mampu membuka mata pemerintah pusat dengan memperjual belikan komoditi yang di tempat lain tidak atau kurang diperhatikan, seperti markisa, jagung, dan beberapa komoditi lain.Bahkan untuk jagung, beberapa daerah lain masih impor, tetapi di Sulsel justru diekspor.
Jokowi berharap agar semua pihak jangan selalu melihat atau menganggap tidak ada peluang dari pelemahan yang ada, apalagi dengan kondisi dolar seperti ini, peluangnya ada diekspor.
“Peluang itu hanya bisa diambil oleh pemimpin yang punya semangat petarung. Usaha itu dalam kondisi apapun peluangnya harus dilihat. Coba kita lihat lagi, ada rumput laut, kulit mete, minyak mete, telur ikan
terbang. Apa itu coba, saya sendiri juga tidak tahu,” jelasnya.
Jokowi menambahkan, pihaknya sangat optimistis jika perekonomian Sulsel tidak banyak terpengaruh oleh pelemahan rupiah, bahkan Sulsel dinilai mampu menangkap peluang untuk memanfaatkan pelemahan rupiah.
“Melihat kanan kiri kita yang penuh kontainer, dan apa yang dikatakan Gubernur Sulsel saya menjadi sangat optimistis bahwa yang namanya pelemahan rupiah oleh dolar ada yang bisa memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan,” ujarnya
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, pelepasan peningkatan ekspor 3 kali lipat tersebut adalah upaya
penjabaran dari 3 hal, salah satunya adalah nawacita yang dicanangkan oleh Jokowi.
Jumlah total pengiriman komoditi tersebut adalah 333 kontainer, namun untuk pelepasan kemarin, baru dikirimkan sekitar 22 kontainer dan akan disusul dengan pengiriman selanjutnya.
“Hari ini bapak akan lepas 333 kontainer, diawali dengan 22 kontainer. Ini menjawab pernyataan orang-orang yang mengatakan terjadi pelemahan ekonomi, kami di Sulsel hampir tidak merasakannya,” ujar Syahrul.
Pelepasan ekspor telah melibatkan 37 eksportir yang terdiri dari eksportir besar, menengah dan kecil, bahkan
koperasi, dengan 27 komoditi ke 24 negara tujuan.
“Saat kita mengalami pelemahan, saya ingat persis petunjuk bapak bahwa akselerasinya dipertinggi, produksinya diperbanyak jenisnya, kemudian pangsa pasar juga harus diperluas,” tandas Syahrul. (mat-arr/cha/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini