Connect with us

Headline

Karena Terus Disakiti, Aku Memilih Kabur

-

Hari-hari dilalui Bunga (nama samaran) dengan penuh prahara. Panasnya tamparan Idham, suaminya masih membekas. Sebulan pasca menikah dengan Idham, Bunga akhirnya bersikap. Karena tidak tahan terus disakiti lahir dan batin, wanita berparas cantik ini memilih melarikan diri dari rumah.

Berpisah dengan Idham, membuat Bunga seakan ‘merdeka’. Tak ada lagi tamparan, tendangan, makian serta cercaan yang hampir saban hari dia alami.

Bunga kembali ke kampung bersimpuh di depan orangtuanya. Dia mengaku bersalah, telah berkata bohong. Mengaku Idham masih bujangan dan berperilaku baik kepadanya. Padahal, Idham sejatinya telah beristri dua serta selalu bersikap kasar kepadanya.
Idham pun kelimpungan mencari-cari Bunga. Dia akhirnya ke kampung halaman Bunga. Semua kedok Idham yang sudah terkuak membuat Bunga dan orangtuanya meminta Idham menceraikan Bunga. Akhirnya Idham pun menceraikan Bunga yang dia kawini secara siri.

Pasca cerai, Bunga membuka lembaran baru. Dengan modal pas-pasan dia ke Makassar, memulai usaha kecil-kecilan dengan keluarganya. Sebuah gerobak reok dia sewa untuk menjual barang campuran di depan sebuah rumah sakit di wilayah Timur Makassar.

Gayung pun bersambut. Usaha yang dirintis Bunga bersama Ina, tantenya terus meningkat. Dia terus mengumpulkan modal untuk bisa menatap bisnis lain yang lebih menjanjikan.

Hoki Bunga terus melejit. Berbekal modal serta kepiawaian yang dia miliki, Bunga pun mengontrak sebuah rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan. Dia memulai usaha warung makan rumahan. Mahasiswa indekos serta warga sekitar silih berganti menyambangi warung makan Bunga. Berkah usaha mulai dia raih.

Ekonomi Bunga mulai membaik. Dia akhirnya bisa menyisikan keuntungan untuk mengirim uang biaya hidup kepada orangtuanya di kampung. Dari warung makan inilah akhirnya Bunga kembali menemukan Jodoh. Taufan, seorang mahasiswa kedokteran semester akhir menjadi tambatan hatinya. Benih benih cinta antara Bunga dan Taufan tumbuh karena seringnya mereka bertemu. Diam-diam Taufan kepincut dengan sikap tegar serta mandiri yang dimiliki Bunga. Berstatus janda tanpa anak membuat Bunga tahu diri. Meski berkali-kali Taufan ‘menembak’ sang pujaan hati, namun Bunga selalu bersikap bimbang. Dia tak mau kejadian masa lalu terulang lagi.

Namun Taufan sosok laki-laki tabah. Dengan berbagai cara dia akhirnya berhasil meyakinkan Bunga akan kekuatan cintanya. Akhirnya Bunga pun luluh. Ternyata, Taufan adalah anak pengusaha kaya dari Kalimantan. Meski sempat ditentang, namun Taufan berhasil meyakinkan keluarganya soal pilihan hatinya mempersunting Bunga. Pesta pernikahan pun digelar besar-besaran.

Pasca menikah, Bunga pun diboyong suaminya ke Kalimantan. Dengan modal usaha miliknya plus suntikan dana dari suaminya, Bunga pun merintis usaha restoran. Hasilnya pun fantasti. Hanya dalam kurun waktu setahun, Bunga dan suaminya berhasil memambangun empat restoran cabang di beberapa kabupaten di Kalimantan. Bunga kini menjelma menjadi wanita sukses. Rumah tangganya pun rukun sejahtera. (B)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini