Metro

“Pak Ogah” Akui Setor ke Oknum Polisi


MAKASSAR, BKM– Keinginan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk menertibkan ” pak ogah” agak sulit terwujud. Pasalnya, “pak ogah” diduga dibekingi oknum aparat kepolisian. Sebagai imbalannya, “pak ogah” menyetor sejumlah uang dari hasil yang didapatkan setiap hari.
” Kita setor ke oknum polisi pak untuk pembeli rokok,”kata salah satu ” Pak Ogah”, Dg Tayang sambil menunjuk petugas kepolisian di pinggir Jalan Sultan Alauddin, Senin (3/8).
Dia juga mengaku, baju rompi yang ia kenakan adalah pemberian pihak kepolisian (Polrestabes Makassar) secara gratis. ” Polisi datang disini, kita diangkut ke kantor polisi, disana kita dikasi baju pak. Saya sepakat na bilang polisi, kalau ini tujuan untuk mengurangi tawuran, karena warga yang tidak ada pekerjaannya baru mauki merokok, sembarangmi na kerja,”lanjut pria yang mengaku berasal dari Takalar ini.
Dg Tayang menambahkan, “pak ogah” yang mengenakan rompi Banpol dari kepolisian sebanyak 32 orang. ” 32 orang karena waktu polisi datang ambilki banyak teman-teman yang lari karena mereka takut, ” ujarnya sambil mengenakan baju rompi Banpol.
Ditanya mengenai kehadiran petugas dari dishub, Dg Tayang tidak mempersoalkan hal tersebut. ” Tidak ji, disana ji dishub, saya kan disini ji,”ujarnya sambil menunjuk ke arah simpang empat perbatasan Makassar-Gowa.
Pria tiga anak tersebut menambahkan, dirinya menjadi “pak ogah” untuk memenuhi kehidupan keluarganya. ” Anak saya sudah tiga, sekolah semua. Yang SMA setiap hari diberi uang Rp10 ribu untuk jajan dan transpor, yang SMP dan SD Rp5 ribu. Saya kerja apa saja yang penting halal,”kata Dg Tayang.
Terpisah, kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar melalui Hubungan Masyarakat (Humas), Asis Sila mengatakan, pihaknya menurunkan personelnya di titik-titik rawan kemacetan. ” Kita turunkan personel di persimpangan yang rawan kemacetan,”kata Asis di Kantornya.
Titik rawan yang dimaksud diantanya Jalan AP.Pettarani, Jend. Sudirman, Cendrawasih, H Bau, Pasar ikan, Ujung Pandang, Arief Rate-Lagaligo, Jalan Arief Rate- Dg Patompo, Arief Rate-Yosep Latumahina, Arief Rate-SMA Rajawali, Sultan Hasanuddin – Muhtar Lutfi, Sultan Hasanuddin-Pattimura, Sultan Alauddin-Emmy Saelan, Sultan Alauddin-Depan kampus Unismuh, Sultan Alauddin-depan kampus UIN Alauddin, Sultan Alauddin-depan Toyoya, Sultan Alauddin-depan PT. Gas.
Menurutnya, seluruh titik rawan kemacetan tersebut dijaga satu regu personel dishub dan satu regu masing-masing sepuluh orang.
Asis melanjutkan, jika hari libur seperti sabtu dan minggu, pihaknya tetap menurunkan personelnya, apalagi jika ada laporan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan tim mobile untuk memantu arus lalu lintas yang tidak mendapat penjagaan khusus personilnya.
Dia menambahkan jika personil yang diturunkan untuk menegakkan peraturan Walikota (Perwali) nomot 64 tahun 2011 tentang larangan parkir di bahu jalan dan Perwali nomor 94 tahun 2013 tentang larang mobil truk beroperasi pada siang hari.(man/war/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.