Metro

SYL Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan


MAKASSAR, BKM– Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi bencana kekeringan, di kabupaten/kota di Sulsel. Salah satu langkah yang ditempuh Syahrul dengan membentuk desk khusus setiap kabupaten/kota.
“Secara khusus agenda yang akan kita lakukan adalah membentuk desk khusus mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Setelah itu, dilakukan pemetaan daerah yang paling rawan terhadap kekeringan, dan konsentrasi program untuk mengantisipasi bencana ini,” kata Syahrul Yasin Limpo.
Untuk langkah penanggulangan jangka pendek dampak kekeringan ini, kata dia, antara lain akan dilakukan pengaturan irigasi dan dengan melihat kembali daerah irigasi secara proporsional.
Pihaknya juga akan membuat jadwal pengairan secara ketat, sehingga air benar-benar dialirkan ke daerah yang membutuhkan.
“Saat ini di daerah Utara masih ada hujan, sehingga air difokuskan untuk dialirkan ke Timur dan Selatan,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, juga akan dilakukan optimalisasi penggunaan pompa air, membuat embung-embung dan pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami untuk menutup lahan sehingga dapat mengurangi penguapan.”Kami tidak mau kehilangan target konsepsi over stok 3 juta ton beras,” ujarnya.
Untuk sektor perkebunan, gubernur menambahkan, Dinas Perkebunan diminta untuk mengajarkan sistem irigasi tetes untuk mengefisienkan penggunaan air.”Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan pihak PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) di semua kabupaten/kota memang harus bekerja keras untuk itu,” tegasnya.
Sementara untuk strategi jangka panjang, menurut gubernur, Pemprov Sulsel juga telah menyiapkan dua program penting.”Kita punya program Melubangi Bumi Menyimpan Air jumlahnya satu juta lubang, dan penanaman 10 juta Pohon Bambu,” terangnya.
Kedua program tersebut, kata dia, akan dianggarkan dalam APBD Perubahan.”Semua ini hanya bisa jalan jika para bupati, para wali kota, camat hingga lurah, dan SKPD-SKPD teknis semua terlibat,” tutup gubernur.
Sementara itu, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar membagikan pompa air ke petani guna mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan.
“Kita bantu kelompok tani dengan membagikan pompa air, guna membantu krisis air tahun ini,”kata Kepala Dinas DKP3, Rahman Bando di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.
Rahman Bando menambahkan, musim kemarau saat ini belum menggagalkan hasil panen para petani, hanya berpengaruh pada menurunnya jumlah produksi. ” Sejauh ini belum ada laporan bahwa musim kemarau menyebabkan kegagalkan panen. Kalau menurun jumlah produksi memang iya,” tambah Rahman.
Menurutnya, dari luas 1.600 Ha lahan sawah yang tersebar di Kota Makassar seperti yang berada di Kecamatan Biringkananya, Tamalanrea, Panakkukang, Tallo dan Tamalate, sudah diatas 50 persen yang panen.
Dia mengaku jika lahan yang telah dipanen mengalami kevakuman dan kekosongan lahan. Untuk itu, pihaknya akan membangun jaringan irigasi untuk memenuhi persedian air lahan petani. ” Tahun ini kita akan mencoba membangun jaringan irigasi mudahan-mudahan bisa meminimalisir perairan sawah mereka,”ujar Rahman Bando.
Disinggung mengenai hujan buatan, dirinya menganggap hal itu terlalu boros dan belum layak di Kota Makassar. ” Itu tidak ekonomis karena luas lahan masih sempit, kalau luas lahan kita seperti di sidrap, wajo mungkin bisa dipertimbangkan,” tutupnya. (rhm-man/war/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.