Headline

Bom Ikan Meledak Saat Diracik


MAKASSAR, BKM–Sumber ledakan dahsyat yang menewaskan dua wanita, Ramlah (55) dan Sania (36) dipastikan berasal dari bom ikan.Ledakan terjadi saat kedua korban sedang menumbuk bahan baku bom di dalam rumah di Komplek Pattene Permai Blok C No 13, Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya, Senin (3/8) sore.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Anton Setiadji menegaskan, ledakan yang terjadi di Pattene tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme, apalagi dengan kedatangan Presiden RI, Joko Widodo.
Hasil penyelidikan sementara menyimpulkan, sumber ledakan berasal dari bom ikan yang diracik oleh kedua korban. Sejumlah saksi yang telah diperiksa juga tidak memberikan petunjuk jika kedua korban tewas (bukan tiga, seperti yang dilansir BKM Selasa 4 Agustus, red) pernah melakukan kegiatan-kegiatan terorisme.

Meski demikian, Anton tetap menginstruksikan anggotanya untuk mengusut tuntas kasus yang menggegerkan ini.
Bom yang dirakit korban sejatinya akan digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan di laut. Namun saat diracik, bom tersebut meledak dan menewaskan pembuatnya.
Pasca ledakan, Selasa (4/8) siang, ribuan warga memadati lokasi kejadian. Puluhan personil Brimob Polda Sulsel bersiaga di lokasi kejadian. Pasca ledakan, banyak warga sekitar yang memilih mengungsi sementara. Mereka khawatir akan adanya ledakan susulan.Ketua RT setempat, Salam yang ditemui BKM mengungkapkan, saat ledakan terjadi dia sedang istirahat di rumahnya.
“Ledakannya keras sekali, seperti gempa bumi. Tanah dan rumah bergoyang. Sejumlah plafon rumah warga pada runtuh,” tutur Salam.

Hal senada dikatakan Reza Budiman. Menurutnya, sebelum kejadian dia mengutak atik laptop di lantai 2 rumahnya. Reza mengaku sempat melihat Sania masuk ke dalam rumah bersama dua anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SD. Tak lama kemudian, dua anak Sania keluar dari rumah. Itu atas perintah ibunya.
“Saya lihat’ji itu korban yang tewas kodong yakni Sania. Dia datang bersama dua anaknya. Tapi tak lama setelah masuk rumah, dua anak Sania keluar. Sekitar 30 menit kemudian, terjadi ledakan keras,” ungkap Reza.

Pasca ledakan, Reza bergegas ke rumah Hj Ramlah. Di tempat itu dia melihat kedua korban sudah dalam kondisi tewas.
“Meninggal’ki kodong itu pemilik rumah. Tangan kanan korban putus hingga di bawah siku. Begitu pun dengan Sania. Tangan kirinya juga putus,”ujar Reza.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Sulsel yang melakukan olah TKP menyita puluhan detonator serta ember bekas cat berisi serbuk mesiu.
Nani, tetangga korban kepada BKM mengungkapkan, Hj Ramlah sudah tiga tahun mendiami rumah tersebut. Korban, kata Nani, juga memiliki beberapa rumah di komplek Pattene Permai diantaranya di Blok Blok C 6. “Sudah tiga tahun korban tinggal di rumah itu,” katanya.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Barung Mangera mengatakan, 20 detonator berhasil disita di lokasi kejadian. “Puluhan detonator dibawa ke Laboratorium Forensik,” katanya. (ish/cha/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.