Headline

“Dia Duluan Tikam Saya, Makanya Kubunuh”


PANGKEP, BKM — Penyebab duel maut dua petani di Kampung Landea, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Pangkep, Kamis (6/8) siang akhirnya terkuak. Pancana (54) tersangka pembunuh Mudo (45) mengaku nekat menikam sekitar 29 tusukan karena emosi lantaran diserang secara membabi buta oleh korban.
Menurut Pancana, pemicu perkelahian lantaran dia menjebol pematang sawah milik Mudo untuk mengairi sawahnya yang bersebelahan petak dengan sawah korban. Itu dia lakukan setelah melihat sawah Mudo dan sawah petani lainnya sudah penuh terisi air dari mesin pompa.
Saat itu, Pancana sendiri berada di areal persawahan. Sementara Mudo dan petani lainnya pulang ke rumah untuk istirahat siang. Rupanya ulah Pancana membuat Mudo marah besar. Saat kembali ke sawah dan melihat pematangnya dijebol, pria paruh baya ini pun mencak-mencak. Menurut tersangka di depan penyidik Polsek Bungoro, Mudo marah lalu merampas badik milik Pancana yang terselip di pinggangnya.
”Mudo menikam menggunakan badik saya. Tikaman itu mengenai bawah ketiak saya. Makanya kubunuh. Saya mendorong korban hingga jatuh ke sawah. Saat itu saya merampas kembali badik saya dan menikam Mudo berkali-kali di bagian dada dan sekujur tubuhnya,” kata Pancana.
Melihat Mudo tewas, tersangka pergi menemui warga bernama Adam (38) kemudian menyerahkan diri ke polisi.
Kapolsek Bungoro, Kompol H Haryadi kepada BKM, Jumat (7/8) mengatakan, setelah menerima laporan Adam dia menuju ke lokasi kejadian mengevakuasi jasad Mudo ke RSUD Pangkep. Selanjutnya, mengamankan tersangka Pancana bersama barang bukti badik.
Saat ini, polisi masih melakukan penjagaan ketat di Kampung Landea. Itu untuk menjaga aksi balas dendam dari keluarga korban.
Haryadi menambahkan, sebelumnya kasus ini sudah ditangani penyidik Polres Pangkep. Namun untuk barang bukti dan tersangka masih berada di Polsek Bungoro.
”Sudah dibuatkan surat perintah penahanan. Tersangka dari sel polsek dibawa ke rutan untuk dititip. Ini untuk keamanan tersangka sendiri,” katanya.
Menurut Haryadi, motif pembunuhan sudah jelas soal rebutan air. ”Tersangka menjebol pematan sawah Mudo untuk mengairi sawah. Namun Mudo tidak terima. Mudo datang dengan kondisi marah dan merampas badik Pancana lalu menikam tersangka. Pancana balik merampas badik lalu menikam korban dengan 29 tusukan,” kata Hariadi. (leo/cha/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.