Bisnis

Honda Andalkan New Sonic


JAKARTA, BKM — Penjualan motor bebek di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan dialami hampir seluruh produsen motor di Indonesia. Penurunan ini terjadi seiring dengan makin kinclongnya penjualan sepeda motor jenis skuter matik (skutik). Meski penjualan agak lesu, tapi PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen sepeda motor merek Honda, tetap memproduksi sepeda motor Honda. Termasuk untuk jenis bebek.
Seperti disampaikan Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman, di Jakarta, kemarin, menegaskan, pihaknya masih tetap serius dengan motor bebek. AHM itu tidak mau menganaktirikan motor bebek Honda yang masih menjadi market leader di kelasnya. ”Bebek kita tetap serius. Sekarang pasar motor bebek saja sudah 13 sampai 15 persen. Dan itu turun terus dari dulunya 19 persen. Tapi tetap kita perhatikan,” kata Loman.
Karena penurunan itu, AHM pun mengambil langkah agar stok motor bebek tidak menumpuk. AHM telah menurunkan jumlah produksi motor bebek sebayak 50 ribuan. Karena tak mau mengabaikan motor bebek, Honda pun menjanjikan tetap melakukan penyegaran pada motor bebek.
”Tetap penyegaran kita lakukan. Tapi ada periodenya,” jelas Loman.
Salah satu produk motor bebek yang disebut AHM sebagai penyegaran adalah New Honda Sonic 150R. Besutan terbaru dari AHM ini telah diluncurkan di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/8). New Honda Sonic ini tidak ada kaitannya dengan model lama Sonic yang pernah beredar di Indonesia beberapa tahun lalu.
Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM, kepada wartawan di sela-sela launching tersebut, mengatakan, model yang saat ini meluncur dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia. ”Kami memulai pengembangan dari nol. Tidak ada hubungannya dengan model terdahulu,” ujar Margono.
Sonic generasi lama didatangkan dari Thailand, alias dijual dalam kondisi Completely Built Up (CBU). Model ini bertahan beberapa tahun dan ternyata mempunyai banyak penggemar. Setelah tak lagi muncul, ternyata salah satu hasil survei internal AHM memberikan data bahwa ada kebutuhan di segmen ini. AHM pun mengembangkan khusus untuk Indonesia, menggunakan mesin baru, dan tidak ada hubungannya dengan Sonic dari Thailand. (*mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.