Gojentakmapan

Penangkapan Tiga Kapal Nelayan Diprotes


TAKALAR, BKM — Ratusan warga Kecamatan Galesong Utara (Galut) yang mengatasnamakan dirinya Pemerhati Nelayan Takalar (PNT) bersama sejumlah aliansi LSM di daerah tersebut menggelar unjuk rasa menolak penangkapan tiga kapal nelayan yang dilakukan petugas Dit Polairut Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar, Selasa (11/8).
Aksi unjuk rasa yang digelar di halaman kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Takalar meminta agar pihak DKP Takalar segera turun tangan atas penangkapan tiga kapal nelayan dengan mengeluarkan rekomendasi Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI) serta Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).
“Tiga kapal yang diamankan Polair Polda terjadi awal Agustus, lantaran ketiga kapal tersebut memiliki dokumen izin kadaluarsa. Untuk itu, kami mendesak pihak DKP Takalar segera mengeluarkan SIUP dan SIPI, serta meminta Pemkab Takalar turun tangan membantu membebaskan kapal nelayan yang diamankan di Polair Polda Sulsebar,” tegas salah seorang pemilik kapal, H Tutu.
H Tutu yang datang bersama dua pemilik kapal lainnya, masing-masing Dg Bonto dan Dg Rangka juga mendesak Pemkab Takalar memberi jaminan keamanan kepada semua nelayan yang menggunakan jaring katrol (Rere’). Menurut mereka, nelayan di wialayah Galesong sejak lama menggunakan jaring Rere’ untuk menangkap ikan.
“Dengan adanya aturan baru dari Kementrian Perikanan, nasib kami sebagai nelayan kian memprihatinkan. Untuk itu, kami meminta jaminan dari Pemkab Takalar dan lembaga DPRD agar bisa menggunakan alat tangkap ikan jaring Rere,” pinta H Tutu.
Usai menggelar aksinya, para demonstran melanjutkan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar. Demontran menegaskan akan kembali turun ke jalan, jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi pihak Pemkab Takalar. (ari-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.