Sulselbar

Trimiti Harus Patuhi Harga Pemerintah


MAMUJU, BKM — Harga pembelian Tandan Buah Sawit (TBS) sepertinya terus menjadi permasalahan di kalangan petani dan pengusaha sawit yang ada di Provinsi Sulbar. Pada Senin, 10 Agustus 2015, di Hotel Srikandi Mamuju, digelar pertemuan antara petani dan pengusaha sawit di Sulbar.
Pertemuan ini dipimpin Ir Waris, Kepala Bidang Pengelolaan Pemasaran Hasil pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar. Dikatakan, masalah harga yang telah ditetapkan pemerintah harus dipatuhi pihak perusahaan PT Trimiti. Ia juga mempersilakan perusahaan lain untuk bersaing harga. Yang penting tidak menimbulkan gejolak ditingkat petani. Apalagi, pemerintah sudah menetapkan harga.
Keberadaan PT Trimiti yang mendirikan pabrik CPO (sawit, red), mendapat sorotan dari perusahaan sawit lainnya. Pasalnya, Trimiti mendirikan pabrik CPO tapi tidak memiliki lahan sawit. Perusahaan ini hanya langsung menjalin kemitraan atau kerjasama dengan petani sawit yang ada. Harga yang diberikan kepada para petani ini lebih tinggi dari yang berlaku sekarang. Sehingga para petani ini lebih cenderung menjualn TBS nya kepada PT Trimiti.
Mahmud dari PT Unggul mengakui, harga CPO di PT Unggul secara menyeluruh mengalami penurunan harga dikisaran Rp334. Untuk itu, ia berharap ada perbaikan harga dan kestabilan harga ke depannya. ”Yang jelas, kalau berbicara persaingan harga pada negara lain, pasti kita kalah bersaing. Karena di negara lain tidak dikenakan biaya keluar. Sedangkan di Indonesia dikenakan biaya keluar. Begitu pula kualitas sawit petani di daerah ini kalah bersaing dengan sawit dari negara lain,” tuturnya.
Sementara itu, Awal dari PT Astra Grup, mengatakan, harga TBS pada akhir-akhir ini memang terjadi penurunan. Dan ini pernah terjadi pada bulan 12 tahun 2013 dan Mei tahun 2014 lalu. Pihak Astra Grup sendiri akan tetap melakukan evaluasi ulang dan tetap menjaga kestabilan harga. Termasuk apa yang dilakukan PT Unggul selaku anak perusahaan dari Astra Grup. Yakni tetap mengelola industri CPO dan tetap menjaganya dengan baik.
Lain halnya dengan apa yang dilontarkan Jaya dari PT Triniti. Ia mengatakan, Triniti tetap juga mematuhi aturan harga yang sudah ditetapkan bersama dengan perusahaan lainnya yang ada di wilayah Sulbar. ”PT Triniti ini memang perusahaan baru. Kami baru belajar di perusahaan sawit. Kami akan patuhi pada aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulbar,” ujarnya. (ala/mir/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.