Gojentakmapan

Dilepas Haru Ribuan Pegawai


ISAK tangis tumpah menyertai pelepasan tokoh kharismatik Kabupaten Gowa, Ichsan Yasin Limpo, yang terhitung, Kamis (13/8) tak lagi menjabat sebagai Bupati Gowa.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan masa akhir jabatannya sebagai bupati periode kedua tahun 2010-2015, Ichsan bersama dengan Abbas Alauddin yang menjadi Wakil Bupati Gowa mengaku mendapatkan penghormatan yang tinggi saat dilepas di akhir masa tugas di periode kedua selama 10 tahun memimpin Kabupaten Gowa.
“Nafasku adalah jiwamu hatiku adalah hatimu, jiwamu jiwaku sama, sebut Ichsan seraya meminta ijin bersama Abbas Alauddin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Kabupaten Gowa bahwa semua hasil yang telah diraih sebagai prestasi adalah karya bersama pegawai dan masyarakat Gowa,” tutur Ichsan dihadapan ribuan pegawai lingkup Pemkab Gowa.
”Kalau masih ada kebutuhan dan keinginan rakyat yang belum terpenuhi maka jangan salahkan anak buah saya, jangan salahkan siapa-siapa sebab seluruh itu menjadi tanggungjawab saya,” lanjutnya.
Dalam apel luar biasa yang menandai pelepasannya, Ichsan menyampaikan dua pesan penting yang menjadi amanahnya untuk dijaga para pegawai di Gowa. ” Ada dua pesan saya selama penyelenggaraan tugas ke depan, bahwa tidak ada pejabat di Gowa yang masuk penjara karena korupsi, sebab tugas yang mereka (pegawai) dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Lebih baik dapat sedikit asal hidup tenang daripada dapat banyak tapi hidup tak nyaman. Pesan kedua saya yakni ada lima yang harus dijaga yakni jaga rakyat jangan sampai lapar, jaga rakyat jangan sampai sakit, jaga rakyat agar tidak ada yang tidak dapat pendidikan yang layak, jaga iman rakyat sehingga semakin menguatkan iman dan taqwa dan jaga keamanan daerah ini sehingga memberi rasa aman untuk rakyat. Semoga semua ini bisa dijaga dan disempurnakan ke depan agar rakyat bisa hidup lebih baik lagi ke depan,” kata Ichsan dengan suara bergetar haru.
Ichsan didampingi Abbas juga menyampaikan permintaan maafnya jika selama ini ada hal yang tidak berkenan dimata para bawahannya.
”Kalau ada salah saya dengan Pak Abbas apakah itu tutur laku maupun tutur kata maka maafkanlah kami. Kalau ada salah kami yang merugikan pegawai maupun rakyat, maka maafkanlah kami. Saya mohon diri dan siap bersama Pak Abbas Alauddin membantu Pemerintah Kabupaten Gowa ke depan dengan pikiran dan tenaga untuk pembangunan daerah ini,” ucapnya adik kandung Gubernus Sulsel ini. Pelepasan Ichsan-Abbas diiringi kain putih sepanjang 278 meter yang dibentangkan mulai dari lobi kantor Pemkab hingga ke pintu gerbang kantor Pemkab Gowa. Sepanjang kain putih itulah mantan Bupati Gowa yang memimpin dua periode ini, berjalan sambil mengucapkan selamat jalan dan menerima jabatan tangan para pegawai yang selama ini menjadi anak, adik dan mitranya. Ichsan dan Abbas yang masing-masing didampingi istri yakni Hj Novita Ichsan dan Hj Sahariah Abbas berjalan sambil meneteskan air mata diiringi isak tangis para pegawai mulai pegawai golongan rendah hingga pejabat eselon.
Pencetus berbagai inovasi pendidikan ini berjalan hingga di perempatan Jalan Masjid Raya-Jalan Tumanurung dan Jalan Agussalim. Di perempatan jalan ini, Ichsan-Abbas menerima Aru Tubarani sebelum menaiki mobil jeep Wrangler warna hitam berplat merah GOWA. Mobil ini kemudian mengarak dua tokoh kharismatik Gowa ini dari Jl Tumanurung ke Jalan Sultan Hasanuddin, batas kota Gowa- Makassar kemudian dilepas menuju kediaman pribadi masing-masing. Kediaman pribadi Ichsan yang ditinggalkan 10 tahun lalu di Jalan Hertasning Baru itu akan kembali dihuninya sebagai rakyat biasa. Begitu juga dengan Abbas Alauddin menuju kediamannya di Jalan Masjid Raya, Tinggimae, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu tak jauh dari rumah jabatan bupati maupun wakil bupati.
Rombongan mantan bupati dan wakil bupati ini kemudian dikawal pasukan Tubarani dan ratusan sepeda becak motor (bentor) serta iring-iringan kendaraan dinas SKPD menuju kediaman pribadi masing-masing.
Saat dilepas dan memberikan salam terakhir sebagai tanda pamitan kepada satu persatu pegawai, Ichsan bersama istrinya, Novita begitu juga Abbas bersama istrinya, Sahariah terisak dan sesekali membuka kacamata minusnya untuk mengeringkan air mata yang menetes.
Sebelumnya, di sela apel luar biasa itu, Ichsan-Abbas menyerahkan jabatannya sebagai Bupati-Wakil Bupati Gowa kepada Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis untuk menjalankan roda pemerintahan berdasarkan SK Gubernur Sulsel sebagai pelaksana harian sambil menunggu turunnya SK carateker dari Kemendagri.
”Sejak hari ini, saya bersama Pak Abbas bukan lagi bupati dan wakil bupati tapi adalah rakyat biasa. Meski begitu sebagai orang Gowa saya tidak akan meninggalkan rakyat Gowa begitu saja sebab saya akan mencurahkan tenaga dan pikiran saya ini untuk membantu pemerintahan sekarang agar Kabupaten Gowa tetap menjadi daerah kebanggaan bagi anak cucu kita ke depan, Insya Allah,” ucap Ichsan lagi. (*)

Komentar Anda





Comments
To Top
.