Gojentakmapan

PPL Diberdayakan Dimusim Kemarau


JENEPONTO, BKM — Dampak Elnino berupa kekeringan yang melanda seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Jeneponto membuat areal produksi pertanian terus merosot.
Salah satu langkah trategis melalui pemberdayaan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk memberikan data tentang dampak Elnino. Hal itu disampaikan, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam rapaat koordinasi monitoring penyuluhan pertanian yang diadakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Kabupaten Jeneponto di Baruga Penyuluhan, Kamis (13/8).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Nurdin Siga, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Rahmasyah Guntur, Kepala Dinas Kehutanan, Chaidir Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ahmad dan Kabag Humas dan Protokol, Din Hajad Kurniawan.
Iksan dalam rapat itu memberikan penekanan kepada PPL untuk wilayah Jeneponto yang berjumlah 125 orang, agar menginventarisir dampak Elnino. Iksan juga mengharapkan, agar seluruh penyuluh dapat membangun sinergitas dengan pimpinan baik secara formal maupun nonformal.
“Saya ingin ada data tentang masalah dampak kekeringan dilokasi penyuluh. Walaupun Pemprov sudah tahu kalau wilayah kita terbiasa dengan kekeringan, tetapi masyarakat kita juga perlu perhatian dan Pemkab Jenepontoakan tetap berusaha meminimalkan dampak Elnino yang terjadi saat ini,” ungkap Iksan.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peyuluh agar dapat berperan aktif untuk memberikan informasi kepada masyarakat seputar optimalisasi produksi pertanian khususnya di musim kemarau saat ini.
“Peran PPL memberikan edukasi kepada masyarakat kita agar di musim kemarau ini para petani kita bisa menanam tanaman yang disesuaikan dengan keadaan alam saat ini. Selain itu memberi informasi tentang bahaya kebakaran, Itu juga penting,” tekannya.
Ditempat yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Nurdin Siga melaporkan, dari total 125 tenaga PPL yang ada di Kabupaten Jeneponto, 81 diantaranya berstatus PNS. Adapun total jumlah PPL tersebut terdiri dari 61 orang PPL Pertanian, 14 orang PPL Kehutanan dan 6 orang PPL Perikanan. Sementara Tenaga Harian Lepas (THL) yang menerima haji pusat berjumlah 34 orang serta 24 orang berstatus honorer K2.
“Dari semua PPL itu terdapat 10 orang penyuluh yang belum terangkat statusnya,” paparnya.
Lebih jauh dia melaporkan, bahwa rapat koordinasi saat ini bertujuan melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan penyuluhan, baik di tingkat desa kecamatan dan kota, dengan program latihan dan lunjungan latihan dan kunjungan (Laku). (krk-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.