Sulselbar

Terdakwa Beber JPU Minta Rp30 Juta


WATAMPONE, BKM — Nurhidayat alias Haya meradang. Warga Labempa, Kelurahan Walennae, Kecamatan Tanete Riattang ini dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri Watampone.
Merasa tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat berat, diapun berteriak-teriak di ruang sidang, kemarin. Ia bahkan membeberkan ulah JPU Zainuddin.
Menurut pengakuan Haya, Zainuddin yang menjadi JPU dalam kasusnya, pernah mendatanginya dalam sel. Kehadiran Zainuddin disaksikan sejumlah penghuni sel lainnya. Dalam pertemuan itu, menurut Haya, Zainuddin meminta uang sebesar Rp30 juta agar hukumannya dikurangi.
”Saya didatangi oleh jaksa (Zainuddin) di sel dan dimintai uang Rp10 juta. Karena saya tidak mampu bayar, jadi saya dituntut 12 tahun. Sebenarnya pertama dia minta Rp30 juta. Tapi saya tidak mampu, akhirnya diturunkan menjadi Rp10 juta,” teriak Haya, yang menjadi luapan emosinya.
Sebenarnya, Haya mengakui bahwa dirinya memang harus dihukum akibat perbuatannya. Namun sebagai terdakwa, ia juga minta keadilan. Oknum jaksa yang notabenenya adalah Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Watampone yang memintainya pembayaran agar hukuman dikurangi, juga harus diberi sanksi karena berbuat di luar ketentuan. ”Saya hanya meminta keadilan disini,” teriaknya lagi.
Saat Nurhidayat mengamuk di ruang sidang, JPU Zainuddin hanya terdiam tanpa kata. Tak lama kemudian Nurhidayat langsung diamankan petugas dan dikembalikan ke dalam sel.
Sampai di dalam sel Pengadilan Negeri Watampone, Nurhidayat kembali berteriak. Lagi-lagi dia mencela perbuatan Zainuddin.
Ditemui usai sidang, Zainuddin enggan menanggapi teriakan terdakwa di persidangan. Dia mengelak belum bisa memberi komenter sebelum ada izin dari atasannya.
”Silakan hubungi humas kejaksaan atau Pak Kajari, karena saya bukan lagi humas. Kalau ada perintah, baru saya jelaskan,” kelitnya. (amr/rus/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.