Kriminal

130 Narapidana Korupsi Belum Terima Remisi


MAKASSAR, BKM — Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI mengaku belum menerima pemberian remisi kepada 130 narapidana kasus korupsi yang mendiami Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diwilayah Sulsel.
Hal itu disampaikan, Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham untuk wilayah Sulsel, Wahiddin, Jumat (14/8).
“Kita sudah usulkan sebanyak 130 narapidana kasus korupsi untuk mendapat remisi, namun hingga saat belum turun nama-nama narapidana korupsi yang mendapatkan remisi dari Kemenkumham,” kata Wahidin.
Wahidin juga menyampaikan, untuk tahun 2015, terdapat dua kategori remisi, yakni dasawarsa dan umum. Untuk remisi dasawarsa akan diberikan kepada narapidana setiap 10 tahun sekali di HUT Kemerdekaan. Sedangkan remisi umum rutin diberikan kepada narapidana setiap peringatan HUT Kemerdekaan.
Dari data Kemenkumham Wilayah Sulsel, untuk kategori remisi dasawarsa, saat ini yang telah diusulkan sebanyak 2638 narapidana. Adapun narapidana yang mendapat remisi bebas sebanyak 18 orang. Sedangkan remisi umum ada sekitar 2.526 narapidana yang diusulkan dan yang mendapat remisi bebas sebanyak 92 narapidana dengan total remisi bebas sebanyak 110 narapidana. Pemberian remisi disampaikan bertepatan pada peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus mendatang.
“Pemberian remisi dilaksanakan serentak di wilayah Sulsel, pada tanggal 17 nanti. Rencananya juga akan dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo,” kata Wahiddin. Pengumuman remisi bagi narapidana di Makassar, akan dibacakan di Lapas Gunung Sari Makassar,” jelasnya.
Berdasarkan data Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham, bahwa jumlah narapidana yang mendapatkan remisi tersebut, telah dimasukkan di unit kerja Lapas dan Rutan se Sulsel.
Wahiddin menuturkan, data tahanan khusus untuk Lapas Gunung Sari Makassar sebanyak 764 tahanan, dan yang akan mendapatkan remisi pengurangan masa tahanan yang berstatus Narapidana sebanyak 524 orang. Sedangkan narapidana khusus Rutan Makassar, saat ini tercatat 1438 tahanan, dan yang mendapat remisi pengurangan masa tahanan ada 168 orang.
“Untuk status tahanan sendiri, itu masih menjalani proses persidangan di Pengadilan,” jelas Wahiddin.
Didalam pemberian remisi kata, Wahiddin, itu tidak berlaku bagi narapidana yang di vonis mati. Adapun data jumlah narapida vonis mati di Sulsel tercatat 3 orang. Meski sudah divonis mati, namun ketiganya masih berstatus belum incracht, karena masih dalam proses pembelaan ditingkat tinggi.
“Terdakwa yang divonis mati itu ada 3 di Sulsel, di Makassar ada 1 orang narapidana dan di Pinrang 2 orang narapidana,” urainya.
Berdasarkan Pasal 34 Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 1999, kata Wahidin, setiap narapidana dan anak pidana berhak mendapatkan remisi.
Remisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat. Syaratnya sendiri, harus berkelakuan baik, dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan.
Persyaratan berkelakuan baik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dibuktikan dengan, tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun 6 bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi, dan telah mengikuti program Pembinaan yang diselenggarakan LAPAS dengan predikat baik.
“Yang jelas kalau ada yang berkelahi, meski itu sehari sebelum pengumuman atau di hari pengumuman ada yang buat kegaduhan, napi tersebut langsung dicoret dari daftar pemberian remisi,” kuncinya. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.