×
Connect with us

Gojentakmapan

Empat Pintu Air Irigasi Dirusak

-

MAROS, BKM — Empat pintu air irigasi diwilayah Bantimurung, Kebupaten Maros tidak berfungsi maksimal akibat dirusak orang tidak dikenal (OTK). Pintu air itu masing-masing di Pakalli, Bontoa, Bontolojong dan Kanjitongang. Sementara pintu air Bantimurung tidak maksimal karena kerap dibuka paksa. Padahal, pintu air itu berfungsi mengatur irigasi agar seluruh petani kebagian air.
Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Kecamatan Bantimurung, Muhammad Haris membenarkan hal tersebut. Haris bahkan mengusulkan agar pnitu air digembok. Sehingga kontrol irigasi hanya bisa dilakukan petugas pengairan.
“Tetapi kalau malam, ada yang membuka paksa pintu air. Tidak ada petani ataupun petugas yang mengaku melakukan itu. Jadi sebaiknya memang di gembok,” kata Haris.
Akibatnya aksi pengrusakan ini, pembagian air di beberapa daerah di Maros menjadi tidak rata. Daerah yang gilirannya terpaksa gigit jari. Kondisi serupa berlaku sebaliknya. Seperti di Desa Kanjitongeng yang telah memasuki musim tanam kedua. Tanaman padi di 400 hektare sawah sangat membutuhkan air, namun jusrtu air tidak pernah sampai.
Sementara, Kepala Seksi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros , Amiruddin juga membenarkan adanya aksi pengrusakan. Bahkan dia mengaku kalau pengrusakan pintu air kerap terjadi lantaran ketidak-sabaran warga. Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau kondisi pintu air. Hanya saja, lanjutnya, pengaturan pintu air diluar wewenang seksinya.
“Bendungannya saja yang ada di Maros, namun pengaturannya ada pada Balai Besar Jeneberang, karena mereka yang membiayai operasionalnya,” jelas Amiruddin.
Dari pantauan BKM, debit air di Bantimurung saat ini berada diibawah kisaran 200 liter perdetik. Untuk menyiasati pembagian air, pintu air dibuka-tutup berkala. Kemudian, setiap satu gapoktan hanya mendapat aliran air sepekan dalam sebulan. (ari-ril/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini