Kriminal

Kejati Jadwalkan Periksa Dua Pejabat Kejari Polman


MAKASSAR, BKM — Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar akan memeriksa dua jaksa Kejaksaan Negeri Polewali Mandar (Kejari Polman) Sulawesi Barat, yang diduga melakukan pemerasan terhadap beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Barat.
“Para pelapor sudah diperiksa, sekarang tinggal terlapor,” kata Asisten Bidang Pengawasan Kejati Sulselbar, Heri Jerman, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/8).
Dua jaksa yang rencananya akan diperiksa adalah, selaku terlapor adalah Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Teguh Aprianto, dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Joko.
Kedua jaksa tersebut dilaporkan pernah meminta uang sebesar Rp750 juta untuk mengamankan sejumlah proyek infrastruktur yang akan dikerjakan di Kabupaten Polewali Mandar. Namun baru Rp400 juta yang diduga telah diterima oleh kedua jaksa tersebut.
Menurut Heri, para pelapor yang telah diperiksa oleh bidang pengawasan sebanyak 6 orang. Mereka adalah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Barat. Hanya saja Heri menolak untuk menyebut nama dan membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.
Heri mengaku belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim pemeriksa di Mamuju, Sulawesi Barat. Alasannya, dikhawatirkan dapat mengganggu proses penyelidikan.
“Kalau saya beritahu nanti informasinya bocor lagi ke terlapor,” kata Heri.
Heri tak ingin berspekulasi apakah pemerasan itu benar adanya sebelum mengantongi bukti yang cukup. Dia menjamin akan bersikap profesional dalam mengusut perkara itu.
Menurut Heri, pemerasan merupakan salah satu pelanggaran berat yang hukumannya bisa sampai pemecatan dengan tidak hormat. “Kalau terbukti pasti kami tindak,” katanya.
Jaksa Kejari Polman, Teguh saat dikonfirmasi tetap membantah dituduh telah memeras pejabat. Dia menilai laporan tersebut hanya ingin merusak nama baiknya. Meski begitu, bekas jaksa fungsional di Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat menyatakan siap diperiksa.
“Itu tidak benar. Saya siap diperiksa,” kata Teguh. (mat/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.