Politik

Konsentrasi di Pemilukada Kahar Muslim Diberhentikan di Banggar


BULUKUMBA, BKM — Anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi Golkar, Kahar Muslim diberhentikan dari Badan Anggaran (Banggar), Selasa (18/8). Ia kemudian digantikan H Bahtiar yang selama ini tergabung dalam Badan Musyawarah (Bamus). Pergantian ini disampaikan Sekretaris DPRD Ali Saleng dihadapan rapat paripurna, kemarin.
Pemberhentian Kahar merupakan usul dari Fraksi Golkar yang menilai Kahar tidak lagi aktif dalam pembahasan anggaran, karena bersangkutan berkonsentrasi di Pemilukada, apalagi Kahar tercatat sebagai balon bupati, dan dalam waktu dekat Banggar akan bekerja membahas RAPBD-Perubahan 2015 dan posisi Kahar saat ini bergabung pada Bamus DPRD Bulukumba.
Menyikapi pergantian Kahar sebagai anggota Banggar, H Muhdar salah seorang anggota Fraksi Bulukumba hebat mempertanyakan pergantian tersebut yang seakan dipaksakan, bahkan menurut Muhdar, karena hingga saat ini Kahar masih tercatat sebagai anggota dewan, sehingga belum perlu dilakukan penggantian. “Saya kira pak Kahar jangan dulu diberhentikan sebagai anggota Banggar, karena belum ada PAW dari golkar, dia kan masih sah sebagai anggota dewan,”tegas Muhdar yang juga legislator Hanura.
Ketua DPRD HA Hamzah Pangki yang juga wakil ketua Golkar menyatakan, pergantian Kahar sebagai anggota Banggar sah-sah saja, dan tidak perlu dipersoalkan, apalagi pergantiannya diusulkan oleh fraksi Golkar. “Jadi anggota Banggar kapan saja bisa diganti, sekalipun pak Kahar tidak maju sebagai balon bupati, jika fraksi yang mengusulkan, itu sah-sah saja, jadi pergantian tidak ada masalah,”tegas Hamzah yang memimpin rapat paripurna kemarin.
Sekedar diketahui, Kahar Muslim saat ini maju sebagai balon bupati dan berpasangan dengan A Muh Sabri. Meskipun gubernur Sulsel belum memberhentikan Kahar sebagai anggota dewan, namun aktivitas Kahar saat ini sudah terbagi. Dan sesuai ketentuan yang ada, setiap anggota yang maju sebagai calon bupati, wajib mengajukan pengunduran diri sebagai anggota dewan yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang bermaterai sambil menunggu keluarnya surat pemberhentian secara resmi dari gubernur Sulsel. (edy/rif/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.