Politik

Roem: Tak Pantas Ramli Tanggapi Pernyataan SYL


MAKASSAR, BKM–Manuver politik yang dilakukan kader Golkar yang berada di kubu hasil Munas Ancol Agung Laksono yang dinilai dapat meruntuhkan dominasi Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku komandan Golkar di Sulsel. Untuk itu, manuver tersebut kembali mendapat perlawanan dari elit beringin dari kubu Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB).
Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel kubu ARB, HM Roem mengecam orang-orang yang terus mengganggu soliditas kader partai berlambang beringin rindang di Sulsel. Bahkan Roem menilai upaya yang dilakukan kader kubu Agung sebagai langkah orang yang tidak paham berorganisasi.
Apalagi kalau ada kader yang levelnya masih dibawah, lantas berkomentar menanggapi pernyataan SYL dinilai sebuah hal yang tidak pantas seperti yang dilakukan Sabil Rahman, Badaruddin Andi Picunang hingga Ramli Rahim.
“Tak pantas itu Ramli Rahim menanggapi pernyataan pak Syahrul dengan kata- kata yang tidak semestinya, apalagi Ramli bukan levelnya pak Syahrul “ujar Roem, Rabu (19/8).
Roem yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel menilai Ramli dan SYL tidak selevel dalam memberikan sebuah pernyataan, apalagi untuk menanggapi pernyataan Syahrul.
Bahkan mantan Bupati Sinjai dua periode ini meragukan kemampuan politisi kubu Agung sebagai kader yang gagal.
Saat memberikan tanggapan, Roem yang berdiri disamping dua Wakil Ketua DPRD Sulsel yakni Ni’matullah dan Yusran Sofyan mengungkapkan sepak terjang para politisi kubu Agung itu dinilai hanya menjalankan pesanan orang tertentu untuk membuat Golkar tidak besar alias diambang kehancuran. “Target awalnya Golkar terbelah jelang Pilkada, target berikutnya di Pileg dan Pilpres,”jelasnya.
Meski demikian, mantan anggota DPR RI yakni pesanan untuk menghancurkan Golkar tidak akan tercapai. “Karena kita tau mereka siapa saja. Mereka adik-adik yang besar di AMPI, Kosgoro dan lainnya. Tapi sukurmi itu kalau ada dari mereka yang sudah jadi orang besar,”sindir Roem.
Wakil sekjen DPP Golkar kubu Agung, Sabil Rahman menanggapi pernyataan Roem sebagai sesuatu yang tidak tepat. Alasan Sabil karena dirinya tak mengganggu Golkar ARB dan SYL, namun akan melakukan konsolidasi Golkar Agung dan Yasril. “Dimata hukum, belum ada yang sah, jadi siapa saja boleh melakukan konsolidasi,”ujar Sabil.
Pengamat politik Dr Arief Wicaksono menanggapi kisruh Golkar dapat berdampak pada hasil di Pemilukada. “Dualisme ini sudah dirasakan saat Golkar tidak mengusung calon disejumlah daerah. Dampak berikutnya yakni potensi kalahnya jago Golkar di sejumlah Pilkada,”ujar Arief. (rhm/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.