Kriminal

Dua Tersangka Kasus Korupsi Buron


MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar terus melakukan pengejaran terhadap dua tersangka kasus korupsi. Kedua tersangka masing-masing Muhammad Iqbal Lewa dan Husain Abdullah resmi ditetapkan sebagai burinan lantaran tidak pernah memenuhi panggilan jaksa selama proses hukum berlangsung.
.”Sampai sejauh ini belum ada informasi terkait keberadaan yang bersangkutan. Kita masih melakukan pengejaran,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman, Kamis (27/8).
Diketahui, Iqbal merupakan terpidana kasus korupsi pembangunan gedung baru Pengadilan Negeri Makassar. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman kepada Iqbal selama 6 tahun penjara. Selain itu ada juga Husain yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi rehabilitasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Sulawesi Selatan.
Deddy mengatakan dalam proses pengejaran itu pihaknya telah meminta bantuan Kejaksaan Agung. Tidak hanya itu, pihaknya juga melibatkan aparat penegak hukum lainnya, yakni kepolisian dan TNI.
Tim kejaksaan juga telah menggunakan fasilitas alat sadap, tapi belum juga ada hasil yang maksimal. “Tim telah menyebar di lapangan, untuk kejar tersangka,” kata Deddy.
Deddy berharap agar kedua buronan tersebut bisa menyerahkan diri dan tidak menghalang-halangi proses penegakan hukum.
Deddy juga meminta bantuan masyarakat agar dapat menginformasikan bila mengetahui keberadaan kedua tersangka tersebut.
Sementara Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri, Adi Imanuel Palebangan, mengaku beberapa kali telah turun ke kediaman dan tempat yang diduga menjadi persembunyian keduanya.
Hanya saja, saat tiba di lokasi, kedua buron tersebut sudah tak berada di tempatnya. “Kami terus berupaya mencari keduanya,” ujar Adi.
Iqbal dinyatakan korupsi bersama Sekretaris PN Makassar, Haris Arifuddin. Iqbal selaku rekanan tidak mengerjakan proyek yang menggunakan APBD Rp9 miliar pada 2007 sesuai ketentuan. Pada pengadilan tingkat pertama dia hanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.
Hingga batas waktu penyelesaian, Iqbal belum merampungkan pekerjaannya. Sementara dana yang dicairkan kepada pelaksana proyek sudah 100 persen oleh Haris. Haris telah menjalani hukuman 2 tahun di Lapas Kelas I Makassar.
Adapun Husain dijerat bersama bekas Kepala SMKN I Sulawesi Selatan, Surya Fatmawati Patu, dan rekanan Muhammad Sulfikar. Husain saat itu bertindak sebagai rekanan, namun tak melaksanakan tugasnya sesuai spesifikasi yang ditentukan. Surya divonis penjara selama 1,5 tahun pada bulan lalu. Sedangkan Sulfikar diganjar hukuman selama 13 bulan penjara. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.