Kriminal

Mantan Pejabat UIN Buron


MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan mantan Bendahara Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Sofyan sebagai buron pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kemahasiswaan.
Nama Sofyan juga telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh penyidik Kejati Sulselbar lantaran tidak beritikad baik memenuhi panggilan pemeriksaan.
“Sudah beberapa kali dipanggil secara patut tapi tidak diindahkan,” kata Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi, Noer Adi, Senin (31/8).
Menurut Noer, Sofyan rencananya akan diperiksa sebagai tersangka pada pekan lalu, namun hingga batas yang ditentukan, tidak juga memenuhi panggilan. Menurut Noer, tim penyidik saat ini dalam proses tahap perampungan berkas perkara.
Sofyan merupakan tersangka tunggal dalam kasus ini, Sofyan diduga telah menggunakan dana kemahasiswaan untuk kepentingan pribadi. Modus yang digunakan tersangka adalah dengan cara melakukan pemotongan dana yang diperuntukkan untuk kegiatan lembaga mahasiswa dan pengadaan perlengkapan kantor.
Peran Sofyan terungkap, setelah sejumlah saksi yang berasal dari lembaga kemahasiswaan mengaku tidak pernah menerima utuh dana kemahasiswaan yang disalurkan pihak birokrasi fakultas. Tersangka juga dituding telah membuat laporan pertanggungjawaban fiktif seakan-akan dana sudah sesuai peruntukan. Kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 200 juta.
Kejaksaan mulai mengusut kasus ini setelah ditemukan adanya dana fakultas bernilai ratusan juta rupiah yang dicairkan oleh bendahara pada tahun 2013, tidak sesuai peruntukan.
Pencairan dana tersebut tanpa sepengetahuan pimpinan fakultas. Belakangan tindakan tersebut diketahui setelah pimpinan fakultas pengecekan dana kas di bagian keuangan.
Dalam proses penyidikan sejumlah pejabat Fakultas Sains dan UIN Makassar telah diperiksa.
Sementara Juru bicara UIN Makassar, Arianto mengaku tidak mengetahui keberadaan Sofyan sekarang. Menurut dia, sejak ditetapkan tersangka, Sofyan sudah tidak pernah lagi beraktivitas di universitas.
“Seingat saya pekan lalu ada surat panggilan dari kejaksaan untuk Sofyan,” kata Arianto.
Arianto menuturkan, pimpinan UIN telah mengusulkan pemecatan terhadap Sofyan dalam statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ke Kementerian Agama. Alasannya, selain terjerat pidana, Sofyan juga sudah lama tidak pernah lagi masuk kantor dan bertugas. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.